Bab 12 Sepasang Pedang Matahari dan Rembulan

aldisurjana_sepasang_pedang_matahari_dan_rembulan_jit_goat_siang_pokiamTerkejut Dian Long mendengar kata-kata itu. Setahunya tawon asmara dipelihara oleh tokoh yang terkenal puluhan tahun yang lalu bernama Ban Su To Niocu. Kalau Ban Su To Niocu malang melintang 30 tahun yang lalu, paling tidak usianya sekarang sekitar 50 tahunan. Tapi menurut taksiran Dian Long, wanita ini paling tua baru sekitar 30 tahun. Ragu-ragu Dian Long hendak menjawab.

Wanita itu langsung menukas,” Siapa lagi ditanah tionggoan yang memelihara tawon asmara selain aku, Ban Su To Niocu! Kau pikir cuma kau seorang yang pernah memakan tawon asmara? Sungguh ceroboh kau mencuri dan memakan tawon asmara, tahukah kau kalau hidupmu tinggal 3 bulan lagi?”

“Ma’afkan siawte yang tidak mengenal Locianpwe yang mulia”, kata Bu Dian Long

Mendengar kata-kata Dian Long, wajah wanita itu terlihat keruh. Seketika Dian Long sadar atas kesalahannya. Wanita manapun tentu tidak suka disebut sebagai orang tua, walaupun sudah umuran dan bangkotan keriput. Segera Dian Long menyambung,” Niocu bilang selain siawte masih ada orang lain yang pernah memakan tawon asmara, apakah orang itu Niocu sendiri? Tapi mengapa tenaga Niocu tidak……”

Wajah Ban Su To Niocu kembali seperti sedia kala sambil menjawab.

“ Orang tolol sepertimu mana mengerti ilmu hayati, tahukah kau kalau laki-laki dan wanita punya hormon yang berbeda? Walaupun efek sengatan tawon asmara pada laki-laki dan wanita sama saja tapi kalau memakannya jelas beda. Selain kulit belang dan efek mata keranjangmu itu muncul pada kedua jenis kelamin, efek lainnya tidak lah sama. Kalau pada lelaki akan timbul lweekang yang tingginya berlipat, pada perempuan justru menjadi obat awet muda. Aku memakan tawon asmara 25 tahun yang lalu, menurutmu bagaimanakah tampangku sekarang?”

“ Aih…” Terdengar sura pekikan lirih dari keenam gadis yang berdiri hanya mendengarkan Dian Long dan Ban Su To Niocu berbicara. Perempuan manapun pasti tertarik pada obat awet muda, apalagi mereka melihat bukti langsung didepan mata. Wajah ke enam gadis itu terlihat sangat tertarik dengan obat awet muda Ban Su To Niocu. Walaupun mereka melihat benda terbungkus kulit kambing itu ada ditangan Ban Su to Niocu, mereka tidak berani bertindak gegabah.

“Huh, jangan harap kalian mendapatkan tawon asmara. Dari sekian banyak tawon peliharaanku, tawon asmaraku hanya tinggal seekor dan itupun sudah dimakan oleh pemuda tolol itu”, kata Ban Su To Niocu sambil menjengek pada ke enam gadis tersebut.

“Lagi pula kalau makan tawon asmara tanpa penawar, tentu akan menghadap Giam-lo-ong dalam waktu 3 bulan kedepan” Lanjut Ban Su To Niocu.

“Siawte sudah memesan resep obat penawar Yo-bi-su, dan dalam waktu dekat siawte pasti akan mendapatkan Yo-bi-su itu”

“Huh…memang kalau makan resep obat penawar Yo-bi-su dapat menghilangkan pengaruh racun tawon asmara termasuk lweekang luar biasa yang kau punya. Tapi apa kau tidak sayang melepas tenaga sakti yang langka itu begitu saja?

Tentu saja Dian Long merasa sayang, hanya saja apa yang harus dilakukannya?

“Apa kau pikir selama 25 tahun kenapa aku masih hidup dan awet muda begini tanpa sebab tertentu?” Tanpa menunggu jawaban Ban Su To Niocu melanjutkan ucapannya.

“Penyebabnya adalah madu tawon asmara yang dicampur obat penawar Yo-bi-su bisa menghilangkan racun tawon tanpa menghapus lweekang bagi lelaki dan awet muda yang didapat bagi perempuan. Jika kau mau memberikan Goat Pokiam kepadaku, akan aku serahkan madu tawon asmara yang sudah dicampur dengan obat Yo-bi-su kepadamu. Bagaimana?”

Air muka Bu Dian Long terlihat bingung dengan pilihan ini, tapi Ban Su To Niocu melihat jelas kalau kulit belang Dian Long perlahan memudar selama mereka berdua berbicara panjang lebar. Rupanya perhatian Dian Long mulai beralih dari nafsu birahi.

Cepat Ban su To Niocu melanjutkan taktik mengulur waktu, karena tahu kekuatan utama Dian Long sangat bergantung pada lweekang racun tawon asmara.

“Ngomong-ngomong siapa namamu?”

“Siawte Bu Dian Long dari Bu-kee-cung”, jawab Dian Long

“She Bu dari Bu-kee-cung? Bukankah turun temurun Cungcu (kepala kampung) dari Bu-kee-cung adalah keluarga Bu keturunan dari Siang-Yang Siang-Liong (sepasang naga dari Siang-Yang) Bu Tun-Ji dan Bu Siau-Bun murid Kwee Ceng Tayhiap?”

Terkejut Dian Long mendengar ucapan ini. Jarang sekali ada orang yang mengetahui silsilah keluarganya.

Bersambung

Cerita hasil keroyokan bareng anggota serialsilat.com: 23.10.2007
Aminus, B_man, Kucink, Mel, Tembuyun Belitong, Trulythe (Aldi Surjana), Toan_ie, dan Zetta

 

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s