Bab 20 | Rou Pu Tuan | Tikar Doa Dari Daging

aldi_surjana_rouputuan_rou_pu_tuan_the_carnal_prayer_mate_tikar_doa_dari_dagingSambil bertekuk lutut ia memohon kepada Tabib pengembara untuk dioperasi.

Setelah membaca surat selebaran Tabib pengembara, Siucai-sebelum-tengah-malam cepat kembali ke kamar studinya, berganti pakaian, membuka kopernya, mengambil uang perak, memasukannya kedalam kotak kartu nama, yang biasa dibawa oleh pelayannya dan pergi berkunjung ke tempat tinggal Tabib pengembara.

Dan kemudian ia berhadapan dengannya. Seseorang yang tidak biasa, berwibawa, meskipun umurnya sudah menjelang tua dan rambutnya memutih, tapi ia terlihat segar dan tubuhnya kencang serta elastis bagaikan anak muda – Itulah kesan pertama si tamu. Mereka saling memberi hormat satu sama lain dengan jurahan ringan dan gerakan Kung Shou, dimana kedua tangan yang di

kepalkan jadi satu, diangkat dari dada setinggi dahi.

„Apakah teman mudaku ingin berkonsultasi Fang Shu, Teknik kamar tidur!“

„Jan Ye, begitulah“

„Apakah konsultasi ini untuk wanita atau untuk dirimu sendiri?“

„Apa perbedaannya, bila aku boleh bertanya?“

„Jika hanya untuk menyenangkan pasanganmu dan membantunya untuk mendapat kenikmatan lebih banyak, sedangkan untukmu sendiri tidak, maka untuk kasus ‚teknik kamar tidur‘ ini, resepnya mudah: Minum sedikit saripati lengkeng, ia berguna bagimu untuk memperlambat pancaran, lalu poleskan salep ‚Musim semi‘ pada bagian kepala alat kelaminmu, itu akan membuatnya menjadi teranestesi, keras dan tidak sensitif, dengan cara ini kau bisa menunda waktu pancaran. Pengobatan ini hanya untuk menyenangkan pasanganmu secara sepihak. Dalam kasus lain, jika kau juga menginginkan mendapat kenikmatan sama seperti pasanganmu, yang biasa disebut ‚Kesenangan ranjang timbal balik‘, dimana si pria khawatir terlalu cepat ekstase dan si wanita khawatir ekstasenya belakangan dari pada si pria, jika itu yang kau maksud, maka aku harus mengecewakanmu: jenis ‚teknik kamar tidur‘ ini sangat sulit untuk dipelajari, tidak bisa begitu saja. Dalam kasus ini harus ada keinginan keras, sebelumnya harus membersihkan jiwa dan penyempurnaan, dimana untuk sementara kau harus bersedia meninggalkan keduniawian, mengembara, bertapa dan berlatih samadi, hingga akhirnya kau mendapat pencerahan dan kebangkitan kembali. Waktunya bisa bertahun-tahun, sebelum kau mencapai kematangan. Jika sudah sejauh itu, maka tinggal dibantu dengan ramuan penguat „Musim semi“, maka kau mampu menikmati kebahagiaan seksual tertinggi. Apakah kau bersedia untuk itu?“

„Tidak mungkin. Percobaan dengan waktu yang begitu lama aku tidak akan tahan. Dan tentang jenis teknik kamar tidur yang hanya menyenangkan pihak wanita, tidak perlu kita bahas lebih lanjut. Obat poles juga aku sudah punya, kau tidak perlu repot. Yang aku inginkan agak lain. Di surat selebaranmu, ada tertulis, membuat besar dari kecil. Itulah yang menyebabkan mengapa aku mencarimu. Bagaimana caranya kau merubah anatomi, membesarkan kelamin? Aku mohon penjelasan darimu.“

„Itu adalah urusan ketangkasan ilmu pertabiban. Tetapi sebelum pengobatan, ada tiga pertanyaan yang harus dijawab: pertama bagaimana keadaan kelamin si pasien? Untuk itu aku harus memastikan dengan mataku sendiri; kedua pembesaran sebesar apa yang diinginkan pasien; ketiga apakah pasien mempunyai cukup kesabaran dan daya tahan? Dan juga bersedia menerima risiko? Setelah ketiga pertanyaan terjawab, baru aku bisa memutuskan. Jika hanya berdasarkan untung-untungan, mana bisa aku mempertanggung jawabkan.“

„Bolehkah aku memohon penjelasan lebih detil, bagaimana aku harus mengerti ketiga pertanyaan ini?“

„Jika kelaminmu tidak terlalu kecil dan hanya menginginkan sedikit pembesaran, maka dalam hal ini pengobatan dua dan tiga berlebihan. Dalam kasus ini pertama-tama kelamin dibius dengan cairan cannabis hingga tidak bisa membedakan antara panas dan dingin, dan tidak sensitif terhadap rangsangan dan rasa sakit. Kemudian diasapkan sebentar dengan larutan anti infeksi dari bunga Hs¸n, setelah itu dibilas dengan air dan kemudian digulung dan dipijat diantara jari dan terakhir ditarik memanjang beberapa lama dan diregang. Pengasapan membuatnya menjadi keras, pembilasan membuatnya menjadi kuat, menggulung dan memijat membuatnya menjadi besar, menarik dan meregang membuatnya menjadi panjang. Setelah tiga hari tiga malam pengobatan akan memperlihatkan hasil: Besar dan panjang kelamin bertambah sepertiga lebih banyak dari aslinya. Pengobatan seperti ini sangat disukai pasien, karena tanpa risiko dan tanpa rasa sakit.

Sekarang kita ke kasus lain. Kasusnya lebih sulit. Semisalnya kelaminmu kecil dan pendek, dan kau menginginkan pembesaran yang banyak, maka hanya ada pengobatan dengan operasi yang agak menyakitkan. sebelumnya pertanyaan ketiga harus dijawab: apakah pasien mempunyai cukup kesabaran dan daya tahan? Dan juga bersedia menerima risiko? Jika pasien penakut dan tidak mau berisiko, maka tidak ada operasi dan urusannya selesai sampai disini. Bila pasien sebaliknya memiliki keberanian dan keinginan untuk menikmati indahnya cinta sangat serius, hingga berani berisiko, maka aku akan memberanikan diri dan mengoperasinya. Dalam kasus ini urut-urutannya sebagai berikut:  pertama harus disediakan seekor anjing jantan muda dan seekor anjing betina muda, keduanya akan ditempatkan di kandang terpisah, dalam kurun waktu tertentu mereka diberi makanan yang baik. kemudian secara bersamaan dilepas, tentu saja tidak terlepas kemungkinan, bahwa mereka akan berkelamin; ditengah percintaannya yang belum selesai, mereka akan dipisah dengan paksa; saat itu kelamin anjing jantan adalah benda yang berdarah panas, membengkak dan mengembang beberapa kali lipat dari ukuran aslinya; setelah pancaran, anjing jantan membutuhkan waktu entah berapa lama, sebelum ia menarik keluar kelaminnya, apalagi sebelum pancaran, begitu keras tertancap didalam, jangka waktu sebelum pancaran harus digunakan, untuk memotong kelaminnya dengan pisau tajam; sesudah itu dengan hati-hati dikeluarkan dari dalam kelamin anjing betina dan membelahnya menjadi empat potong memanjang; sekarang kelamin pasien dibius dengan cairan cannabis dan dibuat mati rasa dari rasa nyeri, setelah itu disayat dalam dan memanjang dan pada setiap celah dimasukan potongan kelamin anjing jantan, kemudian keempat lokasi sayatan dioleskan salep luka, yang akan mempercepat proses penyembuhan luka; pada saat penyayatan dan pencangkokan harus benar-benar diperhatikan, bahwa saluran kencing bagian dalam tidak terlukakan,  jika luka bisa terjadi peradangan dan nantinya bisa berakibatkan kelamin tidak mampu ereksi. Jika tidak ada luka di saluran kencing, maka tidak ada yang harus dikhawatirkan, dan setelah enam bulan istirahat di pembaringan kelamin anjing yang dicangkokan dan kelamin patien akan bersatu, bagaikan air dengan susu, hingga menjadi kelamin jenis baru, dimana perbedaan antara bagian kelamin manusia dengan kelamin binatang tidak lagi kentara; nantinya pada saat hubungan seksual, kelamin baru akan mendapat kekuatan darah panas kelamin anjing, akan membesar dan memanjang beberapa kali lipat dibanding keadaan tidak ereksi. -bagaimana menurutmu, teman muda, dengan perkakas yang sudah diperkuat, sejak itu kau akan memberi kenikmatan dan kepuasan pada pasanganmu!“

Selama pemuda kita mendengarkan penjelasan Tabib sakti, ia merasa seolah-olah dibangkitkan kembali dari kematian. Belum sempat ia mengatakan sesuatu, lututnya secara otomatis sudah bersujud membungkuk.

„Sifu! Jika kau bisa mewujudkannya – bagiku adalah hadia sebuah kehidupan baru“, jawabnya

Dengan cepat si Tabib membangunkan si pemuda.

„Tidak perlu memberi kehormatan berlebihan! Jika kau menginginkan pencangkokan, sudah tentu aku harus bersedia.“

„Ah! Sifu, kau harus mengerti: wanita dan kenikmatan bercinta bagiku adalah segalanya, hidupku! Itu memang sudah bawaanku! Hanya saja sayangnya penguasa langit telah menghukumku sehingga perkakasku yang tidak memadai tidak memungkinkan keinginanku yang sudah memenuhi dada. Sekarang aku mendapat keberuntungan yang tak tak ada habisnya, setelah bertemu denganmu, Tabib sakti asing. – ya, apakah tidak sepantasnya aku menjurah dengan kerendahan hati kearah utara dan dengan bersujud memberi kehormatan kepadamu?“

Si pemuda memerintahkan pelayan kecilnya mendekat, mengambil uang perak dari kotak kartu nama yang dibawanya dan dengan tangannya sendiri menyerahkannya kepada si Tabib sakti.

„Terimalah! Sedikit uang muka untuk biaya pengobatan. Setelah pencangkokan berhasil aku akan memberikan lebih banyak lagi. Jangan sampai kau menganggap aku pelit dan tak berterimakasih.“

„Jangan terlalu cepat!  Semudah itu aku tidak dapat menerima uang yang begitu banyak. Kita masih belum sejauh itu. Belum ada kepastian, bahwa aku akan melakukannya.“

„Mengapa harus khawatir? Juga jika nantinya ada kegagalan, tekadku sudah bulat. Semisalnya, pisau ditanganmu meleset, tanganmu membuat kesalahan dan aku harus lebih awal menghadap raja akhirat, yakinlah, aku tidak akan mendendam, aku tidak akan oleh karena itu membencimu di alam baka, aku akan menerima apa adanya sebagai takdir. jadi tidak perlu kau memikirkan lebih lama lagi, percayakan pada langit dan mulailah!“

Bersambung

Diterjemahkan Oleh: Aldi Surjana

Novel dinasti Ming Rou Pu Tuan, atau The Carnal Prayer Mat

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s