Bab 11 Sepasang Pedang Matahari dan Rembulan

aldisurjana_sepasang_pedang_matahari_dan_rembulan_jit_goat_siang_pokiam”Nanti aku akan memperlihatkan pedang ini pada Gan Bi To Siansing. Beliaukan sering berpergian ke negeri asing dan banyak melihat hal aneh. Beliau kemungkinan besar mengenal asal pedang aneh ini”, pikir Dian Long.

Bu Dian Long sama sekali tak menyangka kalau Goat Pokiam dibuat ditanah asal Gan Bi To Siansing di Pulau Jawa dan biasanya disebut oleh orang setempat dengan nama keris. Tak disangkanya pula kalau senjata yang digenggamnya itu mempunyai riwayat berdarah mengerikan. Pembuat keris itu sendiri mati dibunuh oleh pemesan keris dengan menggunakan keris yang belum selesai dibuatnya olehnya sendiri. Sebelum mati pembuat keris mengutuk pembunuhnya kalau keris yang belum selesai ditempa itu akan membunuh si pemesan beserta 7 keturunan anggota keluarganya.

Kutukan itu ternyata menjadi kenyataan, dimana si pemesan yang nantinya naik tahta menjadi Raja kemudian terbunuh oleh keris yang belum selesai ditempa tersebut. Begitu juga dengan 7 keturunannya yang saling berebut tahta tewas karena tertikam oleh keris yang sama. Raja keturunan terakhir merasa keris pusaka keluarganya tersebut terlalu mengerikan untuk dipakai olehnya, sehingga memutuskan untuk menyimpannya di ruang penyimpanan pusaka kerajaan.

Ketika Kaisar Mongol dinasti Goan(Yuan) Kubilai Khan mengutus seorang jenderalnya yang bernama Meng Ki ke tanah jawa untuk memaksa Raja tanah jawa tersebut mengakui kekuasaan kekaisaran Mongol, Raja jawa yang merasa terhina memotong kuping Jenderal Meng Ki. Meng Ki merasa sakit hati dan sebelum pergi meninggalkan tanah jawa ia menyuruh 4 orang pengawalnya yang memiliki ilmu silat tinggi mencuri benda pusaka yang paling berharga di dalam kamar penyimpanan pusaka keraton raja jawa. Penjaga kamar penyimpan pusaka raja ternyata orang yang berilmu sangat tinggi. Sedirian dia mampu menghadapi 4 pengawal Meng Ki tanpa kesulitan, malah berhasil membunuh 3 diantaranya. Satu orang pengawal Meng Ki berhasil lolos dengan luka parah sambil membawa sebatang keris yang dicuri dari kamar penyimpanan pusaka. Setelah menyerahkan keris tersebut pada Meng Ki, ia pun ikutan tewas menyusul rekannya.

Meng Ki yang pulang kembali ke tanah tionggoan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada Kaisar Kubilai Khan sambil mempersembahkan benda pusaka berupa keris yang berhasil dicuri tersebut kepada Khan yang agung. Walaupun belum selesai ditempa dan sisinya masih tumpul, keindahan ukirannya tiada taranya. Lagi pula dengan hawa dingin dan cahaya temaram kebiruan yang dihasilkannya membuktikan kalau keris tersebut adalah senjata pusaka. Khan yang agungpun memutuskan untuk menyimpannya secara pribadi. Karena gagangnya yang aneh bagi orang tionggoan yang biasanya bergaman pedang dan golok, Khan yang agung memerintahkan seorang pandai besi istana untuk mengganti gagang keris tersebut dengan gagang baru berupa gagang pedang yang juga berukir indah. Jadilah keris tersebut menjadi sebilah pedang aneh tiada duanya dan diberi nama baru oleh kaisar mongol sebagai Goat Pokiam.

Sewaktu dinasti Goan berhasil dihancurkan dan digantikan oleh dinasti Beng, Goat Pokiam turut menghilang dari istana kaisar. Entah dari mana datangnya, tahu-tahu Goat Pokiam muncul bersamaan dengan Jit Pokiam dan dijadikan sepasang pedang pusaka perebutan kaum kang-ouw.

Hawa dingin yang dipancarkan pedang pelahan menyusup ke tubuh Dian Long melalui tangannya yang menggenggam pedang. Walaupun Dian Long merasa kepalanya panas membara karena nafsu birahi yang ditimbulkan tawon asmara, tapi hawa dingin pedang justru mendinginkan hatinya dan membuatnya bisa mengendalikan birahinya. Bu Dian Long merasa cocok dengan pedang ini, karena ia bisa memanfaatkan lweekang luar biasa dari tawon asmara tanpa kehilangan kendali akibat nafsu birahi.

Sungguh aneh bila memandang Bu Dian Long sambil bergaman Goat Pokiam. Seorang pemuda berkulit belang-belang kuning hitam sedang menggenggam pedang pendek berlekuk aneh yang memancarkan hawa dingin. Bagaikan tawon raksasa yang memegang penyengatnya dengan tangan

Ketika Dian Long menyimpan pedang kembali kedalam sarungnya, tiba-tiba sekelebat bayangan orang berbaju putih menyambar ke salah satu gadis Jit-tok Hoa berbaju kuning yang juga terbanting roboh oleh pukulan Dian Long. Tanpa disadari si baju kuning, orang berpakaian putih itu sudah mengambil bungkusan kulit kambing yang juga terjatuh dari dalam baju luar gadis berbaju kuning dan kemudian terbang ke arah Dian Long sambil berseru,” Serahkan Goat Pokiam!”

Kaget Dian Long dengan serangan yang menimbulkan pukulan bercuit keras itu, seketika Dian Long mengangkat tangan kanannya yang kosong memapak serangan itu dengan tapaknya.

Duaarrrrr….!!!!

Dian Long tergetar mundur sampai 3 tindakan, tetapi lawannya yang berbaju putih itu mencelat mental dan terhempas keras. Kaget ia akan tenaga lawan yang berlipat diatas tingkatannya sambil memuntahkan sedikit darah karena benturan itu mengguncang isi dadanya.

Dian Long bengong menatap seorang perempuan cantik dan anggun dihadapannya memegang bungkusan kulit kambing pipih panjang ditangan kirinya. Wajah wanita itu putih bersih dan mulus dengan mata mencorong angkuh bagaikan orang disekitarnya tidak lebih dari hamba sahaya. Wanita jelas jauh lebih kuat daripada Hwesio cabul yang dihadapinya tadi.

Wanita itu menunjuk ke arah Dian Long sambil berkata,“ Maling hina! setelah mencuri makan tawon asmaraku yang langka, lalu sekarang kaupun ingin mencuri Goat Pokiam!!”

Bersambung

Cerita hasil keroyokan bareng anggota serialsilat.com: 23.10.2007
Aminus, B_man, Kucink, Mel, Tembuyun Belitong, Trulythe (Aldi Surjana), Toan_ie, dan Zetta

 

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s