Bab 13 Sepasang Pedang Matahari dan Rembulan

aldisurjana_sepasang_pedang_matahari_dan_rembulan_jit_goat_siang_pokiam“Julukan Ban Su To (berpengetahuan selaksa) cocok sekali dengan Niocu. Memang keluarga Bu kami masih keturunan Bu bersaudara murid Kwee Ceng Tayhiap dan Cungcu sekarang adalah Toa-siok (paman) siawte sendiri, Paman Bu Kiong. Setelah moyang kami Bu bersaudara gugur membela kota Siang-Yang, keluarga Bu kami masih tetap berjuang untuk mengusir bangsa mongol dari tanah tionggoan. Pada saat bangsa mongol terusir dan dinasti Beng berdiri, kakek Bu berpesan kepada anak keturunannya agar tinggal di Bu-kee-cung tanpa mencampuri urusan politik dan dunia kang-ouw”, jelas Bu Dian Long.

“Mencampuri urusan politik dan dunia kang-ouw? Emangnya keluarga Bu kalian itu punya kemampuan apa? Apa itu Siang-Yang Siang-Liong? Bu bersaudara moyangmu itu tidak lebih dari gentong kosong yang keberatan nama julukan, malah memalukan nama besar Kwee Tayhiap. Apalagi kalau dibandingkan dengan nama keponakan Kwee Tayhiap, Yo Ko yang berjuluk Sin Tiaw Hiap (Pendekar Rajawali Sakti). Nama Bu bersaudara cuma keroco tak ada artinya!” ejek Ban Su To Niocu.

Merah padam muka Bu Dian Long mendengar leluhurnya diejek sedemikian rupa.

Ya, merah padam. Karena belang di wajah Dian Long sudah pudar seluruhnya. Rupanya ejekan Ban Su Ti Niocu bertujuan mempercepat hilangnya pengaruh racun tawon asmara. Sebagai pemelihara, Ban Su To Niocu tentu mengerti sifat-sifat dan pengaruh racun tawon asmara. Nafsu marah Bu Dian Long rupanya mempercepat hilangnya nafsu birahi.

“Leluhurku Bu bersaudara memang tidak dapat menyaingi kebesaran nama Kwe Tayhiap dan Yo Tayhiap, tapi paling tidak jiwa patriot mereka tidak kalah dibandingkan Chu Goan Chiang!” balas Dian Long membela leluhurnya.

Terkesiap juga Ban Su To Niocu mendengar kata-kata Dian Long yang menyinggung nama kaisar pertama dinasti Beng yang juga terhitung pamannya. Walaupun Dian Long tidak mengetahui kalau she (marga) Ban Su To Niocu adalah she Chu, tapi kata-kata ini menyinggung keangkuhan Ban Su To Niocu yang merasa dirinya berdarah bangsawan.

Tiba-tiba terdengar suara tawa terbahak-bahak dan dari arah hutan berjalan seorang kakek berpakaian perlente diikuti seorang gadis yang berjalan dibelakangnya.

“Hahaha….30 tahun tidak berjumpa, malah sekarang melihat Ban Su To Niocu sedang berdebat dengan seorang bocah. “

Melihat kedatangan kakek ini, Ban Su To Niocu tidak jadi menggebrak Dian Long.

Keenam gadis Jit-tok Hoa berlutut didepan kakek itu sambil berkata

“Suhu, Teecu memberi hormat”

Disambung kemudian oleh nona nomor dua dari Jit-tok Hoa, Hoa-Gan Sia-Hun mewakili sumoay-nya.

“Teecu sekalian sudah berhasil merampas kedua pusaka dari para piawsu, tetapi kemudian dua orang ini merebutnya dari kami”

Hehehe….kalau Ban Su To Niocu sudah turun tangan, kalian bisa apa? Sudahlah, biar selanjutnya aku yang urus,” Kata si kakek sambil tertawa.

Ke enam nona mengucapkan terima kasih sambil bangkit dan menghampiri nona yang berada dibelakang kakek tersebut.

“Kiam Hoa suci, engkau tidak apa-apa?”
“Kiam Hoa suci, apakah engkau terluka?”

Mereka berbarengan bertanya kepada nona yang ternyata Cui Beng Kiam Hoa adanya.

Rupanya ketika sedang mencari 6 saudaranya dia bertemu dengan gurunya Tee-It Thian-Mo, kemudian bersama-sama mencari ke enam Jit-tok Hoa yang lain.

“Ah, namanya Kiam Hoa rupanya”, pikir Dian Long sambil memperhatikan sosok kakek yang baru datang dengan seksama.

“Niocu, bukankah bungkusan yang kau pegang itu salah satu dari Jit Goat Pokiam?” tanya Tee-It Thian-Mo asal-asalan seperti tidak perduli. Padahal matanya mencorong menatap bungkusan ditangan Ban Su To Niocu dan pedang ditangan Bu Dian Liong.

“Kau mengirim murid-murid mu untuk merampas barang hantaran yang kumiliki. Tentu saja kau sudah tahu benda apa yang kupegang sekarang, hanya saja aku heran, darimana kau mendapat kabar hantaran rahasia ini?” kata Ban Su To Niocu.

Bersambung

Cerita hasil keroyokan bareng anggota serialsilat.com: 23.10.2007
Aminus, B_man, Kucink, Mel, Tembuyun Belitong, Trulythe (Aldi Surjana), Toan_ie, dan Zetta

 

 

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s