Bila besok fajar menyingsing tanpa diriku…

puisi_David_M_Romano_Bila_besok_fajar_menyingsing _tanpa_diriku_aldisurjana

Bila besok fajar menyingsing tanpa diriku,
dan aku tidak bisa melihatnya lagi,
ketika matahari terbit dan matamu
dibanjiri air mata karena diriku,
maka aku begitu menginginkan, bahwa kau tidak lagi
menangis seperti hari ini,
ketika kau memikirkan banyak hal,
yang tidak dapat kita katakan lagi.

Aku tahu, betapa kau mencintaiku,
begitu besar, seperti aku mencintaimu,
dan setiap kali, kau teringat padaku,
aku tahu, bahwa kau juga merindukanku.
Namun, bila besok fajar menyingsing tanpa diriku,
cobalah mengerti,
bahwa malaikat datang, memanggil namaku,
membimbing tanganku
dan berkata padaku, jauh di langit
tempatku sudah disiapkan.
Dan bahwa aku harus meninggalkan semuanya,
yang sangat aku cintai.

Namun ketika aku akan pergi,
air mataku bergulir di pipi,
Sepanjang hidupku aku berpikir,
aku tidak ingin mati.
Aku punya begitu banyak,
yang membuat hidupku masih berguna,
masih ingin melakukan begitu banyak.
Sepertinya hampir tidak mungkin,
untuk meninggalkan dirimu.

Aku memikirkan semua hari-hari terakhir,
yang baik dan yang buruk.
Pada cinta kita bersama,
kesenangan yang kita miliki.
Seandainya aku bisa menghidupkan kembali hari kemarin,
untuk sementara waktu saja,
maka aku akan mengucapkan selamat tinggal, menciummu.
dan mungkin melihatmu tersenyum.

Namun kemudian aku menyadari,
bahwa ini tidak akan pernah terjadi.
Karena kekosongan dan kenangan
akan mengambil tempatku.
Dan ketika pikiranku pada hal-hal dari dunia ini,
yang aku akan merindukan, bila saat besok datang,
aku memikirkanmu
dan kesedihan memenuhi hatiku.

Namun ketika aku berjalan melalui gerbang langit,
Aku merasa di rumah.
Ketika kaisar Langit dari takhta emasnya
menunduk dan tersenyum padaku,
Ia mengatakan, „Ini adalah keabadian
dan semua yang telah aku janjikan.“

Mulai hari ini hidupmu di bumi adalah masa lalu,
namun di sini hal itu dimulai lagi.
Aku tidak menjanjikan ada hari esok,
namun hari ini akan selalu bertahan.
Dan karena setiap hari adalah sama,
tidak ada kerinduan pada masa lalu.

Kau telah begitu setia,
begitu percaya dan begitu benar.
Bahkan bila kau beberapa kali
melakukan sesuatu, yang kau
seperti kau tahu, seharusnya tidak dilakukan.
Namun kau telah dimaafkan.
Dan sekarang kau akhirnya bebas.
Mengapa kau tidak datang, meraih tanganku
dan berbagi hidupmu bersamaku?

Jadi bila besok fajar menyingsing tanpa diriku,
jangan kau berpikir bahwa kita terpisah jauh.
Karena setiap kali kau teringat padaku,
Aku di sini di dalam hatimu.

Diterjermahkan oleh Aldi Surjana,
Puisi David M. Romano, „Wenn Morgen ohne mich beginnt“

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s