Bab 10 | Jin Ping Mei | Petualangan Ximen Dan Enam Istrinya

aldi_surjana_jinpingmei_jin_ping_mei_the_plum_in_the_golden_vase_petualangan_ximen_dan_enam_istrinya_bahasa_indonesia_aldi_surjana_golden_lotus_aldisurjanaTipuan membuat Ximen menikmati cinta terlarang

„Rencana yang luar biasa!“, puji Ximen  „Kau akan mendapat tempat kehormatan di ‚Ruang awan'“

„Ah, sudahlah, sebaiknya kita tetap dengan 10 Ons perak yang sudah dijanjikan“

„Itu sudah pasti!. Tetapi katakan, kapan rencana ini akan di jalankan?“

„Sekarang juga aku akan menjumpainya, mumpung suaminya belum pulang. Aku akan pura-pura meminjam almanak dan membicarakan lain-lainnya. Sementara itu usahakanlah agar bahan sutera dan kapas secepatnya sampai padaku. Nanti malam aku akan mengabarimu.“

„Percayakan urusan itu padaku“ janji Ximen. Dalam perjalanan pulang, ia membeli barang-barang yang tadi dibutuhkan dan menyuruh pelayannya Tai Ar’l mengantarkan ke rumah ibu Wang.

Dengan gembira ibu Wang menerima barang-barang tersebut, dan lewat pintu belakang ia masuk ke rumah tetangga sebelah. Setelah bicara ke sana sini akhirnya Teratai Emas menyanggupi untuk bantu menjahit di rumah ibu Wang. Teratai Emas memegang janjinya, dan datang ke rumah tetangga itu pada keesokan paginya. Ia mengambil ukuran untuk memotong bahan dan mulai menjahit. Juga ia tidak menolak arak dan makanan yang disediakan padanya oleh ibu Wang.

Pada sore hari di hari ketiga, terdengar suara batuk dari luar.  „Hei, ibu Wang, lama tidak jumpa!“

„Siapa di luar?“ tanya ibu Wang.

„Aku, Ximen !“

Ibu Wang mempersilakannya masuk dan mengenalkan satu sama lain dengan Teratai Emas. Ia mengenalkan Ximen  pada Teratai Emas sebagai pemilik toko obat besar dan merupakan salah satu orang terkaya di Tsing-ho-hsian. Juga diceritakannya, bahwa di rumah Ximen : ‚Semua yang kuning adalah emas, semua yang putih adalah perak, semua yang bulat adalah mutiara, semua yang berkilau adalah batu mulia. Di situ ada juga tanduk badak dan gading gajah“. Dan keduanya terlibat dalam pembicaraan dan merasa cocok satu sama lain.

Untuk menghormati tamunya ibu Wang permisi untuk membeli arak dan berpesan pada Teratai Emas untuk menemani tamunya. Jadi mereka hanya berdua di kamar. Teratai Emas duduk menunduk dan Ximen  memandangnya dengan penuh gairah. Tidak lama kemudian ibu Wang kembali, membawa arak, buah-buahan dan berbagai macam makanan matang, antara lain: Angsa gemuk, bebek panggang, daging goreng, ikan bakar. Sambil mengobrol mereka makan minum dengan gembira.

„Nyonya Teratai Emas memiliki pendidikan yang luar biasa“ kata ibu Wang „Bukan saja pandai menjahit, ia  pun paham karya seratus pujangga dan beberapa filsuf. belum lagi  seni tulis, permainan catur, melempar dadu, meramal dan beberapa macam kesenian yang dikuasainya dengan baik“

„Oh, dari mana aku bisa mendapatkan wanita seperti itu“

„Apakah di antara wanita di rumahmu tidak ada yang sebanding nyonya Teratai Emas?“

„Selama ini aku belum pernah berhasil mendapat perempuan yang tepat ke rumahku“

„Oh, menyedihkan. Seandainya aku tahu seseorang yang cocok dengan pengharapanmu. apakah aku boleh mengusulkannya?“

„Mengapa tidak? Ah, perkawinanku yang tidak bahagia!“

„Arak habis!“, kata ibu Wang memutuskan pembicaraan. „Pas lagi enak-enaknya minum, eh araknya habis. jangan cela aku karena pelayanan yang jelek ini, bagaimana kalau aku pergi membeli arak baru?“

Ximen  merogoh sakunya dan mengeluarkan empat Ons perak sekaligus. „Ini, ibu angkat, ambil semua, supaya kita cukup persediaan“

Ibu Wang mengucapkan terima kasih, dan sambil berjalan ke luar tak lupa ia memperhatikan si cantik. Tiga mangkuk besar yang sudah masuk lewat bibirnya telah memperlihatkan hasil. Wajahnya memerah menambah kecantikannya.

Walau Teratai Emas hanya membisu dengan pandangan menunduk, tetapi Ia telah menangkap pembicaraan kedua orang itu, begitu juga dengan sindiran-sindiran terhadapnya.

Bersambung

Diterjemahkan Oleh: Aldi Surjana
Novel dinasti Ming „Jin Ping Mei“, atau The Plum in the Golden Vase

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s