Bab 9 | Rou Pu Tuan | Tikar Doa Dari Daging

aldi_surjana_rouputuan_rou_pu_tuan_the_carnal_prayer_mate_tikar_doa_dari_dagingSisi baru ‚Permainan Angin dan bulan‘

„Betul, aku bukan pemain dipanggung permainan angin dan bulan, Tetapi kejadian diatas panggung tidak ada yang lebih jelas melihat secara detil selain aku. Tidak ada mata dan telinga yang lebih baik dari pada aku. Aku tanya kepadamu: Dimanakah lebih banyak wanita cantik bisa ditemui, dirumah hartawan dan bangsawan atau disekitar keluarga sederhana dan miskin?“

„Tentu saja dirumah keluarga hartawan dan bangsawan“

„Benar, dengan itu pilihan menjadi dipersempit. Kelompok keluarga sederhana dan miskin juga dalam pekerjaanku tidak menjadi pilihan, mencuri dirumahnya tidak ada untungnya.

Tapi justru pada wanita dan anak gadis keluarga hartawan dan bangsawan sangat sulit untuk membedakan luarnya, mana yang cantik dan mana yang tidak. Karena mereka tidak kekurangan perhiasan dan pakaian untuk tampil cantik. Jadi yang mampu membedakan luarnya, mana kecantikan yang asli dan alamiah hanya aku dan sekelompok orang yang berprofesi seperti aku. Coba kau bayangkan: Ketika tengah malam, disekeliling sunyi senyap, jika aku masuk kedalam rumah langganan hartawan dan bangsawan. Seorang wanita cantik sedang melepaskan pakaiannya – Mungkin ia duduk bermandikan cahaya bulan di depan jendela atau balkon, atau meringkuk diranjang dan diantara tirai yang terbuka membaca buku dibawah sinar lampu, atau bermain alat musik atau menyulam. Ia masih belum tidur, hanya berbaring tanpa selimut dan memberikan kesempatan padaku untuk memperhatikan tubuhnya. Aku bersembunyi tidak jauh didekatnya ditempat gelap, memasang telinga dan mata terpaku pada tubuhnya dan tidak bergerak. Tak ada suaranya, gerakannya, dan apa yang dilakukannya lepas dariku – Siapakah selain aku yang mampu mengawasi si cantik? – Bagaimana rambutnya, wajahnya, warna kulitnya, juga bentuk tubuhnya, apakah ia langsing, kurus, montok , gemuk, apakah bukit gairahnya datar atau tinggi membulat, apakah rerumputannya tumbuh jarang atau subur – Tidak ada sedikitpun detil intim tubuhnya yang terliwatkan olehku. Dengan cara itu, dalam lingkaran beberapa ratus li, aku bisa menilai para wanita di keluarga bangsawan, apakah ia cantik, atau tidak cantik. Jadi bila kau mencari wanita cantik, tanyakanlah padaku“

Si pemuda yang semula berbaring dibawah selimut, mendengarkan dengan telinga dimiringkan. Apa yang tadi didengarnya, membuatnya semangatnya bergejolak. sehingga dari berbaring dibawah selimut ia tiba-tiba bangun dan berteriak:

„Luar biasa! Tentu, siapa lagi kecuali kau yang mampu melihat begitu dalam sampai ke yang paling intim di dalam kamar tidur? Sebuah pertanyaan: Jika kau melihat tubuh wanita cantik tanpa sehelai benangpun dan bagian tubuhnya yang paling intim terpampang didepan matamu, aku berani bertaruh seribu lawan satu, bahwa pemandangan itu membuatmu dilanda hasrat. Benar tidak?“

„Pada awalnya, aku harus mengakui, ketika aku masih muda dan masih pemula, pemandangan itu membuatku terangsang, jika aku bersembunyi ditempat gelap dan melihat dan mendengarkan, membuatku tidak menguasai diri, dan harus ‚bersalaman‘. Aku berfantasi seolah-olah aku melakukannya dengan yang bersangkutan. Belakangan, setelah aku terlalu sering melihat pemandangan yang sama seperti itu, membuatku menjadi seperti kebal.  Kecuali bila aku melihatnya sedang bertempur dengan seorang pria, dan mendengarkan suara desahan dari mulutnya. Itu juga bisa membuatku kelabakan. –  maukah kau mendengar teori yang kuperoleh dari praktek kerjaku? – Tetapi mungkin kau menganggapku bodoh dan menganggumu dengan omonganku ini?“

„Bahkan sebaliknya, semalaman mengobrol denganmu, menurutku sangat luar biasa, lebih menegangkan dan lebih banyak ilmu yang kuperoleh dari pada sepuluh tahun mempelajari buku. Ayo! Aku siap pasang kuping!“

„Yah, tapi mulai dari mana? – Sudah terlalu banyak yang kualami, katakan sebuah tema, dan aku akan menceritakannya dengan baik dari pengalamanku“

„Setuju. Jadi, aku ingin tahu apakah wanita juga pada urusan ini sebenarnya menikmati sama banyaknya seperti kita?“

„Tentu saja! Itu berlaku secara umum, diantara seratus wanita paling ada satu kekecualiannya, yang tidak menikmatinya – Artinya, antara lain kembali terbagi menjadi dua kasus spesial. Ada juga wanita yang hasratnya berapi-api, tapi sesungguhnya ia cepat menyerah dan tidak mau lagi. Sebaliknya ada juga wanita yang canggung dan tak berhasrat, tapi sebenarnya dibawah lapisan es ada barah menyalah yang tak terpuaskan. Untuk memperhatikan kasus pertama tidak memerlukan banyak risiko, Si wanita seolah-olah berkobar-kobar dan berusaha merangsang suaminya dengan berbagai seni – semula kukira akan terjadi petempuran semalam suntuk, tapi yang terjadi lain lagi, baru saja partnernya mulai bergairah, ia sudah lemah dan hanya ingin tidur. ia sudah melepaskan sedikit energi yang dimilikinya terlalu pagi, jauh sebelum partnernya tiba.

Untuk memperhatikan kasus yang kedua bagiku merupakan kesenangan yang harus kubayar mahal. Jadi, suatu hari aku kembali membuat pengintaian untuk mencuri rumah hartawan. Tetapi kali ini aku harus menunggu lama. Si pria berusaha menarik wanita yang bersangkutan ke sisinya, tetapi ia berusaha menghindar dan melepaskan diri dari si pria. Si pria mencoba menaikinya, tapi si wanita mengguncangkan tubuhnya. Si pria menyerah, membaringkan tubuhnya dan tertidur; aku mendengar jelas suara mendengkurnya. Aku sudah gembira und berpikir, sekarang tibalah saatnya bagiku untuk berkerja. Ternyata salah! Si wanita mengulingkan tubuhnya dengan berisik kekiri dan kekanan, kemungkinan dengan rencana untuk membangunkan si pria. Tapi karena si pria tetap mendengkur, si wanita mencoba mengguncang tubuh si pria untuk membangunkannya, dengan hasil yang sama, si pria tetap mendengkur. Kemudian si wanita mencoba cara ketiga: ia tiba-tiba ia berteriak dengan suara tajam: „Maling! rampok!“ Bandit lain dalam situasi seperti ini pasti terkejut dan melarikan diri. Aku tidak, aku katakan pada diriku, bahwa dengan teriakannya si wanita hanya ingin membangunkan si penidur di sebelahnya. Benar, si pria bangun dan ingin melompat dari ranjang, tapi si wanita menariknya kembali dan menenangkannya dengan berbagai alasan: ia salah dengar, mengira suara tikus yang dikejar kucing sebagai suara langkah penjahat. Setelah penjelasan ini, si wanita memeluk si pria dan dengan sengaja menyentuhkan dan menggesekan bukit gairahnya ke anak buah si pria. Semula si pria masih mengantuk dan tak bergairah dan merasa agak terpaksa, karena ia baru dibangunkan dari tidur nyenyaknya, tak lama kemudian, hasrat yang tadi putus ditengah jalan kembali berkobar, dan berlangsung hingga tengah malam, sampai akhirnya mulut si wanita mengap-mengap bagaikan mulut ikan, dengan suara desahan dan erangan yang mirip dengan suara orang yang sakit berat, sebagai tanda bahwa ia sudah cukup – Tetapi itu hanya sementara. Baginya itu hanya istirahat diantara pertempuran, seperti istirahat gencatan senjata. Si wanita hanya memberikan partnernya yang sudah lelah waktu istirahat singkat untuk menarik nafas. Baru saja si pria berbaring, sudah terdengar suara mendengkurnya, si wanita kembali menggulingkan tubuhnya kekiri dan kekanan membuat gaduh untuk membangunkan si pria, dan mengeluhkan tubuhnya yang sakit, minta diurut dadanya dan lain-lain. Singkatnya, si wanita tidak akan membiarkan si pria tidur sampai akhirnya mereka melakukan lagi. Begitulah pertempuran mereka berlangsung semalam suntuk hingga ayam berkokok, baru setelah itu si wanita merasa cukup dan membiarkan si pria akhirnya tidur. Bagiku tentu saja kejadian seperti itu sangat merugikan bisnisku. Diluar sudah terang tanah, bagaimana aku harus melakukannya? Tidak ada cara lain selain secepatnya meninggalkan lokasi. Aku telah kehilangan pendapatanku, jadi pelajaran kasus wanita spesial ini adalah kesenangan yang mahal“

 

Bersambung

Diterjemahkan Oleh: Aldi Surjana
Novel dinasti Ming „Rou Pu Tuan“, atau The Carnal Prayer Mat

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s