Si Cantik Aroma

aldisurjana_rouputuan_rou_pu_tuan_carnal_prayer_mat_bantal_doa_dari_daging_aromaSi cantik Aroma sedang merenung, mencari jalan keluar, apakah dia akan pergi mengikuti selingkuhannya, seorang pemuda ganteng, santun, dan berpendidikan, ataukah akan menghabiskan sisa hidupnya bersama suami sahnya, seorang pedagang sutera kecil.

Aroma menutup kedua matanya. Jiwanya mengembara ke kegelapan masa lalu yang letaknya sudah sangat lama.

Sebuah bayangan, bayangan seorang wanita, memisahkan diri dari tarian skema sejarah dan penglihatan ‚dalam‘-nya mengenali bentuk: Hung Fu, si cantik ‚ekor merah‘, yang hidup di zaman, ketika bintang dinasti Sui memudar (581-618 ses. M.) dan menjadi lemah terhadap penguasa baru Tang (618-905 ses. M.) yang sedang naik daun. Ketika itu si cantik Hung Fu, penghuni muda kamar tidur penguasa kuat Yang Su (meninggal 606 ses. M.) melalui tindakan yang tidak biasa menjadi bahan pembicaraan. Pada sebuah jamuan makan, Adipati Yang Su, Panglima terkenal yang sudah beruban, untuk menghormati klan Li, telah mengundang pemuda ganteng Li Tsing ke istana dan diperbolehkan duduk disamping para selirnya. Terjadilah cinta pada pandangan pertama antara Hung Fu dan tamu muda. Masih di malam yang sama, meskipun dijaga oleh penjaga harem yang menyeramkan, ia berhasil menyelinap keluar dari istana dan bersama kekasihnya melarikan diri.

Jiwa Aroma melayang lebih dalam lagi ke masa lampau, hingga setengah milenium ke zaman awal dinasti Han (225 seb. M – 6 ses. M.). Kembali sebuah bayangan memisahkan diri dari ombak skema dan menebal menjadi bentuk seorang perempuan muda yang sedang mekar-mekarnya, dan sebuah adegan dari masa lampau terlihat di mata ‚dalam‘ Aroma. Sebuah jamuan makan besar di puri hartawan penyokong seniman Cho Wangsun – seorang penyair muda berbakat bernama Sse Ma Hsiang Ju (meninggal 117 seb M.), penampilan sangat menarik, penghibur brilian, memukai tamu dengan lagu dan syairnya dan merayu hati putri rumah Wen kun, yang masih muda dan cantik – kembali cinta timbal balik pada pandangan pertama -, masih di malam yang sama Putri Wen Kun menyelinap keluar dari puri, berpakaian sebagai sebagai seorang pemuda dan diiringi oleh seorang dayang kepercayaannya, pergi mencari sang kekasih ke penginapannya dan kabur bersama si penyair sebagai istrinya. –

Aroma membuka matanya kembali.

‚Kedua pahlawan perempuan dari zaman dahulu ini‘, ia meneruskan renungannya, ‚telah melakukan suatu hal yang keterlaluan yang belum pernah terjadi, menentang semua kebiasaan yang ketat dan tanpa berkedip menentukan nasib dengan tangan sendiri. – Keduanya kabur, melarikan diri!. – Mereka membiarkan diri diculik! Dan orang sezamannya sama sekali tidak membenci kelakuan nakalnya, bahkan sebaliknya. Dari kemegahan yang diperoleh suami pilihan – yang satu, Li Tsing (571-649), berhasil memperoleh jabatan tertinggi, dan belakangan bahkan menjadi Adipati, yang satu lagi, Sse Ma Hsiang Ju, menikmati keistimewahan Kaisar dan menjadi penyair istana yang sangat dikagumi -, juga kedua pahlawan wanita itu mendapat bagiannya: keduanya belakangan mendapat anugrah gelar kehormatan dari Kaisar!. – Mengapa ia, Aroma, tidak mengikuti jejak kedua pahlawan wanita ini? –

Oleh: Aldi Surjana

Cuplikan dari novel Rou Pu Tuan (The Carnal Prayer Mat)

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s