Tjoe Goan Tjiang, Pahlawan atau Penjahat?

Tjoe_Goan_Tjiang_Zhu_Yuanzhang_Peng_Cong_Hiap_Eng_Liang_Ie_Shen_aldisurjanaDongeng tentang dua saudara angkat si pengemis Tjoe Goan Tjiang dan si tukang selundup garam gelap Thio Soe Seng yang diambil dari kisah „Dua Musuh Turunan“ (Peng Cong Hiap Eng)  karya Liang Ie Shen

Pada jaman dahulu maka adalah dua orang bersengsara yang bekerja sebagai tukang meluku sawah dari satu tuan tanah.

Belakangan, karena malapetaka alam, hidup mereka jadi semakin sukar, hingga kesudahannya, yang satu menukar penghidupannya sebagai pengemis, yang satu lagi menjadi tukang selundup garam gelap.

Kedua orang ini hidup sangat akur satu pada lain, hingga mereka mengangkat saudara.

Pada waktu itu, Tionggoan telah diduduki oleh bangsa asing. Karena ini penyinta-penyinta negara, yang hidupnya terpencar, bercita-cita membuat perlawanan.

Juga kedua saudara itu berangan-angan besar, mereka mirip dengan Tan Sa dan Gouw Kong di jaman Liat Kok yang hendak merubuhkan kerajaan Tjin.

Mereka angkat saudara dengan bertepuk tangan, mereka saling berjanji, apabila mereka berhasil dan menjadi orang besar, mereka tak akan melupai satu pada lain.

Berbareng dengan itu, bersama dua saudara angkat itu ada satu hweeshio. Dia berusia jauh terlebih tua daripada dua saudara itu, dia ajarkan mereka ilmu silat, maka itu, ia dipanggil guru.

Garam itu ada usaha negara, maka kalau rakyat membikin dan menjualnya dengan diam-diam, dia bakal ditangkap pembesar negeri dan dihukum mati.

Apa mau si pengemis, si saudara muda, tidak berani bekerja sebagai kakak angkatnya itu, sebaliknya, dia pergi ke sebuah kuil di mana ia sucikan diri sebagai hweeshio.

Apa celaka, datanglah musim paceklik, tidak ada dermawan yang menunjang kuil, telah kejadian, dari sepuluh hweeshio, tujuh atau delapan di antaranya mati kelaparan.

Dalam kesukaran itu, si kakak, yang jadi penjual garam gelap, menunjang adik angkatnya ini. Karena sisa-sisa hweeshio bubar, si pengemis juga ikut merantau, ia pergi ke mana saja untuk hidup sambil menerima amal.

Belakangan, guru dari kedua saudara itu telah berhasil angkat senjata. Si adik, si hweeshio asal pengemis, turut mereka, gurunya itu, dia ikut dalam pasukan tentera.

Dalam satu pertempuran besar si hweeshio guru lenyap tidak keruan paran, ada yang mengatakan dia terbinasa, ada yang mengatakan dia lolos dan kembali menuntut penghidupan sebagai hweeshio.

Bagaimana sebenarnya, dengan hweeshio guru ini, pada akhirnya tak ada yang mengetahuinya.

Sekarang diceritakan tentang si tukang garam. Dia telah berusaha jauh sampai di Kangpak Utara, di sana dia dapat kemajuan hingga dia dapat mengumpulkan beberapa ratus pegawai. Dia pun lantas berontak, dia angkat dirinya sebagai raja.

Selama beberapa tahun, dia terus berhasil, hingga pengaruhnya jadi tambah besar. Begitulah ia angkat dirinya jadi kaisar di kota Souwtjioe.

Beberapa propinsi di sepanjang sungai Tiangkang adalah wilayahnya raja bekas penyelundup garam ini, maka itu, ia gunakan pengaruhnya untuk mencari adik angkatnya. Sekian lama, tidak pernah ia peroleh hasil.

Sementara itu, kaum pergerakan muncul di sana-sini, di antaranya rombongan Pelangi Merah. Dia pun pengaruhnya besar. Dua tahun kemudian, Pemimpin Pelangi Merah itu telah menutup mata, dia digantikan oleh satu pemuda yang kosen, yang berhasil merampas pelbagai kota hingga daerahnya meluas di Tiangkang Selatan.

Kaisar di Souwtjioe itu terus mencari keterangan perihal adiknya, ia lantas dapat dengar, pemimpin Pelangi Merah itu sebenarnya berasal satu hweeshio. Ketika ia selidiki lebih jauh, ia dapat tahu, pemimpin itu benarlah ada adiknya, si pengemis yang masuk menjadi hweeshio.

Tapi berbareng dengan itu, ia dengar juga lelakonnya adik ini. Katanya, ketika adik ini turut gurunya memberontak dan guru itu kalah, diam-diam dia telah jual gurunya pada pemerintah musuh, dia sendiri berpura-pura menjadi orang baik-baik, dia melanjutkan memimpin pasukan gurunya itu, yang dia robah menjadi pasukan Pelangi Merah.

Dia berjasa dalam pasukan Pelangi Merah itu, sampai akhirnya ia diangkat menjadi pemimpin utama.

Lelakon ini tidak dipercaya si kakak angkat, tapi dia kirim utusan, untuk mengajak bekerja sama, yang mana diterima baik. Adalah setelah ini, ia dapat kepastian pemimpin Pelangi Merah benar benar ada adik angkatnya itu.

Segera juga ada pertentangan pengaruh di wilayah Tiangkang antara kedua saudara ini.

Si kakak mengirim utusan menyeberangi sungai, ia kirim surat yang berbunyi: „Kita berdua bersaudara, siapa pun yang menjadi kaisar, sama saja. Mari kau seberangi sungai, untuk kita bertemu, lebih dahulu kita bicara sebagai saudara, kemudian kita rundingkan dan tetapkan rencana bekerja untuk bersama-sama melawan musuh asing“

Di luar dugaan, adik itu merobek surat itu, dia tidak mau menyeberang, malah dia sebaliknya memotong kuping si pembawa surat, siapa disuruh pulang sambil memberikan pesan: „Di atas langit tidak ada dua matahari, di muka bumi tidak ada dua raja, maka itu, sama-sama kita adalah orang-orang gagah dari jaman ini, baiklah jikalau bukan kau yang mati, akulah yang binasa!“

Kakak itu jadi sangat gusar, maka terjadilah peperangan antara mereka berdua. Selama beberapa tahun, mereka bergantian menang dan kalah.

Pertempuran terakhir terjadi di Tiangkang. Kesudahannya, sang adik yang menang, si kakak kena ditawan, dia dipaksa untuk menyerah, supaya dia suka jadi hamba dan akui si adik sebagai junjungannya.

Si kakak tidak sudi tunduk, sambil tertawa berkakakan, dia kata: „Pengemis, jikalau kau, dapat menurunkan tanganmu, kau bunuh saja aku!“

Adik itu tidak menyahuti kakaknya, dia hanya perintahkan orang mengemplangi kakaknya hingga binasa, lalu mayatnya ditenggelamkan di dalam sungai Tiangkang.

Habis memusnakan kakaknya, adik ini angkat dirinya menjadi kaisar. Beberapa tahun kemudian, raja ini berhasil mengusir bangsa asing dari Tionggoan, dia dapat membasmi lain- lain jago, hingga dia berhasil juga mempersatukan negara.

Dengan begitu, jadilah dia satu kaisar yang membuka satu jaman baru. — Setelah Tjoe Goan Tjiang menjadi kaisar, dia bunuh menteri-menteri yang berjasa, dan terhadap turunan kakaknya, dia tak sudi berlaku murah hati dia sudah kirim orang ke empat penjuru untuk mencarinya, turunan si kakak itu hendak dihabiskan.

Maka juga, turunan si kakak itu, bersama-sama turunan beberapa menteri berjasa, sudah kabur jauh sekali, mereka telah berpencaran.

Halnya Beng Thaytjouw Tjoe Goan Tjiang pernah menjadi pengemis dan di kuil Hongkak sie menjadi hweeshio, di kolong langit ini tidak ada orang yang tidak mengetahuinya.

Tapi setelah Tjoe Goan Tjiang menjadi kaisar, hal ihwalnya itu ia jadikan pantangan untuk diceritakan orang, karena pantangannya itu, hingga ia telah menghukum mati beberapa orang yang dianggap sudah melanggar larangannya itu

Dalam buku hikayat juga tidak ditulis demikian, sebaliknya ada dicatat bahwa Thio Soe Seng itu asalnya seorang yang rendah martabatnya dan Thaytjouw membunuh dia adalah untuk membantu rakyat menghukum pemberontak.

„Siapa berhasil, dia menjadi raja siapa gagal, dia jadi berandal“, demikian bunyi sebuah pepatah yang dari jaman purba sampai sekarang ini tetap menjadi kenyataan.

 

Cuplikan dari cersil  Peng Cong Hiap Eng  karya Liang Ie Shen

by aldithe 

 

KAITANNYA DENGAN SEJARAH:

Tjoe Goan Tjiang (Zhu Yuánzhang) dikenal sebagai Kaisar Hongwu (* 21. September 1328; † 24. Juni 1398). adalah pendiri Dinasti Ming, yang memerintah sebagai kaisar di Tiongkok dari tahun 1368 hingga tahun 1398

Ein Kommentar

  1. Menurut buku Ie Thian To Liong (To Liong To) karya Ching Yung, Yang berjasa mengusir Mongol adalah Kelompok Beng Tiaw (Agama tradisi yg berasal dari Iran/ Mkn yg disebut Manjusi) yg dipimpin Thi Bu Kie, Namum Ia tidak mau menjadi Raja karena itu diserahkan kepada Kelompok Cu Goan Ciang, maka didirikanlah Dinasti Ming/ Beng untuk menghormati Agama Terang tersebut.

    Gefällt mir

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s