Bab 14 Sepasang Pedang Matahari dan Rembulan

aldisurjana_sepasang_pedang_matahari_dan_rembulan_jit_goat_siang_pokiamHahahaha…Bukan hanya mata-mata kaisar Beng saja yang tersebar didunia ini, jaringan mata-mata Hiat-ouw (Danau Berdarah) tidak kalah hebatnya. Apalagi, apa sih yang tidak bisa dibeli dengan uang”, kata Tee-It Thian-Mo sambil sekilas melirik pedang ditangan Bu Dian Long.

Tee-It Thian-Mo berpikir,”Walaupun pemuda ini bisa merampas Goat Pokiam yang pendek, tentu kepandaiannya tidaklah sehebat Ban Su To Niocu. Kalau Goat Pokiam sudah ada ditanganku, akan lebih mudah menghadapi Ban Su To Niocu.

Tiba-tiba Tee-It Thian-Mo meloncat ke arah Ban Su To Niocu sambil berseru,” Serahkan Pokiam!”

Memang sejak datangnya kakek iblis ini, Ban Su To Niocu sudah waspada, begitu si kakek melompat ke arahnya Ban Su To Niocu sudah siap menerima serangan.

Tak disangkanya Tee-It Thian-Mo tidak meneruskan serangannya, malah secara mengejutkan dia membalikkan arah serangan ke ulu hati Bu Dian Long sambil sebelah tangannya mencengkeram pedang ditangan kiri Dian Long. Serangan ini sangatlah dahsyat karena Tee-It Thian-Mo menggunakan ilmu andalannya Hek-hiat Tok-jiaw (cakar beracun darah hitam) yang menyebabkan tangan kakek itu berwarna kehitam-hitaman sampai pangkal siku. Jika sampai terkena cakarnya, nyawa Dian Long akan melayang karena keracunan.

Dian Long tidak menyangka kalau kakek licik ini akan bertindak sedemikian rupa. Untung saja Dian Long sadar kalau pengaruh racun tawon telah sirna, sehingga Dian Long tidak berani menerima langsung pukulan. Cepat dicabutnya Goat Pokiam sambil mengelak serangan dan menebas tangan Tee-It Thian-Mo yang ingin mencengkeram tangan kirinya.

Pedang belum sampai tapi hawa dinginnya sudah terasa mengiris tangan, cepat kakek iblis itu menarik tangannya sambil melancarkan tendangan sebagai serangan susulan. Kali ini Dian Long sudah siap, dibelokkannya arah pedang ke kaki Tee-It Thian-Mo yang sedang menendang. Kembali hawa dingin Goat Pokiam serasa mengiris kakinya membuat Tee-It Thian-Mo membatalkan serangannya.

Benar-benar hebat Goat Pokiam, hawa pedangnya saja sudah sanggup melukai lawan sebelum serangan sampai, padahal sisi pedangnya sendiri tumpul. Untung saja Tee-It Thian-Mo memiliki lweekang tinggi sehingga bisa terhindar dari tebasan hawa pedang. Tapi sedikit saja terlambat, tangan dan kakinya tentu sudah buntung. Menyadari hal ini, Tee-It Thian-Mo semakin ngiler saja untuk mendapatkan Goat Pokiam.

Tiba-tiba dirasakan oleh Tee-It Thian-mo kesiuran angin serangan dari arah samping kanannya sambil terdengar suara Ban Su To Niocu membentak,“Selama aku ada disini, jangan harap kau bisa merampas sebilah pedangpun!!”

Serangan Ban Su To Niocu sangatlah lihay dan indah. Gerakannya bagaikan burung merak yang anggun, indah mempesona tetapi sangatlah berbahaya. Inilah gerakan dari jurus burung merak berebut mestika

Kali ini terjadi pertempuran segi tiga yang aneh. Sebenarnya Ban Su To Niocu dan Tee-It Thian-Mo lah yang bertempur dan Bu Dian Long terjepit ditengah-tengah pertempuran. Sambil bertempur kedua tokoh kosen itu saling mencari kesempatan untuk merampas pedang ditangan Dian Long. Hanya saja kalau ada yang bergerak menyerang Dian Long satu sama lain saling menghalangi dan melindungi Dian Long karena tidak ingin Goat Pokiam jatuh ketangan lawan.

Dian Long paham akan kondisinya yang terjepit, ilmu silatnya masih kalah matang dengan kedua tokoh ini dan tanpa lweekang dari racun tawon asmara, dia bukanlah tandingan mereka. Selain karena Ban Su To Niocu dan Tee-It Thian-Mo saling menjegal, beruntung dia masih memiliki Goat Pokiam yang hawa dinginnya menyebabkan Ban Su To Niocu dan Tee-It Thian-Mo tidak berani menyerang dekat.

Tiba-tiba Dian Long mendapat akal untuk memancing pengaruh racun tawon asmara. Diapun berteriak ke arah Jit-tok Hoa sambil mengelak dari totokan kakek iblis pesolek,” Nona Kiam Hoa, Bukankah engkau masih berhutang budi padaku. Tadi kan aku menyelamatkanmu dari hwesio cabul. Tolong bantu aku kali ini”

Bingung Kiam Hoa mendengar permintaan Dian Long. Bagaimanapun juga Dian Long telah menyelamatkan kehormatannya tadi. Yang menjawab justru Tee-It Thian-Mo sambil menghindari cengkraman maut Ban Su To Niocu,” Kiam Hoa, apa kau mau turun tangan melawan suhu-mu?”

“Hooiiii, aku tidak memintamu turut bertempur”, teriak Dian Long.

“Asalkan tidak melawan suhu-ku tentu aku akan membalas budi”, balas Kiam Hoa

“Kalau tolong buka pakaianmu sedikit saja didaerah dada atau buka sedikit celanamu agar aku bisa melihat pahamu”, jawab Dian Long polos.

Tentu saja Kiam Hoa kaget dan tergagap terhadap permintaan aneh dan memalukan ini. Karena Kiam Hoa belum menjawab Dian Long menyambung

“Kalau kau keberatan, bolehlah kau sedikit menari striptise yang seksi saja”

Tee-It Thian-Mo yang tidak tahu menahu dengan kelebihan Dian Long hanya menganggap pemuda itu biang pemogoran dan tertawa terbahak. Tapi Ban Su To Niocu mengerti akal Dian Long yang aneh dan bodoh. Mana mau nona itu melakukan hal yang memalukan didepan orang lain. Entah Dian Long tolol ataukah memang pemuda polos.

Ban Su To Niocu tahu-tahu berbicara kepada Dian Long sambil mengirim serangan cakar ke arah Tee-It Thian-Mo yang terlihat ingin mencengkeram bahu Dian Long.

“Tahukah kau pemuda tolol, semakin kau mengumbar nafsu birahimu, semakin cepat racun itu membunuhmu. Bisa jadi sebelum satu bulan kau sudah mampus duluan!”

Kaget Dian Long mendengar penjelasan Ban Su To Niocu. Baru dia mengetahui jeleknya efek lweekang super dari racun tawon asmara malah memperpendek umurnya.

Selagi Dian Long bingung, tiba-tiba terdengar suara dari arah sungai,” Hehehehe…2 gajah berkelahi, pelanduk ditengah jadi kejepit. Benar-benar dunia kang-ouw ini semakin aneh.

 

Bersambung

Cerita hasil keroyokan bareng anggota serialsilat.com: 23.10.2007
Aminus, B_man, Kucink, Mel, Tembuyun Belitong, Trulythe (Aldi Surjana), Toan_ie, dan Zetta

 

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s