Bab 9 | Jin Ping Mei | Petualangan Ximen Dan Enam Istrinya

aldi_surjana_jinpingmei_jin_ping_mei_the_plum_in_the_golden_vase_petualangan_ximen_dan_enam_istrinya_bahasa_indonesia_aldi_surjana_golden_lotus_aldisurjanaIbu Wang mengincar uang comblang

„Ibu Angkat, sepuluh Ons perak akan menjadi milikmu, bila kau berhasil menuntaskan urusan ini!“ desak Ximen.

„Dengarkan aku tuan besar, belakangan ini tidak mudah untuk urusan begini. Untuk itu dibutuhkan 6 hal: tampang ganteng, banyak uang, umur muda, pakaian bagus, punya waktu, dan sesuatu yang kuat bagaikan kepunyaan keledai.

„Terus terang saja, ke 6 hal itu tidak masalah bagiku. mengenai hal ke 6, sejak remaja, beberapa rumah pelesiran sudah bagaikan rumah sendiri, di situ aku melatih benda mungilku menjadi makhluk buas“

„Tetapi masih ada satu masalah, yang biasanya membuat urusan jadi gagal“

„Apa?“

„Jangan salah paham, aku akan bicara terus terang. Kebanyakan urusan cinta menjadi gagal karena tidak berani mengeluarkan biaya operasional. Aku mengenalmu sebagai orang yang hemat. Di situ letak masalahnya.“

„Ah, itu kan tidak masalah, aku akan mengikuti petunjukmu“

„Jika begitu halnya, aku ada rencana, untuk mempertemukan kau dengan si burung cantik“

„Benarkah?, ayo katakan!“

„Pulang ke rumah dulu, nanti setelah tiga atau enam bulan kita teruskan rencananya.“

„Begitu sih? itu seperti ujian cobaan!  Ingat akan upah yang akan kau terima“

„Jangan terburu-buru, tuan besar! Si burung cantik meskipun bukan berasal dari keluarga kaya, tetapi tidak boleh sembarang. Ia orangnya sangat cerdik dan mempunyai banyak kepandaian: menyanyi, memetik kecapi, melempar dadu, bermain catur, paham lagu-lagu dari seratus pujangga dan menguasai ilmu kerajinan tangan wanita.

Karena ia biasanya hanya diam di rumah, dan tak pernah keluar, maka aku sering mengunjunginya, ia pun sering meminta nasihat dariku dan memanggilku ‚ibu angkat‘ „Bila kau ingin berhasil, aku anjurkan sebagai berikut: Pertama, belilah dua potong kain sutera kasar, satu potong warna biru dan satu potongnya lagi warna putih. Selanjutnya beli juga satu potong sutera halus warna putih dan sepuluh Ons kapas terbaik. Dan kirimkan semua itu ke sini.

Kemudian aku akan menemuinya untuk meminjam almanak, pura-pura mencari hari baik untuk memanggil penjahit. Sementara itu, usahakan secepatnya membeli sutera dan kapas. Kirimkan ke sini.

Kemudian aku akan menemuinya untuk meminjam almanak, alasannya mencari hari baik untuk memanggil penjahit pakaian. Seandainya ia tidak menawarkan diri untuk mengambil alih pekerjaan menjahit, maka urusan ini tidak usah diteruskan lagi. Bila sebaliknya, ia mengatakan aku tak perlu mencari penjahit, dan ia ingin mengerjakannya untukku, maka kita telah memenangi permainan ini satu per sepuluh bagian. Bila ia menuruti permintaanku untuk menjahit di rumahku, berarti menang dua per sepuluh bagian.

Aku akan membeli arak dan makanan untuk disediakan padanya. bila ia menolak dan permisi pulang, tanpa hasil, maka urusan ini tak usah diteruskan lagi. Bila ia tetap tinggal dan tidak berkata apa-apa, permainan dimenangi lagi sebanyak tiga per sepuluh bagian.

Di hari pertama kau tidak boleh ke sini, baru pada hari ketiga kau boleh datang, sekitar sore, kenakan pakaian yang bagus dan dari luar memberi tanda batuk-batuk. Katakan, kau sudah lama tak melihatku, dan ingin minum secawan teh. Maka aku akan mempersilakan kau masuk. Bila ia pergi dan aku tak dapat menahannya untuk tetap tinggal, maka urusannya gagal sampai di sini saja. Bila ia tetap tinggal, maka permainannya dimenangi lagi sebanyak empat per sepuluh bagian.

Aku akan mengenalkanmu sebagai penyumbang bahan sutera dan mengatakan yang bagus-bagus tentang dirimu. Bila ia tidak tertarik, maka kita harus menyerah kalah. bila sebaliknya ia terlibat pembicaraan denganmu, setengah permainan sudah dimenangkan.

Untuk menghormati kau sebagai penyumbang dan ia sebagai pembuat, ada alasan bagiku untuk mentraktir minum dan kau mendapat kesempatan mengajaknya bersulang. Dan tentu saja kau akan memberiku uang untuk membeli minuman. bila ia tetap tinggal, maka menang enam per sepuluh bagian lagi.

Sekembalinya aku akan mengatakan padanya: ‚Kesampingkan dahulu pekerjaanmu, minumlah semangkuk arak‘, bila ia menolak minum semeja denganmu, dan ingin pulang, kalahlah kita dalam permainan ini. Bila ia keberatan tetapi tetap diam di tempat, maka kau memenangkan permainan ini delapan per sepuluh bagian.

Setelah ia terpengaruh arak dan sudah tiba di pelabuhan yang tepat, aku akan mengatakan bahwa arak telah habis. Dan tentu saja kau akan memberikan aku uang pembeli arak. Ketika keluar, aku akan menutup jendela. bila ia tidak memasalahkannya dan tetap tenang, permainan dimenangkan lagi sebanyak sembilan per sepuluh bagian.

Sekarang masih kurang satu per sepuluh bagian. ini adalah bagian tersulit, kau harus menggunakan kata-kata merayunya, dan bila tidak berhasil maka kau harus menggunakan tangan dan kaki. senggol jatuh sepasang sumpit makan dari meja, seolah olah kau akan memungutnya dari bawah meja, usaplah tanpa sengaja kakinya. bila ia marah, maka aku akan masuk untuk mendamaikannya. bila diam, kau telah memenangkan sepuluh per sepuluh bagian!.

Akankah kau berbuat sesuatu untuk menunjukkan jasaku?“

Bersambung

Diterjemahkan Oleh: Aldi Surjana
Novel dinasti Ming „Jin Ping Mei“, atau The Plum in the Golden Vase

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s