Bab 18 | Rou Pu Tuan | Tikar Doa Dari Daging

aldi_surjana_rouputuan_rou_pu_tuan_the_carnal_prayer_mate_tikar_doa_dari_dagingKekurangan di bagian tubuhnya membuat si pemuda frustasi

Dibawah tekanan kata-kata serius temannya yang berpengalaman, membuat teman pemuda kita kehilangan kegembiraannya. Keadaannya begitu terpukul, hingga ia merasa seperti mati. Ia menjadi malas berbicara dan menolak makanan. Ia hanya duduk apatis dikamarnya dan melamun.

‚Aku sekarang berumur 20 tahun dan tubuhku tumbuh dengan baik, tapi kenapa justru pada bagian itu tumbuhnya sangat merana? -Dan selama ini meskipun aku punya mata tapi aku buta! Temankulah yang membuka mataku. – Memang selama ini aku tidak begitu memperhatikannya. – Aku telah mempelajari semua yang bisa aku pelajari dan telah melihat semua yang aku bisa lihat, tapi mengenai apa yang disembunyikan mahluk lelaki di celananya dan tidak diperlihatkan secara umum, tidak pernah ada didalam benakku untuk melakukan penyelidikan anatomi dan membuat perbandingan. – Meskipun sekali-kali pernah melakukannya dengan anak lelaki penghibur, dimana masing-masing bisa memperhatikan bagian depannya, biasanya anak lelaki seperti itu masih sangat muda dan hanya dilengkapi dengan bagian depannya yang lebih kecil daripada punyaku, sehingga aku menganggap punyaku besar. Juga aku pernah melakukannya dengan teman sekolahku yang seumur denganku, disitu aku melihat bagian depannya sama besar dengan punyaku, sejak itu aku sudah terbiasa dan menganggap kepunyaanku berukuran normal. – Kemudian datang temanku yang penuh pengalaman, menghancurkan ilusiku dan mengatakan, bahwa dari sekian tahun pengalaman mengintip kamar tidur orang, ia tidak pernah melihat yang begitu mungil seperti punyaku! – Jadi itulah keadaan sesungguhnya! Betul-betul sebuah kesadaran yang sangat pahit bagiku! – Apa gunanya barang itu bagiku? Hanya sampah yang tak berharga! – Di sisi lain istriku dirumah mendapat kepuasan darinya, dan jika aku sekali kali mencoba melakukannya di rumah bordil atau dengan dayang seseorang, terlihat mereka tidak merasa kecewa atau tidak puas, bahkan sebaliknya. Dengan begitu barangku sama sekali bukan barang tak berguna, seperti yang dikatakan temanku. –  Apakah mungkin sebenarnya ia hanya membuat alasan untuk menolak tugas yang sudah dijanjikannya?‘ Jadi begitulah jalan pikiran si pemuda

Sejak saat itu ia mempunyai kebiasaan aneh: Jika ia bersama teman-teman sekolahnya mengerjakan persiapan ujian atau membuat pekerjaan rumah dan temannya ingin ke WC, membuang air kecil atau air besar, ia selalu menggunakan kesempatan itu untuk memperhatikan barang temannya dan membandingkan dengan punyanya.

Hal yang sama juga dilakukannya pada lelaki tak dikenal, yang sedang membuang air di alam bebas atau di WC umum. Tidak lupa ia sesekali meliriknya. Setelah cukup banyak ia melakukan pengawasan, akhirnya ia harus mengambil kesimpulan yang menyedihkan, bahwa temannya benar-benar tidak berlebihan: Baik pada teman sekolahnya dan kenalannya juga orang asing tak dikenal, ia tidak pernah menemukan bagian depan yang begitu kecil dan mungil seperti miliknya! Semua lelaki yang ditemuinya mempunyai perlengkapan yang lebih baik daripada dirinya! Sekarang baginya tidak ada keraguan lagi: Temannya benar dan tidak menipunya.

Tidak berguna! teriaknya yang menggemah ke gendang telinganya dan tertanam di otaknya. Kepercayaan dirinya yang begitu tinggi, luluh bagaikan gunung es yang mencair dan berubah menjadi genangan keruh yang dipenuhi perasaan sengsara rendah diri.

Penuh penyesalan tetapi pasrah, ia menyelesaikan penilaian dirinya sendiri:

‚Sebuah pil pahit yang yang harus kutelan dari temanku yang berpengalaman! Kata demi kata adalah pil yang sangat pahit, tapi pil yang menyembuhkan! Masih untung, bahwa kata-kata tersebut keluar dari mulut temanku yang berpengalaman dan bukan dari seorang wanita! -Tidak bisa dibayangkan!- Untuk selanjutnya aku harus menghindari agar hal yang memalukan itu tidak sampai terjadi! Mulai saat ini tidak ada lagi petualangan dan menguber-uber wanita! Aku akan menjadi jinak dan sopan! Seluruh kesadaranku, seluruh kekuatanku mulai saat ini hanya akan kugunakan untuk studi dan keberhasilan ujian dan karir. Jika aku sudah berhasil mendapat jabatan yang baik, maka aku mencari beberapa gadis muda baik-baik yang belum berpengalaman dalam urusan cinta untuk teman tidurku. yang baginya aku adalah orang pertama, yang tidak akan mentertawakan diriku, bahkan mungkin mengagumi diriku. Untuk apa menguber-uber wanita cantik yang banyak permintaannya dan membuang-buang waktu, uang dan tenaga? Untuk apa mengeluarkan banyak uang untuk dupa dan arca buddha sekedar hanya untuk cinta yang sia-sia? Ini harus dihentikan!‘

Dengan itu, selesailah sudah ia menyusun rencana hidupnya. Dan segera membuat perubahan besar dengan dirinya. Sejak detik itu ia terbebaskan dari tekanan keinginan untuk melakukan petualangan cinta, yang merupakan beban bagi dirinya. Ia mendapat ketenangan.  Dari seorang pemuda nekad, ia tiba-tiba berubah menjadi seorang pemuda yang mampu menahan diri.

Meskipun ia tetap tinggal di kamar tamu kuil, tapi ia benar-benar menggunakannya sebagai kamar studi yang tenang. Para wanita yang setiap hari banyak keluar masuk kuil untuk memberi kurban kepada dewa cinta, tidak diperhatikannya lagi. Bila sekali-kali ia mencari udara segar dan sedikit bergerak, dan bertemu dengan mahluk perumpuan di pekarangan kuil, maka ia langsung menghindar dan dengan penuh perasaan malu kembali ke kamarnya. Dalam pakaian musim panasnya yang tipis ia merasa malu bila ditatap wanita, ia khawatir, para wanita bisa mengintip bagian tubuhnya yang tidak sempurna dan diam-diam mentertawakan dirinya. Buku hariannya yang biasa selalu berada dalam kantong lengan bajunya, sudah ia simpan di bagian bawah kopernya. Ia sudah lama melupakannya. Jika di jalan ia berjumpa dengan wanita, maka ia menundukan kepalanya atau melihat kearah lain dan mempercepat langkahnya untuk meliwatinya.

 

Bersambung

Diterjemahkan Oleh: Aldi Surjana

Novel dinasti Ming Rou Pu Tuan, atau The Carnal Prayer Mat

aldi, the, surjana, aldisurjana, rouputuan, rou, pu, tuan, carnal, prayer, mat, bahasa, indonesia, li, yu, tikar, doa, dari, daging,

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s