Kisah „Induk menjangan dan si pemburu“

menjangan_sin_tiau_hiap_lu_jinyong_It_teng_taysu_aldisurjanaIt-teng Taysu menceritakan sebuah dongeng kepada murid nya Cu-in:

Ada seekor induk menjangan dengan dua ekor anak menjangan, Malang bagi induk menjangan itu karena tertangkap oleh seorang pemburu, Pemburu akan membunuh induk menjangan, dengan sangat induk menjangan minta dikasihani katanya: „Aku mempunyai dua anak, masih kecil dan lemah, belum mahir mencari makan dan minum. Mohon di beri kelonggaran sementara waktu agar dapat mengajarkan cara mencari makan bagi anakku, habis itu pasti kudatang kembali untuk menyerahkan diri“

Pemburu tidak mengizinkan, Induk menjangan memohon pula dengan memelas, akhirnya hati pemburu terharu dan meluluskannya, Induk menjangan menemukan kedua anaknya dan saling bermesraan dengan girang dan sedih pula induk menjangan menceritakan nasibnya yang malang dan berharap kedua anaknya menjaga diri.

Sudah tentu anak menjangan yang masih kecil itu tidak paham maksud sang induk. Lalu induk menjangan membawa kedua anaknya ke tempat yang banyak rumput dan sumber air, setelah memberi petunjuk cara-cara mencari hidup lain, dengan berlinang air mata kemudian induk menjangan lantas mohon diri. Sehabis memberi pesan, induk menjangan lantas melangkah pergi.

Kedua anak menjangan lantas menangis sedih dan terus mengikutinya dari belakang, walaupun kecil dan lemah, larinya lambat dan jatuh bangun, namun tetap tidak mau berpisah dengan sang induk. induk menjangan lantas berhenti dan menoleh, katanya: „O, anakku, janganlah kalian ikut, kalau dilihat pemburu itu, tentu jiwa kita akan tamat semuanya, ibu rela mati, cuma kalian yang masih kecil dan lemah,“

Di dunia ini menang tiada suatu yang abadi, setelah berkumpul akhirnya juga akan berpisah. Nasibku yang jelek sehingga membikin kalian kehilangan ibu sejak kecil.“ – Habis berkata ia terus berlari ke tempat si pemburu. Kedua anak menjangan sangat menginginkan kasih sang induk, tanpa gentar kepada panah si pemburu merekapun mencari sampai di sana.

Melihat induk menjangan menepati janji dan rela untuk mati, kejujuran dan kesetiaannya sukar dibandingi manusia. Dilihatnya pula antara induk dan anak menjangan itu merasa berduka dan berat untuk berpisah, si pemburu merasa tidak tega dan akhirnya membebaskan induk menjangan.

Pesan moral: „Bahkan seekor Menjangan pun mengutamakan janji“

by Aldi The

Cuplikan dari Cersil Sin Tiaw Hiap lu, Jinyong.

„It teng Taysu menceritakan sebuah dongeng kepada murid nya Cu-in „

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s