Bab 21 | Jin Ping Mei | Petualangan Ximen Dan Enam Istrinya

aldi_surjana_jinpingmei_jin_ping_mei_the_plum_in_the_golden_vase_petualangan_ximen_dan_enam_istrinya_bahasa_indonesia_aldi_surjana_golden_lotus_aldisurjanaWu Song salah tangan membunuh Agen Li

Ketika Wu Song pada keesokan harinya dengan penuh kepercayaan menghadap di Yamen, ternyata surat dakwaannya dikembalikan oleh mandarin pengadilan dengan keterangan ‚Urusan tidak jelas‘. Setelah ke luar ruang sidang, Wu Song yang hatinya sangat geram, langsung menuju ke Toko obat milik Ximen, ia akan menangkap dan menghukum Ximen  dengan tangannya sendiri.  Di ruang kasir, ia melihat Pengurus Fu, ia langsung menyerbu masuk dan dengan kasar bertanya.:“Mana tuan besarmu? Dan sejak kapan ia membawa iparku ke rumahnya?“

„Tuan komandan, tolong jangan langsung galak, aku cuma seorang pegawai dengan gaji dua Ons uang perak sebulan. Mana aku tahu apa yang terjadi di belakang tirai kamar tidurnya, Aku hanya tahu satu hal, yaitu tuan Ximen  sedang bepergian dengan kenalannya ke kedai arak yang di jalanSinga.“ Wu Song melonggarkan cekalan dan membebaskan Pengurus Fu. Dengan langkah lebar ia menuju ke jalan Singa.

Di lantai atas kedai arak yang dimaksud, Ximen  sedang duduk bersama dengan seorang pegawai sekretaris pengadilan Yamen, yang biasa disebut sebagai „Agen Li“, seorang penjual ‚berita tukar uang‘. Ia menemui Ximen  untuk menjual berita tentang penolakan dakwaan Wu Song. Ximen  menghadiahkannya lima Ons uang perak dan makan minum sepuasnya di kedai arak. Sedang enak-enaknya minum, tanpa sengaja dari jendela Ximen  melihat Wu Song memasuki kedai, jelas sekali ekspresi wajahnya yang penuh dendam. Tahu urusan tidak menguntungkan, cepat ia menyembunyikan diri di ruang belakang lantai atas.

Sementara itu Wu Song sudah masuk. „Apakah Ximen  ada di sini?“ tanyanya pada Pengurus kedai.

„Ia duduk di atas bersama seorang kenalannya“

Setibanya di atas, ia melihat Agen Li yang ia kenali dari pengadilan Yamen. Pasti ia membawa berita atas penolakan dakwaannya. Kemarahannya naik ke ubun-ubun, ia langsung mendekati sambil membentak: „Hei, Kau! di mana kau sembunyikan Ximen, cepat katakan, atau kau akan berkenalan dengan kepalanku!“

Saking ketakutan, Li diam tak dapat bicara. Tentu saja hal itu membuat Wu Song tambah marah. Wu Song menendang meja hingga terbalik, diiringi suara riuh rendah pecahnya piring, mangkuk. Li mencoba untuk kabur, tetapi terlambat, Wu Song sudah keburu mencengkeramnya. „Ke mana?, Kalau kau tak mau bicara, biarkan kepalanku yang bicara!“ Wu Song langsung memukul muka Li, yang meraung raung kesakitan.

„Tuan Ximen  baru saja keluar!“, jawab Li. Tetapi Wu Song tak dapat menahan rasa marah lagi, sekali dorong jendela terbuka, dan pada detik lainnya, tubuh Li sudah di luar jendela dalam cengkeraman tangan Wu Song yang kuat. „Kau ingin kabur, silakan!“ Terdengar suara tumpul tubuh jatuh ke atas jalanan. Wu Song segera menerjang ke belakang kedai untuk mencari Ximen.

Dari tempat persembunyiannya Ximen  sempat mendengar suara ribut di dalam kedai, dengan sekali loncat ia menyeberang ke rumah sebelah. Karena yakin Wu Song tak dapat menemuinya berkat tipuan Agen Li, maka cepat ia menuruni tangga, ke luar ke jalan. Di situ ia melihat Li dalam keadaan setengah mati, hanya matanya yang masih bergerak-gerak. Dalam kemarahan yang sudah tak dapat dibendung lagi, Wu Song menghadiahkan dua kali tendangan lagi pada Li, berbarengan dengan hembusan napasnya yang terakhir, nyawanya  pun melayang.

Tentu saja, jalan Singa menjadi panik, dan di seluruh penjuru kota kejadian tersebut menjadi bahan pembicaraan. Dan seperti biasa dalam hal seperti itu, beritanya pun dilebih-lebihkan, bahwa yang dihajar mampus oleh Wu Song adalah Ximen.

Bersambung

Diterjemahkan Oleh: Aldi Surjana
Novel dinasti Ming „Jin Ping Mei“, atau The Plum in the Golden Vase

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s