Bab 5 | Kisah Kesatria dan Cinta | A Tale of Chivalry and Love

aldisurjana_aldi_surjana_novel_dinasti_ming_kisah_kesatria_dan_cinta_a_tale_of_chivalry_and_love_sinopsis_plotJarak antara Weh tsun dan ibukotanya adalah empat puluh sampai lima puluh mil. dengan gelisah Zhongyu mengeprak kudanya agar lebih cepat, ketika ia tiba di tembok kota, saat itu matahari baru saja melewati puncaknya. Rencananya adalah menyerahkan surat Weh Peh kepada ayahnya dan melalui ayahnya mendapatkan otorisasi kekaisaran untuk mendapatkan saksi.

Setibanya di Yamen ayahnya, ia terheran-heran melihat halaman Yamen, yang sepi dan tak terurus. dengan penuh perasaan gelisah ia melompat dari kudanya, masuk kedalam ruangan penerima tamu. Tak seorang pun pelayan atau pegawai yang terlihat.

Dengan penuh kecemasan, ia bergegas hingga ke depan gedung tempat tinggal pribadi. Karena pintu masuk tertutup, ia berteriak memanggil. di dalam seseorang mengenali suaranya, seorang pelayan membuka pintu gerbang dan mendekatinya, dan dengan hormat menyapanya:

„Tuan, sebuah malapetaka telah terjadi,“ katanya kepada Zhongyu. „Tuan tua baru-baru ini telah menyinggung Kaisar dengan sebuah laporan, hari ini dia ditangkap dan dibawa ke penjara, mungkin ia akan dieksekusi, kau datang tepat pada waktunya. Cepat masuk ke ruang dalam untuk berembuk.“

„Laporan macam apa, yang membuat tuan tua dibawa ke penjara?“ .

Zhongyu bertanya tanpa menunggu jawaban pelayan. Ia sudah pergi memasuki kamar bagian dalam, didalam ibunya memegang ujung lengan baju Zhongyu dan menangis terisak-isak:

„Anakku, kau datang pada waktu yang tepat! Ayahmu telah berlebihkan dalam menjalankan tugasnya. Tadi pagi ia mengajukan dakwaan. „Sekarang dia mendapat malapetaka. Aku tidak tahu, apakah ia masih hidup?“

Terguncang melihat ibunya yang menangis, Zhongyu langsung berlutut di kaki ibunya dan mencoba menenangkannya:

„Jangan putus asa, Ibu, dalam kesulitan yang paling buruk sekalipun, ada jalan keluar pada akhirnya. Sekarang ceritakanlah tentang laporan itu, dan jelaskan kepadaku, sejauh apa hal itu telah menyinggung Kaisar.“

Sang ibu mengangkat putranya yang sedang berlutut dan membiarkannya duduk. Lalu ia berkata:

„Beberapa hari yang lalu ketika ayahmu kembali ke rumah dari audiensi, di jalan ia bertemu dengan suami istri separuh baya, yang tidak mengenakan sepatu, pakaian sobek-sobek dan rambut awut-awutan, semua itu memperlihatkan tanda-tanda bekas perkelahian. Keduanya mengumbar unek-uneknya di jalan dan berteriak minta keadilan.

Ketika ditanya ketidakadilan apa yang terjadi, lelaki tersebut mengatakan bahwa ia seorang akademisi bernama Han Yuan, dan memiliki seorang anak perempuan yang telah bertunangan. Pernikahan selama ini belum bisa dilangsungkan. Tetapi pangeran Ta Kwai, yang mendengar tentang kecantikan gadis itu, sangat menginginkannya sebagai istri muda.

Han Yuan telah mengatakan kepada pangeran Ta Kwai, bahwa putrinya sudah dijanjikan pada seseorang, dan apapun yang terjadi ia akan mempertahankan janjinya, tanpa peduli pada hidup sendiri. Kemudian ia juga mengeluarkan kata-kata kejengkelannya. Dalam kemarahannya pangeran Ta Kwai memerintahkan orang-orangnya untuk mengepung rumah dan merebut si gadis. Han Yuan, yang berusaha sekuat tenaga melindungi putrinya, dipukuli habis-habisan.

Penuh amarah, kemudian ayahmu mendakwa pangeran Ta Kwai di hadapan Kaisar. Tentu saja, dalam keadaan tenang, seharusnya ayahmu menahan kedua suami istri itu untuk pembuktian kesaksian mereka. Ayahmu tidak boleh kehilangan mereka. Namun dalam ketergesahannya ia kehilangan kehati-hatiannya.

Belum sempat Kaisar memerintahkan Kementerian Kehakiman untuk menyelidiki masalah tersebut, Pangeran Ta Kwai sudah memerintahkan orang-orangnya untuk menculik Han Yuan dan istrinya, sehingga ketika Kementerian Kehakiman akan memulai penyelidikannya, kedua suami istri dan putrinya sudah mnghilang tanpa je jak.

Dan sekarang malah lawannya, yang balik menuduh ayahmu telah memfitnah seorang pejabat berjasa dan menipu Kaisar. Pangeran Ta Kwai bahkan berhasil membujuk Kementerian Kehakiman untuk menyampaikan dakwaannya kepada Kaisar. Kaisar menjadi marah terhadap ayahmu dan telah memerintahkan agar ayahmu dijebloskan ke dalam tahanan untuk menunggu hukuman. Rekan kerja ayahmu ingin membantu, tapi karena tidak ada penggugat, mereka tidak dapat melakukan apapun. Jadi kita harus mengewatirkan kemalangan besar, yang akan menimpah kita.“

Zhongyu merasa sangat tenang di hatinya setelah mendengar cerita ini dan dengan santai menjawab:

„Jangan khawatir, ibu! Semula aku mengira ayah telah menyinggung rahasia harem kekaisaran dalam laporannya, maka masalahnya akan sulit. Tapi dengan itu ia telah membuka kasus Han Yüan ke mata publik. Bahwa seorang lelaki terhormat telah melakukan penculikan dan menyembunyikannya di suatu tempat, adalah masalah sepele bagi otoritas yang kompeten.“

„Jangan menganggapnya mudah! Jika kasusnya tidak ada saksi yang bisa dihadapkan, ayahmu akan dianggap bersalah karena telah menyesatkan Kaisar.“

„Jika urusannya mengada-ada, atau menggunakan nama palsu, maka itu adalah penipuan. Tapi Han Yuan itu adalah seorang akademisi terkenal. Ia seperti istri dan anak perempuannya, diciduk di depan mata orang banyak. dan ketika seorang Mandarin, yang memang sudah menjadi tugasnya melakukan dakwaan, mengapa dianggap menipu?“

„Itu mungkin benar, dan ayahmu juga tahu bagaimana membela dirI. Tapi jika di hari pengadilan dan ketiga saksi itu tidak ada di tempat, maka mulut ayahmu akan terkunci.“

„Mengapa saksi tidak bisa ditemukan? Tak peduli betapa liciknya pelaku kejahatan, meskipun ia bersembunyi sampai ke ujung dunia, atau di laut terdalam, akhirnya akan ditemukan juga. dan si malang Han Yuan beserta istri dan anak perempuannya, yang setiap saat bisa meneriakkan kesengsaraan dan tidak mungkin dibawa jauh, adalah tidak terlalu sulit untuk ditemukan. Mereka disembunyikan di dekat ibu kota, di sebuah sarang perampok. Masa sih tidak bisa mengeluarkannya dari sana? aku sudah menemukan jejak mereka dan hanya perlu mengulurkan tangan untuk menangkapnya. Karena itu, ibu, aku memohon padamu, janganlah bersusah hati!“

„Benarkah?“

„Pernahkah aku berani berbohong kepadamu?“

„Jika kau benar-benar mengetahui keberadaannya,“ kata ibunya dengan gembira, „ambil makanan kecil dulu, lalu cepat-cepat ke penjara untuk memberi tahu ayahmu bahwa ia tidak perlu lagi khawatir.“

Lalu ia memerintahkan seorang pelayan untuk menyajikan makanan. Pada saat yang sama ia mengambil jubah biru baru dan topi baru untuk putranya. Kemudian ia menentukan beberapa orang personalnya untuk menemaninya ke penjara. Sementara itu, Zhongyu yang telah lama duduk dan berpikir, lalu berkata:

„Jangan terburu-buru!“ dan pergi ke perpustakaan ayahnya.

Di sana ia menulis sebuah dakwaan tertulis. Kemudian ia mengambil segel resmi ayahnya, dan dengan hati-hati ia memasukkannya ke dalam saku bajunya, dan berangkat ke Kementerian Kehakiman untuk mengunjungi ayahnya di penjara.

Bersambung

Diterjemahkan Oleh: Aldi Surjana
Novel dinasti Ming „Kisah Kesatria dan Cinta“, atau A Tale of Chivalry and Love

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s