Bab 19 Sepasang Pedang Matahari dan Rembulan

aldisurjana_sepasang_pedang_matahari_dan_rembulan_jit_goat_siang_pokiamTrannggg….. muncrat lelatu api dari pergesekan dua pedang sakti. Ternyata si kedok hitam juga menghunus Goat Pokiam untuk menangkis Jit Pokiam. Kedua pedang pusaka itu memang setanding dan tidak ada satupun yang rusak karena pertemuan kedua pedang tadi.

Kembali pertarungan dilakukan dengan senjata ditangan. Dua pedang pusaka memang setara, tetapi tongkat pancing ditangan Yelu Ceng bukanlah Ta-kauw Pang (tongkat penggebuk anjing), pusaka tanda ketua kaypang. Dalam beberapa jurus saja tongkat pancing itu sudah terpotong tiga.

Cepat Yelu Ceng membuang sisa tongkat ditangannya kemudian melompat keatas pohon dan mematahkan sebatang ranting yang cukup lurus untuk digunakannya sebagai pengganti tongkat pancingnya yang putus tadi. Setelah itu kembali Yelu Ceng meloncat ke arena pertarungan lagi. Kali ini Yelu Ceng lebih bertindak hati-hati dan tak ingin mengadu senjata dengan Goat Pokiam. Selain itu Yelu Ceng mulai memainkan ilmu silatnya yang lain, dimana tangan kanannya memainkan ilmu tongkat pemukul anjing sedangkan tangan kirinya memainkan ilmu silat tangan kosong. Kedua ilmu ini sebenarnya bertentangan gerakannya, tetapi Yelu Ceng bisa memainkannya dengan cukup baik sehingga seakan-akan seorang Yelu Ceng mendadak menjadi 2 orang Yelu Ceng. Inilah ilmu silat peninggalan si Bocah Tua Nakal yang merupakan guru dari Yelu Chi, leluhur Yelu Ceng. Si kedok hitam kaget melihat perubahan gerakan Yelu Ceng. Si kedok hitam sendiri bisa memainkan 2 ilmu silat hebat yang dikuasainya secara bergantian, tapi lawannya yang masih muda ini malah bisa memainkannya secara bersamaan dengan kedua belah tangannya

Pada saat itu datang 2 orang, yang satu menghampiri Dian Long yang masih rebah lemas dan sedang berusaha membebaskan totokan dengan tenaga dalamnya. Sedangkan yang satu lagi mencabut pedangnya dan ikut mengeroyok si kedok hitam. Yang menghampiri Dian Long adalah A Hu dan yang ikut mengeroyok si kedok hitam adalah Toan kongcu.

Walaupun Toan kongcu memiliki ilmu pedang Kun-lun pai yang cukup lihai, tetapi dibandingkan dengan kepandaian tiga orang yang lainnya kepandaiannya tidaklah terlalu berguna, malah mengganggu 2 pengeroyok yang lain. Dengan cepat dia terdesak oleh serangan tapak dan totokan si kedok hitam hingga pedang yang dipegangnya putus dibabat Goat Pokiam. Terkejut dengan rusaknya pedang, perhatian Toan kongcu agak teralih dan dadanya pun terkena pukulan tapak si kedok hitam.

Buukkk…. Toan kongcu terlempar keluar arena pertarungan dengan muka pucat pasi, dadanya tergetar oleh pukulan sakti Hang Liong Sip Pat Chiang. Cepat dia mengumpulkan hawa murni untuk mendorong gumpalan darah didadanya supaya keluar.

Hoaakkkkk…. Toan kongcu memuntahkan darah segar dari mulutnya kemudian pingsan seketika. Walaupun demikian nyawanya sudah terselamatkan.

Sedangkan A Hu menangis di samping Dian Long tanpa tahu apa yang harus dilakukannya. Totokan si kedok hitam walaupun menggunakan It-yang-ci, tetapi karena terganggu oleh serangan Ban Su To Niocu, agak meleset sedikit dari jalan darah Dian Long yang dituju. Perlahan tapi pasti Dian Long sedikit demi sedikit mulai dapat memunahkan totokan tersebut dengan tenaga dalamnya.

Sambil berusaha memunahkan totokannya, Dian Long memikirkan identitas si kedok hitam. Bagaimana orang ini dapat menguasai 2 ilmu andalan Pengemis Utara dan Kaisar Selatan yang terkenal sekitar 200 tahun yang lalu dengan sempurna, sedangkan seluruh anggota keluarga Bu satupun tidak ada yang menguasainya dengan lengkap. Lagi pula Dian Long merasa heran dengan serangan si kedok hitam terhadapnya tadi. Jelas sekali serangan si kedok hitam pada Dian Long hanyalah untuk merampas Goat Pokiam, sedangkan serangannya terhadap Ban Su To Niocu dan Yelu Ceng dengan maksud menurunkan tangan maut.

Pertarungan si kedok hitam dan 2 pengeroyoknya sudah sampai pada puncaknya. Yelu Ceng mengeluarkan salah satu jurus rahasia Ta-kauw Pang-hoat yang bernama anjing menggonggong pengemis berlalu. Berbarengan dengan itu Ban Su To Nocu juga menebaskan Jit Pokiam dengan sebuah jurus maut dari Gobi Kiam-sut.

Si kedok hitam tampaknya kali ini tidak bisa mengelak, sehingga terpaksa dia menyambut kedua serangan ini. Goat Pokiam yang berada ditangan kanannya menyambut serangan Jit Pokiam, sedangkan tangan kirinya menyambut ranting.

Traannggg….kedua pedang pusaka itu menempel satu sama lain, sedangkan ranting ditangan Yelu Ceng juga ditangkap oleh tangan kiri si kedok hitam. Terjadilah adu tenaga sakti antara 3 orang itu. Masing-masing pihak berusaha menekan lawan dengan lweekang. Adu tenaga dalam ini sangatlah berbahaya. Jika salah satu kalah, nyawalah taruhannya.

Hanya saja si kedok hitam memang sedang bernasib sial. Dengan mengandalkan Hang Liong Sip Pat Chiang dan It-yang-ci memang dia dapat mengimbangi lawannya. Tapi untuk adu tenaga dalam, si kedok hitam hanya menang tipis terhadap Ban Su To Niocu. Kali ini dia harus menghadapi Ban Su To Niocu dan Yelu Ceng berbarengan, tentu saja dia merasa kerepotan. Walaupun Hang Liong Sip Pat Chiang merupakan ilmu yang memiliki serangan sederhana tetapi gerakannya efektif dan berdasarkan kekuatan lweekang. Sedangkan si kedok hitam baru melatih Hang Liong Sip Pat Chiang setelah cukup berumur. Tentu saja tenaga sakti yang dipupuknya belum terlalu sempurna, berbeda jika dia melatihnya sejak usia muda.

Bersambung

Cerita hasil keroyokan bareng anggota serialsilat.com: 23.10.2007
Aminus, B_man, Kucink, Mel, Tembuyun Belitong, Trulythe (Aldi Surjana), Toan_ie, dan Zetta

 

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s