Bab 8 Sepasang Pedang Matahari dan Rembulan

aldisurjana_sepasang_pedang_matahari_dan_rembulan_jit_goat_siang_pokiamSepasang Pedang Pusaka

Sementara itu Cui Beng Kiam Hoa mulai bisa bergerak leluasa. Segera dia membereskan baju luarnya sambil mengomel tidak keruan. Hwesio-hwesio kuil kecil itu pada meringkuk ketakutan semua, tapi gadis itu tampaknya tidak perduli.

Kiam Hoa keluar dari kuil sambil memikirkan 6 orang saudara perguruannya yang lain, selamatkah mereka? Berhasilkah mereka mendapatkan sepasang pedang mestika yang sedang diantar para piawsu ke kotaraja?

Pedang mestika yang hendak mereka rebut adalah Jit Goat Siang Pokiam (sepasang pedang mestika matahari dan rembulan). Guru mereka mendengar kabar rahasia kalau kedua belah pedang mestika itu jatuh ketangan Ban Su To Niocu. Jarang ada yang tahu kalau Ban Su To Niocu masih berdarah kerajaan, malah masih saudara sepupu dari kaisar Beng yang memerintah sekarang yaitu kaisar Yong Le. Tee-It Thian-Mo mengetahui hubungan Ban Su To Niocu dengan kerajaan dinasti Beng, sehingga dia menduga kedua bilah pedang pusaka itu pasti akan dihaturkan Ban Su o Niocu pada kaisar Yong Le.

Entah dari mana Jit Goat Siang Pokiam jatuh ketangan Ban Su To Niocu, tapi yang jelas, supaya tidak menarik perhatian, Ban Su To Niocu mengirim kedua bilah pedang pusaka itu ke istana kaisar melalui jasa Piaw-kok. Hanya saja kali ini dia ketiban sial, Tee-It Thian-Mo melalui mata-mata dan sogokan uangnya entah bagaimana dapat mengetahui informasi tersebut.

Menurut kabar Jit Pokiam (pedang pusaka matahari) adalah sebilah pedang panjang yang tajam luar biasa, bersinar terang benderang bagaikan matahari, dan memancarkan hawa panas. Sedangkan Goat Pokiam (Pedang pusaka Rembulan) kebalikan dari Jit Pokiam, sebilah pedang yang agak pendek, tumpul, bersinar temaram seperti rembulan, dan memancarkan hawa dingin.

Orang orang kangouw dibikin heboh oleh sepasang pedang ini. Selain karena pedang pusaka, juga katanya terletak suatu rahasia besar pada pedang ini. Entah itu harta karun, ilmu silat istimewa, siapa yang tahu? Bagaimanapun desas desus ini telah membuat ngiler para pendekar dari golongan lurus dan sesat. Bahkan kaisar Yong Le sendiri turut memerintahkan jago-jago istana kaisar untuk turut mencari sepasang pedang tersebut.

Kiam Hoa akhirnya memutuskan untuk mencari keenam saudara perguruannya terlebih dahulu, baru mencari kabar tentang sepasang pedang pusaka pada keenam saudara perguruannya. Kalau mereka berhasil, artinya tinggal pulang ke tempat gurunya Tee-it Thian-mo. Kalau gagal, terpaksa dia harus mencari akal untuk mendapatkan kedua pusaka itu, karena bagaimanapun gurunya tak kan mengampuni dirinya dan saudaranya bila pulang dengan tangan hampa.

Tiba-tiba sesosok bayangan melesat dihadapannya. Seorang kakek pesolek berbaju mewah muncul dihadapannya.

Kiam Hoa menjatuhkan diri berlutut dihadapan kakek itu memberi hormat dan berkata,”Suhu!”

 

Marilah kita ikuti perjalanan A Hu. Setelah ia mendapatkan obat penawar dan surat pengantar dari Gan Bin To Siansing, cepat cepat lah ia berlari ke arah rumah Temuyun siucay, sastrawan muslim kepercayaan laksamana Cheng Ho yang bergaul cukup akrab dengan Gan Bin To Siansing selama perjalanan dari tanah Jawa kembali ke Tioanggoan.

Siang-siang panas begini terdengar suara orang mengeluh dari dalam rumah tempat tinggal Temuyun siucay.

“Wah, kali ini Hongsiang (Baginda Kaisar) rupanya tidak main-main, urusan mencari Pokiam (pedang Pusaka) menjadi urutan nomor satu, padahal aku sudah mengajukan cuti. Selain cuti dibatalkan juga ditambah tugas khusus mencari pokiam , nasib….nasib !” katanya.

“Padahal semua orang tahu, bahwa dunia kangouw sangat berbahaya dan telengas” keluh si pemuda kepada teman bicaranya.

Pemuda tersebut adalah putra Toan Wangwe (Hartawan kaya bermarga Toan) , yang biasa nya disebut Toan kongcu (Tuan muda Toan). Toan kongcu adalah seorang pejabat tinggi bagian Dinas Intelijen Kerajaan Beng, sebuah organisasi yang telah lama didirikan sejak jaman Kaisar Hongwu (Gelar Chu Goan Chiang selama menjabat kaisar). Dinas inteljen ini tercatat dalam sejarah telah banyak menangkap para pembantu Chu Goan Chiang dalam meraih tahta dari tangan mongol dengan tuduhan memberontak.

Pangkat Toan kongcu sebenarnya cukup tinggi, hanya berada langsung dibawah Kepala Dinas Inteljen Cia Taijin yang sudah cukup berumur. Kelihatannya kalau Cia Taijin pensiun, Toan kongcu kemungkinan besar akan diangkat menggantikan Cia Taijin. Jabatan wakil kepala Dinas Inteljen itu sendiri diperoleh oleh Toan kongcu berkat hubungan baik ayah nya dengan selir kesayangan Kaisar. Walaupun demikian, Toan kongcu bukanlah orang lemah. Kepandaiannya cukup mumpuni karena dia pernah berguru pada seorang tosu lihay dari Kun-lun pai
Sehubungan dengan tugas baru tersebut Toan kongcu berkunjung dan ingin mengadakan pertemuan dengan Temuyun siucay.

“Mata-mata yang kusebar dikota Hangciu baru saja melapor kepadaku bahwa para piawsu yang diutus mengirim sepasang pedang pusaka secara diam-diam dicegat ditepi sungai tak jauh dari dusun Bu-kee-cung. Aku datang kesini untuk minta bantuan cianpwe merebut sepasang pedang tersebut dari musuh”, kata Toan kongcu.

Bersambung

Cerita hasil keroyokan bareng anggota serialsilat.com: 23.10.2007
Aminus, B_man, Kucink, Mel, Tembuyun Belitong, Trulythe (Aldi Surjana), Toan_ie, dan Zetta

 

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s