Bab 17 | Rou Pu Tuan | Tikar Doa Dari Daging

aldi_surjana_rouputuan_rou_pu_tuan_the_carnal_prayer_mate_tikar_doa_dari_dagingSetelah melihat dengan mata kepala sendiri si Bandit Budiman tertawa terbahak-bahak.

‚Ia terkesima melihat kehebatan peralatanku dan tidak tahu, apa yang harus dikatakan‘, tebak si pemuda dalam kebisuan dan puas diri:

„Ini masih belum apa-apa. Setelah selesai bertempur, akan terlihat seperti ini, tapi sebelumnya, pada pertempuran – baru terlihat kehebatannya, kau akan terkagum.kagum!“

„Tidak perlu. Aku sudah cukup melihat, seperti keadaannya saat ini. Aku sudah tahu! Simpanlah alatmu kembali!“ kata bandit Kunlun memberi tanda dengan tangan dan tertawa terbahak-bahak.

„Saudaraku, bagaimana kau sampai tidak tahu ukuran! Modalmu hanya sepertiga dari ukuran modal lelaki normal! Dan dengan itu kau berani memasuki rumah orang dan mengoda istrinya? Haha! Dengan itu kau hanya bisa meraba-raba semaknya, tapi kau tidak akan mampu memasuki jalan ke gua kesenangannya!“

„Nah nah, sampai tidak berguna begitu juga alatku tidak, ia selalu membuktikan dengan baik. Mungkin karena kau memiliki alat yang sangat besar, jadi menganggap enteng punyaku. Aku bisa katakan padamu: Alatku ini bahkan kadang kala dari si cantik mendapat Ho tsai! Teriakan kekaguman!“

„Jangan sampai aku tertawa lagi! Sebuah Ho tsai? Mungkin pada seorang gadis perawan muda yang masih belum pengalaman, yang pertama kali dalam hidupnya melihat perkakas lelaki – Bisa saja ia menjadi terkagum-kagum. Diluar itu, seseorang yang sudah berkenalan dengan peralatan sekaliber punyaku, tidak akan menganggap perkakasmu“

„Apakah dengan itu kau mau mengatakan, bahwa alatku dalam ukuran dan kekuatan bahkan tidak dapat dibandingkan dengan yang rata-rata saja?“

„Tepat! Dan aku boleh mengatakannya, karena dalam hal ini aku adalah ahlinya. dan pemilaianku berdasarkan pengalaman yang panjang: Bukan hanya ratusan, bahkan ribuan kali melihat peralatan, tapi aku belum pernah menemui keduanya, – sebutan sopannya – yang begitu mungil seperti punyamu!“

„Coba singkirkan dulu lelaki-lelaki lain. Kita hanya bicarakan yang tiga saja, suami dari kedua si cantik dan si pedagang sutera. Bagaimana barangnya dibanding dengan yang punyaku?“

„Tidak lebih kuat, paling cuma dua kali lebih panjang dan dua kali lebih tebal“

Kali ini si pemuda tertawa terbahak-bahak.

„Sekarang ketahuan, Kau telah mengakaliku! Untuk menolak pekerjaan yang tidak menyenangkan, kau telah mengeluarkan cerita bohong! Izinkanlah aku: Selain kedua suami muda yang mungkin pernah kau lihat ketika kau memasuki rumahnya pada malam hari, tapi bagaimana kau bisa mengatakan, bahwa alatnya si pedagang sutera  dua kali lebih panjang dan dua kali lebih tebal daripada punyaku? Kau kan hanya pernah melihatnya sekali dijalan dan pada siang hari! Jadi?“

„Baik. Kedua suami muda memang benar aku melihatnya pada saat memasuki rumah dimalam hari. Mengenai si pedagang sutera, aku tahu dari cerita orang. Pada hari itu ketika aku pertama kali melihat istrinya, aku mencari informasi tentangnya dari tetangga sekitar, dan aku mendapat tahu nama dan pekerjaan suaminya. Lalu aku bertanya, bagaimana mungkin seorang wanita yang begitu cantik, mau diperistri oleh seorang suami gemuk dan kasar. Disitu aku mendapat keterangan, bahwa meskipun ia orangnya jelek, gemuk dan kaku, tapi memiliki peralatannya yang hebat, sehingga istrinya lebih mengutamakan kelebihan ini dan menutup kedua belah mata terhadap kekurangannya. Aku bertanya lebih jauh, berapa besar alatnya. Seorang tetangganya memberi jawaban, meskipun ia tidak mengukurnya, tapi ia pernah menyaksikan, bagaimana si suami pada suatu hari dimusim panas melepaskan pakaiannya, apa yang berayun kesanan kesini dibawah pusernya, mempunyai ukuran seperti sebuah pentungan. Jadi kau lihat, aku tidak menipumu, dan sekarang kau mengerti kenapa aku harus melihat ukuran alatmu dengan mataku sendiri.“

„Apakah itu satu-satunya yang membuat pria dan wanita bisa bersatu? sepertinya sih tidak, aku punya keyakinan, bahwa intelek dan kegantengan seorang lelaki juga punya peranan besar untuk membuat wanita menjadi tertarik dan tidak memperdulikan kekurangan lainnya? – Siapa tahu. Bagaimanapun aku memohon padamu demi persahabatan kita untuk tetap melanjutkan tugas yang sudah kau terima hingga selesai dan tidak meninggalkan aku begitu saja karena ada kekurangan.“

Bandit kunlun menggelengkan kepalanya dengan serius.

„Bisa saja, intelek dan kegantengan seseorang berguna pada awal petualangan cinta, sampai batas tertentu sebagai penyedap rasa, seperti jahe atau kurma yang dibubuhkan pada obat pahit untuk memudahkan menelannya. Setelah ditelan si pasien hanya menunggu obatnya bekerja. Ia tidak akan memikir menjadi pecinta jahe atau kurma oleh karenanya, yang hanya sampingan. Begitu juga dengan petualangan cinta. Tentu saja intelek dan kegantengan memudahkan dalam pendekatan pujaan hati, ia berfungsi sebagai tiket masuk. Tetapi setelah masuk, semuanya tergantung pada kenyataan kelelakiannya. Apakah kau pikir seorang pasangan diantara selimut dan bantal mengharapkan esai atau puisi keluar dari perut seorang lelaki? Jika kau dalam pertempuran ranjang tidak menonjolkan kelelakianmu dan gagal, maka ia tidak akan menganggap keintelekan, kegantengan dan kejentelmenanmu dan secepatnya memutuskan hubungan. Dan sebuah nasihat baik untukmu: Jika kau setelah mati-matian berhasil mendapatkan wanita yang kau sukai, maka cukuplah dengan satu itu, kau harus membinanya, menjadikannya hubungan murni dengan cinta dan harmoni.

Singkat kata, kau harus menjadikannya istrimu. Apalah gunanya bagimu merepotkan diri dengan petualangan cinta, buang-buang waktu percuma, karena alam hanya melengkapi dirimu dengan modal lemah, kau tidak akan mampu menjalaninya. Ambillah contoh padaku, bagaimana aku merampok: Jika aku sudah memutuskan akan memasuki rumah hartawan, maka paling sedikit harus kuperoleh 1000 keping uang perak. Itu harus kulakukan demi gengsi dunia hitamku. Dengan hasil rampokan yang hanya sepele, itu tidak akan kulakukan. Itu dibawah martabatku.

Sekarang kau bayangkan situasi pasanganmu. Tahukah kau, halangan apa saja yang harus diliwati si malang untuk mengalahkan rasa takut dan heboh, sebelum ia berselingkuh denganmu dibelakang punggung suaminya? Tentu saja untuk pengorbanannya ia mengharapkan darimu sepuluh kali lipat, tidak, seribu kali lipat kepuasan sebagai ganti rugi. Jika kau mengecewakannya dan tidak berhasil memuaskannya, yah, maka tidak lebih tidak kurang, bagaikan hubungan singkat antara ayam jago dengan ayam biang. Hubungan semacam itu sangat merugikannya. Dan untuk petualangan sesingkat itu ia harus mempertaruhkan martabat dan kehormatannya, bahkan menghancurkan kehidupannya? Pasti kau tidak akan tega melakukannya, bukan?

Temanku, jangan kau marah padaku, jika aku mengatakan yang sejujurnya padamu: Dengan ‚modal‘ yang sekecil itu dan sedikit kekuatan, yang kau miliki, itu hanya cukup untuk kebutuhan rumah tangga biasa, sebaiknya kau hemat untuk istrimu! Menyerahlah, tidak perlu kau malang melintang di dunia kangow! Jangan bodoh dan membuat dirimu menjadi bahan tertawaan dengan ambisimu! Hentikanlah, menguber-uber istri dan anak gadis orang dan mengambil kehormatannya! Dengan itu kau hanya akan memanen kutukan dan pembalasan dendam untuk dirimu! Bagaimanapun aku tidak dapat membantumu.

Sekali lagi, jangan kau membenciku karena kata-kataku yang sejujurnya! Secara alamia aku selalu mengatakan langsung apa adanya yang kupikir dan kasar. Jangan kau mengira aku mau mengelak dari tugas seorang sahabat. Aku hanya bermaksud baik padamu dan selalu siap untuk membantumu dalam hal lain. Seandainya kau butuh uang atau pakaian – silakan, kau bisa mendapatnya dariku, sebanyak kau mau. Tetapi dalam kasus petualangan cinta, dengan sangat menyesal aku tidak dapat membantumu.“

Si pemuda berpikir dalam hati. Sebuah penolakan dan pembatalan yang kasar, Jadi, dengan apa yang ada direlung hatiku tidak akan terkabul. Hadiah uang dan pakaian?  Apalah gunanya bagiku?Selain itu, itu kan barang curian. Menerima barang begituan nantinya bisa masalah.

Ia berdehem dan dengan suara dingin berkata:

„Terimakasih, tapi kau tidak perlu menghabiskan uangmu untukku. Meskipun kas perjalananku tidak terlalu banyak, tapi tidak kekurangan. Dan juga pakaianku masih cukup“

Bandit Kunlun bangun, mengucapkan sedikit kata-kata menghibur dan permisi pergi. Si pemuda tidak berusaha menahan temannya. Untuk sementara ia tidak mampu menjadi tuan rumah yang baik. Suasana hatinya sedang berantakan. Tentu para pembaca yang budiman ingin tahu, apakah si pemuda mengambil hati dari kata-kata temannya dan telah berubah atau tidak. akan kalian ketahui di bab selanjutnya.

Bersambung

Diterjemahkan Oleh: Aldi Surjana

Novel dinasti Ming Rou Pu Tuan, atau The Carnal Prayer Mat

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s