Puisi San Guo Dari Masa Dinasti Song – Sebelum Lahirnya San Guo Yan Yi (Romance of the Three Kingdoms)

 

aldisurjana_Fuyuan_Zhou_Puisi_San_Guo__Dinasti Song_Yan_Yi_Romance_of_the_Three_Kingdoms_Sun_Jian_Quan

Karena keberpihakan pengarang, ketika kita membaca San Guo Yan Yi, simpati kita pasti tertuju pada para tokoh dari negeri Shu, seperti Zhuge liang, Liu Bei, Guan yu, Zhao Yun. Tokoh2 dari negeri lain menjadi terabaikan. padahal, banyak tokoh2 dengan karakter mengesankan yang tersebar di negeri lain, contohnya Zhou Yu dan Sun Quan dari negeri Wu. maka, tak mengherankan, bila Jin Yong yang orang Zhejiang ( termasuk wilyah Wu ) pernah berambisi untuk membuat kisah San Guo Yan Yi tandingan, ditulis dari kaca mata negeri Wu.

Namun, sebelum novel ini lahir (pada masa dinasti Ming), para cendekiawan dapat memandang dengan kaca mata yang lebih adil. para penyair klasikpun sering melantunkan pujian atas ketokohan mereka. di sini Saya kutipkan dua syair klasik yang sangat terkenal dari dinasti Song.

MENGENANG DI TEBING MERAH
Su Shi ( 1036-1101 ; Song )

Sungai akbar meguras ke timur,
ombak tuntas melebur,
tokoh ribuan zaman di pusaran angin guntur.
Di sisi barat benteng tua,
insan berujar itulah
Tebing Merah Zhou muda dari Tiga Negara.

Batu berserak meruntuh awan,
ombak menghentak memukul tepian,
ribuan tumpuk salju bangkit bergulungan!
Bukit dan sungai bagai lukisan,
sesaat betapa banyak satria yang membanggakan!

Jauh terbayang Gongjin di tahun itu,
Qiao muda baru dipinang,
gagah bergaya tampan menantang!
Kepala bersorban kipas berbulu,
di tengah tawa berbincang,
geladak kapal lenyap mengasap terbang mendebu!

Sukma melanglang di negeri tua,
bolehlah menertawai sentimentalku,
yang memacu tumbuhnya uban baru.
Hidup manusia seperti impian,
pada rembulan sungai bersulanglah secawan!

Salah satu karya puncak penyair. Ditulis ketika mengunjungi Tebing Merah di sungai Yangzi- medan pertempuran paling dasyat zaman Tiga Negara. Gongjin atau Zhou Yu, adalah jenderal negari Wu yang terkenal. Xiaoqiao adalah istrinya. Lewat puisi yang memuja pahlawan masa lalu, penyair menyesali diri yang gagal. Penyair yang merindukan masa lalu, akhirnya menyadari semua sudah tinggal sejarah. Hidup manusia hanyalah sebuah mimpi.

MENDAKI MENARA BEIGU
Xin Qiji ( 1140-1207 ; Song )

Di manakah dapat menerawang tanah pusaka?
panorama Menara Beigulah yang ada di mata.
Berapa banyakkah jaya binasa di ribuan masa?
tak berhingga!
Tiada henti Sungai Panjang bergulung bergelora.

Memandu pasukan kala usia muda,
tak henti bertempur mempertahankan tenggara.
Siapakah lawan yang sepadan di bumi semesta?
Liu dan Cao!
seperti Sun Zhongmoulah layaknya kita berputra.

Lewat pujian terhadap Sun quan , pemimpin negari Wu, penyair menyindir penguasa Song yang lemah. Bersama Cao Cao dan Liu Bei mereka bertiga bersaing pada masa Tiga Negara. Menara Beigu berada di zhenjiang.

alih bahasa : Zhou Fuyuan

Golden Lotus: https://www.facebook.com/groups/goldenlotus24/

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s