Bab 9 Sepasang Pedang Matahari dan Rembulan

aldisurjana_sepasang_pedang_matahari_dan_rembulan_jit_goat_siang_pokiam“Kongcu sepertinya salah alamat meminta bantuanku. Cayhe adalah petualang yang suka rela ikut dengan Laksamana Cheng Ho tanpa masuk menjadi pegawai kerajaan. Urusan kerajaan adalah urusan kongcu, apalagi kongcu adalah petugas dinas inteljen yang gerak geriknya seharusnya dirahasiakan, tidak diceritakan pada orang awam seperti cayhe”, jawab Temuyun siucay

“Cianpwe terlalu merendah. Mungkin aku juga tidak akan melihat tinggi Temuyun siucay kalau tidak mendengar cerita Ban Su To Niocu sendiri tentang kehebatan ilmu siucay yang dikatakan lebih hebat dari Ban Su To Niocu sendiri. Ban Su To Niocu juga saat ini sedang mengejar para pembunuh pawsu tersebut. Harap cianpwe maklum dan membantu.”

“Hahaha…Ban Su To Niocu terlalu merendahkan dirinya sendiri. Dia sendiri sebagai murid Ciu Locianpwe yang bekas ketua Gobi pai seharusnya mempunyai ilmu yang luar biasa. Kalau aku sendiri tidak berlatih tanding dengan Kong-ciak Sin-na (Cengkeraman sakti burung merak) miliknya, tentu aku juga tak akan tahu kalau sumber ilmunya berasal dari Ciu Locianpwe.”

“Bagaimana cianpwe, maukah anda membantu kami.”

“Hmmmm…. bagaimanapun aku tidak ingin mengkhianati prinsipku sendiri. Lagi pula dengan adanya Ban Su To Niocu dipihakmu, kongcu tak perlu bantuanku lagi. Maaf Toan kongcu, aku sendiri tidak ingin terlbat dengan urusan pemerintahan. Sekali lagi cayhe minta maaf.”

Sementara itu tibalah A Hu di pekarangan kediaman Temuyun siucay diantar oleh seorang pelayan menghadap.

Setelah menerima dan membaca surat dari Gan Bin To Siansing, tertawalah dia “Hahaha, dasar Binarto dari dulu tidak berubah, kalau ada mau nya baru kirim Arak tiok-yap-jing, dasar,dasar. Padahal dia tahu kalau aku tidak doyan minum arak !. “

Temuyun siucay adalah kawan karib nya Gan-Bin-To Siansing, jadi sudah terbiasa menyebut Gan-Bin-To Siansing dengan nama Binarto, walaupun Binarto Siansing sudah mendapat hadiah nama Han dari Kaisar, tetap saja dia tidak peduli.

“Oooo, rupanya kau datang karena urusan madu tawon asmara. Sayang sekali madu tawon asmara hasil pemberian Ban Su To Niocu simpananku sudah habis buat obat penyakit raja singa para pangeran yang hobi pelesiran. Satu-satunya orang yang masih memiliki madu itu sekarang hanyalah Ban Su To Niocu seorang. Maafkan aku, karena dimana adanya Ban Su To Niocu sendiri aku tidak mengetahuinya. Mungkin Toan kongcu ini bisa membantumu”, ujar Temuyun siucay kepada A Hu sambil memperkenalkan Toan kongcu yang duduk dihadapannya.

A Hu yang mendengar pemuda perlente dihadapannya itu dapat menolong tuan mudanya segera berlutut dan berkata,” Hamba A Hu dari dusun Bu-kee-cung memohon agar Toan kongcu bersedia menolong tuan muda hamba dari keracunan.”

“Hey…hey…aku sendiri tidak punya penawar racun, kenapa harus minta tolong padaku?” sahut Toan kongcu

A Hu yang masih berlutut menatap Temuyun siucay dengan bingung. Sambil tersenyum lebar Temuyun siucay menyahut,” Maksudnya adalah supaya kongcu bersedia membujuk Ban Su To Niocu supaya suka rela memberikan madu tawon asmara. Lagipula tidakkah tadi kongcu mendengar kalau anak ini berasal dari Bu-kee-cung, bukankah ini suatu kebetulan dan kebetulan seperti ini biasanya murupakan jodoh dari Thian. Anak ini pasti mengenal daerah sekitar Bu-kee-cung dan bisa mengantar kongcu mencari pencuri pusaka dengan lebih menghemat waktu.”

“Hmmm….” Toan kongcu berpikir sebentar sebelum menyahut,”Memang betul kata cianpwe. Baiklah, sekarang juga kita berangkat. Aku berjanji akan membantu membujuk Ban Su To Niocu. Tapi soal beliau mau atau tidak itu bukan urusanku.”

“Hahaha…. setahu cayhe Ban Su To Niocu walaupun angkuh tetapi bukanlah orang jahat. Aku yakin beliau pasti mau menolong anak ini.”

Temuyun siucay mengantar kedua orang tersebut kedepan halaman rumah. Toan kongcu dan A Hu memberi hormat pada Temuyun siucay sambil mengucapkan terima kasih lalu berlari menuju arah Bu-kee-cung. Supaya perjalanan lebih cepat, Toan kongcu mengerahkan ginkangnya sambil menarik tangan A Hu. Kontan A Hu berteriak kegirangan karena dia merasa seakan-akan terbang tidak menginjak tanah.

 

Bersambung

Cerita hasil keroyokan bareng anggota serialsilat.com: 23.10.2007
Aminus, B_man, Kucink, Mel, Tembuyun Belitong, Trulythe (Aldi Surjana), Toan_ie, dan Zetta

 

 

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s