Tahukah Anda, Mengapa Di Toko Buku Antik Di Jerman Banyak Literatur Tiongkok Kuno?

novel_klasik_tiongkok_jin_pingg_mei_aldi_surjanaLiteratur klasik Tiongkok sudah masuk ke Jerman sejak abad 18, setelah Jerman membuat perjanjian dagang dengan Tiongkok, dan menguasai Jiaozhou, dengan ibukotanya Qingdao, yang letaknya di selatan semenanjung Shandong di pantai timur Tiongkok.

Pada tanggal 6 Maret 1898 Jerman mendapat hak sewa atas teluk Jiaozhou selama 99 tahun dari pemerintah Tiongkok. Setelah diduduki, teluk Jiaozhou pun dibangun, jumlah penduduk kota Qingdao berkembang dengan pesat, Dan pada th 1899, didirikan 26 sekolah dasar, 1 sekolah bidang pemerintahan, 10 sekolah misionaris, 1 sekolah tinggi khusus dan 4 sekolah kejuruan.

Sampai th 2013 Qingdao adalah, tempat pembuatan bir terbesar kedua di Republik Rakyat Tiongkok dan di tempat ke-6 dari pabrik di seluruh dunia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1903 oleh pemukim Jerman sebagai Germania Brewery di Jiaozhou.

Kereta api Shandong adalah jalur kereta api di Tiongkok, yang menghubungkan Qingdao sepanjang sekitar 400 km ke kota Jinan di provinsi Shandong. Jalur kereta api ini dibangun oleh perusahaan kereta api Shandong, gabungan dari berbagai bank Jerman, pemilik kapal dan perusahaan pertambangan. Dibangun antara th 1899 -1904.

Tujuannya pembangunan jalur kereta api ini adalah untuk transportasi barang, khususnya batu bara dan bijih besi ke Jerman. Dari Jinan, yang memiliki akses ke seluruh jaringan kereta api Tiongkok dan dengan demikian juga ke Siberia. Dalam 12-14 hari Anda bisa pergi dari Berlin ke Qingdao.

Itulah salah satu yang menyebabkan, mengapa di toko-toko buku antik di Jerman tidak terlalu sulit untuk mencari literatur Tiongkok kuno. Sayang, pada 7 November 1914 Jerman menyerahkan kependudukanya atas Jiaozhou kepada jepang.

Tambahan:

1. Abad ke-18 terutama di Jerman, terdapat chinoiserie kegemaran akan Tiongkok, dan tidak hanya porselen, tetapi juga penerjemahan dan sastra Tionghoa sangat digemari, bahkan pujangga besar Goethe menuliskan kekagumannya terhadap budaya Tionghoa.

2. Jalur kereta api kargo „Shandong“, sepanjang 117.500 kilometer masih terus dikembangkan oleh Tiongkok, sebagai bagian dari proyek „Jalur Sutera Baru“ (One Belt, One Road), yang menghubungkan Chongqing (Tiongkok) dengan Duisburg (Jerman) melalui Siberia dan Mongolia.

Disusun oleh Aldi Surjana

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s