Bab 10 Sepasang Pedang Matahari dan Rembulan

aldisurjana_sepasang_pedang_matahari_dan_rembulan_jit_goat_siang_pokiamLatar belakang tokoh – Temuyun siucay (fiksi)

Siapakah Temuyun siucay yang terkenal sebagai saudara angkat Ma Huan, orang kepercayaan Laksamana Cheng Ho? Desas desus banyak yang mengatakan bahwa beliau masih keturunan Temujin, mungkin karena kemiripan nama atau kah suatu kebenaran? Namanya juga desas-desus, kalau makin digosok jadilah gosip. Sebelum menjadi pembantu Laksamana Cheng Ho dan ikut berlayar ke negeri asing, Temuyun siucay dikenal sebagai Yu siucay (pelajar pengelana) rudin yang doyan bertualang kesana kemari.

Beliau aslinya berasal dari suku Uighur yang mayoritas beragama islam di daerah Sing Kiang. Keluarga beliau terkenal sebagai keluarga harum, dimana setiap anggota keluarganya mengeluarkan keringat yang berbau harum. Kakak beliau terkenal didunia kang-ouw berjuluk Siang Kongcu (tuan muda harum). Dimasa depan, salah seorang putri keluarga harum ini malah dipaksa oleh kaisar mancu untuk menjadi selirnya. Sayang sekali bagi Temuyun siucay, keringatnya justru berbau asem seperti orang biasa, sehingga beliau tidak betah diam di kampungnya mendengar olok-olok dari tetangga. Setelah berhasil lulus ujian negara, beliau bukannya ingin diangkat jadi pembesar negeri, malah memutuskan mengikuti para pedagang untuk mencari pengalaman melewati jalan sutera.

Dalam perjalanan inilah ketika melewati daerah Persia, Temuyun siucay bertemu dengan tokoh misterius aliran terang (Beng Kauw/Ming Gou). Beliau ini dikenal sebagai tokoh pelindung aliran terang yang telah lama mengundurkan diri karena dianggap murtad keluar dari agama majusi yang menyembah api dan memeluk agama baru dari daerah barat yang disebut islam. Selama pengasingan inilah tokoh aliran Beng ini menciptakan sebuah ilmu silat aneh yang diberi nama Pai It-Thian Kun Hoat (Silat menyembah Tuhan yang satu). Ilmu luar biasa ini diwariskannya kepada Temuyun siucay. Pai It-Thian Kun Hoat sendiri merupakan sejenis ilmu tiam-hoat (ilmu totok jalan darah) yang aneh. Dasar gerakannya adalah seperti menulis huruf di udara dengan gerakan menotok jalan darah, hanya saja huruf yang ditulis adalah huruf arab berdasarkan kitab suci islam yang jarang diketahui oleh orang di tionggoan. Lagi pula cara menulisnya bukan hanya dari kanan ke kiri saja, melainkan kadang juga dari atas ke bawah atau sebaliknya. Benar-benar ilmu tiam-hoat yang sangat aneh luar biasa.

Dengan bekal ilmu inilah Temuyun siucay berkelana didunia kang-ouw membantu orang-orang lemah dan tertidas terutama pada saat terjadinya perang saudara antara sesama pewaris kaisar Beng. Hanya saja saja nama Temuyun siucay tidak pernah menjadi pembicaraan kaum kang-ouw karena dia tidak pernah meninggalkan namanya saat bertindak.

Pada saat Laksamana Cheng Ho yang sedang mencari orang pandai untuk diajak berlayar kenegeri seberang, beliau memerintahkan tangan kanan kepercayaannya yang bernama Ma Huan untuk mengundang para petualang yang memiliki kepandaian.

Pada suatu hari, Ma huan secara kebetulan berjumpa dengan Temuyun siucay dan merasa cocok berteman. Malah akhirnya Ma Huan dan Temuyun siucay saling mengangkat saudara.

Karena memang pada dasarnya Temuyun siucay doyan berpetualang, otomatis sangat tertarik ikut serta ekspedisi ke negeri seberang yang di sponsori kekaisaran Beng. Temuyun siucay ikut ekspedisi Laksamana Cheng Ho dari awal hingga ekspedisi ke lima.

Dian Long merebut Goat Pokiam

Kembali ke cerita Bu Dian Long. Sebuah bungkusan kulit kambing yang berbentuk panjang pipih terjatuh dari pegangan seorang gadis berbaju hijau yang terjatuh tidak jauh dari tempat Dian Long berdiri.

Gadis yang berbaju hijau cepat berdiri untuk mengambil bungkusan tersebut, hanya saja dia masih kalah cepat dengan Bu Dian Long yang kulitnya telah berubah menjadi belang-belang kuning dan hitam. Benda panjang pipih yang terbungkus kulit kambing itu seketika diambil oleh Bu Dian Long.

Gadis baju hijau itu langsung berteriak khawatir,” Kembalikan barang milikku.”

Penasaran demi melihat kekhawatiran gadis baju hijau, tentu bungkusan itu merupakan benda berharga. Hal ini menjadikan Dian Long tidak sabaran membuka bungkusan dan terlihat sebuah pedang yang langsung diloloskan dari sarungnya oleh Dian Long. Memancar sinar temaram kebiruan dari batang pedang tersebut seraya diterangi sinar matahari.

Dian Long pernah mendengar desas-desus bentuk Jit Goat Siang Pokiam sebelumnya. Inikah Pedang pusaka rembulan yang terkenal itu pikir Dian Long sambil memandang pedang aneh itu. Goat Pokiam ternyata sebuah pedang yang lebih pendek dari pedang biasa, berwarna gelap dan memancarkan hawa dingin. Sisinya tidak lurus seperti pedang biasa melainkan berlekuk, hingga ada 7 lekukan seperti yang dihitung oleh Dian Long. Bagian tengahnya terlihat ukiran yang indah, ukiran ini belum pernah dilihat Dian Long seumur hidupnya dan sepertinya pembuat pedang ini bukanlah berasal dari tanah tionggoan. Yang lebih mengherankan lagi pedang tersebut hanya tajam diujung tapi tidak disisi, sisinya tumpul dan kasar. Terlihat jelas pedang itu belum selesai ditempa penuh oleh empu pembuatnya.

Bersambung

Cerita hasil keroyokan bareng anggota serialsilat.com: 23.10.2007
Aminus, B_man, Kucink, Mel, Tembuyun Belitong, Trulythe (Aldi Surjana), Toan_ie, dan Zetta

 

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s