Tong-beng-ong gandrung pada Bwe-kuihui (Tang Minghuang gandrung pada Yang Guifei)

120-1

Sekonyong-konyong di udara sebelah barat-laut sana terlihat terang benderang, menyusul sejalur cahaya api warna merah tersebar luas, lalu cahaya merah itu berubah menjadi hijau dan berhamburan ke bawah bagaikan bunga api yang berwarna-warni dengan indah sekali. Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita di sebelah timur sana sedang menembang:

“Alis lentik lama nian tak terlukis, setangan penuh bedak bercampur air mata. Hati dinda hampa mengiring tangis, dapatkah mutiara sebagai pelipur lara?”

Suara nyanyian itu merdu menggiurkan dan sedih merawan. Dan sehabis menembang, suara tadi lantas berubah menjadi suara orang lelaki dan berkata,

“Ai, adindaku, sudah lama aku tidak melihatmu, sungguh hatiku amat merindukan dikau, makanya kuberi hadiah seuntai mutiara ini, harap dinda suka menerimanya.”

Habis itu, lalu suara itu berganti menjadi wanita tadi dan berkata,

“Baginda sudah didampingi oleh Nyo-kuihui, bilakah Baginda pernah memikirkan diriku yang bernasib jelek ini. O, Baginda….”

Sampai di sini, menangislah wanita itu. Orang yang tak kelihatan itu sedang main sandiwara dengan lakon “Tong-beng-ong gandrung pada Bwe-kuihui”. Orang itu sebentar sebagai raja Dinasti Tong yang romantis itu, lain saat berganti nada dan memainkan peran sebagai selir kesayangan raja, Bwe-kuihui. Suaranya sangat mirip, lakonnya menarik.

Sementara itu orang tadi berkata lagi dalam nada raja Tong-beng-ong,

“Harap dinda jangan menangis, lekas menyiapkan santapan, marilah kita bersenang-senang, dinda meniup suling, biar aku menyanyi untuk menghibur hati dinda nan sedih.”

Lalu orang itu berganti suara wanita,

“Siang malam dinda mencuci muka dengan air mata dengan harapan dapat berjumpa dengan Baginda, hari ini dapat bertemu, biar mati pun dinda rela. O, huk-huk-huk….”

Dahulu raja Tong-beng-ong mempunyai dua selir yang cantik dan sangat disayang, yaitu Bwe-kuihui dan Nyo-kuihui (nama lengkapnya Nyo Giok-goan), karena mabuk dalam romannya dengan wanita cantik itu hingga raja itu lupa daratan tanpa mengurus negara lagi. An Lok-san adalah raja pemberontak yang kemudian membunuh Tong-beng-ong dan merampas Nyo-kuihui yang cantik itu.

Lakon Chang Sheng Dian: „Tang Minghuang gandrung pada Yang Guifei“

Dicuplik oleh aldithe

Dari novel „Pendekar Negeri Tayli“ (Demi Gods and Semi Devils), Jinyong

https://aldisurjana.wordpress.com/

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s