Bab 7 | Jin Ping Mei | Petualangan Ximen Dan Enam Istrinya

aldi_surjana_jinpingmei_jin_ping_mei_the_plum_in_the_golden_vase_petualangan_ximen_dan_enam_istrinya_bahasa_indonesia_aldi_surjana_golden_lotus_aldisurjanaTongkat pengganjal tirai terlepas dari tangan Teratai Emas

Hari berganti bulan, dengan berakhirnya bulan ke dua belas, lambat laun datanglah waktu bunga prem. Pada suatu pagi yang menyenangkan, Teratai Emas sudah rapi berpakaian, ia hanya tinggal menunggu suaminya berangkat, untuk mengambil tempat biasa, di teras di depan pintu. Adalah suatu pengalaman lama, pertemuan dua insan biasanya disebabkan oleh hal-hal kebetulan yang sepele. Singkatnya, ketika nyonya muda itu memasukan tongkat pengganjal ke bawah tirai bambu di depan pintu, tiba-tiba angin bertiup keras mendorong tangannya, sehingga tongkat terlepas menimpa kepala seseorang yang sedang lewat.

Kaget dan berbarengan ingin tahu, Teratai Emas memperhatikan orang tak dikenal itu: Seorang lelaki pesolek, umur sekitar 35 tahun, penampilan gagah, mengenakan jubah sutera tipis berwarna hijau, di tangannya memegang sebuah kipas Sichuan keemasan. Secara keseluruhan seorang jentelmen yang banyak didambakan wanita. Ketika kepalanya tertimpa tongkat, ia tersentak kaget dan agak kesal, tetapi begitu ia memandang ke arah Teratai Emas yang cantik jelita, langsung rasa marahnya menguap, wajahnya melunak dan membentuk sebuah senyuman.

Nyonya muda itu yang tahu akan kesalahannya, menyalaminya sambil menjura: „Angin yang menyebabkan terlepas dari tanganku, sehingga tanpa sengaja mengenai tuan, mohon dimaafkan!“

Yang diajak bicara, setelah membenarkan letak topinya, lalu membungkukkan badan, begitu dalam hampir menyentuh tanah, dan berkata: „Tidak apa, nyonya tak perlu khawatir“

Ibu Wang, pemilik kedai teh di samping, yang telah memperhatikan kejadian tadi, sekarang ikut campur, mendekati sambil senyum: „Tuan besar tertimpa tongkat!“

„Salahku sendiri“ sesal orang asing itu dengan sopan. „Mudah-mudahan nyonya muda mau memaafkanku“

„Tuan tidak perlu meminta maaf“ jawab Teratai Emas.

„Oh, baiklah, baiklah“ dengan suaranya yang enak didengar, sambil mata malingnya jelalatan.

Juga Teratai Emas menyukai penampilan orang asing itu yang mempunyai cara bicara berpendidikan dan telah meninggalkan kesan baik. „Mengapa sambil berlalu ia menengok ke arahku 7 atau 8 kali, bila ia juga tak merasakan apa yang kurasa?. Seandainya aku tahu nama dan alamatnya!. kata Teratai Emas dalam hati sambil menutup pintu.

Siapakah orang asing itu?, tak lain tak bukan, ia adalah kepala dari 10 bergajulan, pemilik toko obat, tuan Ximen ! Dalam keadaan muram setelah kematian istri ketiganya karena penyakit, hari ini ia ke luar untuk menenangkan hatinya. Ia mencari temannya Ying Pokue. Dan di tengah perjalanan ia mengalami suatu peristiwa tak terduga di bawah pintu rumah seseorang. Setelah itu ia memutuskan untuk pulang ke rumah, dan tidak jadi menemui temannya Ying. Di rumah, ia melamun. tiba-tiba terpikir sebuah ide: ibu Wang, pemilik kedai teh yang di samping rumah itu bisa membantuku dalam mewujudkan keinginanku, tanpa makan siang ia langsung pergi menuju kedai teh ibu Wang, dan duduk dengan enak di atas sebuah bangku di teras rumah ibu Wang.

„Ai tuan Besar tadi bicara gelagapan dan sedikit gugup!“ canda ibu Wang, sambil tersenyum nakal.

„Ibu angkat, ayo sini, aku mau tanya, istri siapakah burung cantik di rumah sebelah itu?

„Ai, ia adalah adik raja neraka“,  ingin tahu?

„Sudahlah, jangan bercanda, bicara yang serius!“

„Masa tidak tahu sih? Suaminya itu yang pedagang keliling di Yamen“

„Ah, maksudmu tentu Penjual kurma Yu San?“

„Bukan, ayo tebak lagi“

„Pasti maksudmu Penjual sup Li San?“

„Bukan juga, terus tebak lagi“

„Ibu angkat, aku menyerah“

„Ha ha, akan kukatakan. Suaminya adalah pedagang kue Wu Dalang“

„Apa! si kerdil?

„Iya, dia!“

Ximen  tidak dapat menahan tawa. Tetapi kemudian dengan suara pahit: „Sungguh patut disesalkan, bagaimana bisa sepotong daging kambing panggang masuk ke moncong kotor seekor anjing!“

„Ya, begitulah“ gerutu ibu Wang. „Lelaki jelek menyebalkan menunggang kuda terbaik dan tidur dengan wanita tercantik. Dewi bulan mungkin menyukai pasangan yang tidak seimbang“

Bersambung

Diterjemahkan oleh: Aldi Surjana
Novel dinasti Ming „Jin Ping Mei“, atau The Plum in the Golden Vase

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s