Bab 5 Sepasang Pedang Matahari dan Rembulan

aldisurjana_sepasang_pedang_matahari_dan_rembulan_jit_goat_siang_pokiamJai Hoa Hong-cu bermaksud mencuri tawon asmara yang di pelihara oleh Ban Su To Niocu untuk diambil racun sengatannya. Selain untuk meracuni para korbannya, dia juga mendengar selentingan kabar kalau dengan menelan tawon asmara akan mendapatkan selain \\\“efek kedepan\\\“ jika dikombinasikan dengan meminum madu yang dihasilkan tawon asmara akan meningkatkan lweekang berlipat ganda dan menjadi kebal terhadap racun.

Ban Su To Niocu adalah tokoh kosen yang jarang ada tandingannya saat ini. Hanya saja beliau telah menghilang selama 30 tahun yang lalu, sehingga sulit untuk ditemukan. Jai Hwa Hong-cu sendiri mendapatkan kabar kalau beliau terlihat disekitar daerah ini. Oleh karena itu dia mencari peruntungannya, walaupun tak mungkin meminta atau memaksakan kehendak mendapatkan tawon asmara dari Ban Su To Niocu, setidaknya dia bisa mencuri secara diam-diam.

Jai Hoa Hong-cu yang melihat Cui Beng Kiam Hoa, seperti mendapatkan rejeki nomplok. Tak perlu dia mencari bunga, malah bunganya sendiri yang datang ke sini. Hanya saja sejak datang ke daerah pegunungan ini dia harus bisa mengekang hawa nafsunya, mengingat ada kemungkinan Ban Su To Niocu ada disekitar sini. kalau kepergok Si Nona Selaksa kepandaian tanpa medapatkan tawon asmara dan madunya terlebih dahulu, bisa berantakan rencananya.
Karena itu ketika ada orang lain datang, secepatnya dia pergi bersembunyi dan mengintai dari jarak agak jauh.

Cui Beng Kiam Hoa yang terbelalak melihat ular itu hampir pingsan dibuatnya. Tiba-tiba Hwesio cabul Jai Hoa Hong-cu muncul didepannya dan menangkap ular tersebut. Sebetulnya dengan kepandaiannya yang tinggi Jai Hoa Hong-cu dengan mudah dapat membunuh ular tersebut. Berhubung rencananya mengambil keuntungan dari si Nona cantik, dia pura-pura bergelut seru dengan ular besar tersebut.

Setelah beberapa lama akhirnya dengan nafas terengah-engah Jai Hoa Hong-cu menghampiri Cui Beng Kiam Hoa.

“Nona tidak apa-apa. Maafkan Pinceng yang datang terlambat”.

“Tidak apa-apa”, sahut Cui Beng Kiam Hoa. “tapi tolong buka totokan ditubuhku ini”.

”Wah, kalau kubuka totokannya tentu bunga mangsaku ini akan terbang seketika,” pikir Jai Hoa Hong-cu. “Sebaiknya kubawa saja ketempat lain yang lebih tenang. Paling tidak tempat yang kira-kira tidak akan kepergok oleh Ban Su To Niocu. “

“Ilmu silat Pinceng sangatlah cetek, sepertinya tidak akan sanggup membuka totokan nona. Bagaimana kalau Pinceng bawa nona kekuil disebelah barat untuk meminta bantuan Pinceng punya Suheng yang lebih tinggi ilmunya”, demikian alasan Jai Hoa Hong-cu. Padahal mana dia tahu disebelah barat ada kuil atau tidak, yang penting dia dapat membawa si nona ketempat sepi untuk melanjutkan maksud jahatnya.

“Baiklah. Cepat kau bawa aku”, kata Cui Beng Kiam Hoa.

“Pinceng minta maaf berlaku tidak sopan”, kata Jai Hoa Hong-cu sambil memondong Cui Beng Kiam Hoa.

Sungguh beruntung diriku mendapatkan kembang semulus ini, pikir Jai Hoa Hong-cu sambil “tak sengaja” meraba tubuh si Nona. Segera ia lari kearah barat sambil mencari tempat ideal untuk melampiaskan nafsunya. Tanpa disadarinya Jai Hoa Hong-cu justru pergi ke arah Bu-Kee-Cung, kampungnya Bu Dian Long.

Hari sudah menjelang siang ketika Bu Dian Long baru saja selesai bersemedi. Dia mengeleng-gelengkan kepalanya sambil bergidik membayangkan hampir saja dia kalah oleh racun tawon asmara. Kemudian dia juga tersenyum-senyum teringat kemolekan gadis-gadis cantik tapi sangat ganas itu.

Dia tiba-tiba saja teringat pada gadis yang ditotoknya tadi pagi. Astaga, gadis itu bisa-bisa berada dalam bahaya jika bertemu orang jahat dalam keadaan tertotok. Dia bangkit dari tempat tidurnya dan pergi menuju ke tempat dia meninggalkan Cui Beng Kiam Hoa.

 

Bersambung

Cerita hasil keroyokan bareng anggota serialsilat.com: 23.10.2007
Aminus, B_man, Kucink, Mel, Tembuyun Belitong, Trulythe (Aldi Surjana), Toan_ie, dan Zetta

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s