Bab 20 Sepasang Pedang Matahari dan Rembulan

aldisurjana_sepasang_pedang_matahari_dan_rembulan_jit_goat_siang_pokiamPerlahan tapi pasti si kedok hitam mulai terdesak mundur. Tiba-tiba dari atas pohon dibelakang si kedok hitam meluncur bayangan seseorang sambil terdengar suara terkekeh mengejek. Karena konsentrasinya sedang mengadu tenaga dengan Ban Su To Niocu dan Yelu Ceng, tentu saja si kedok hitam tak sempat memperhatikan orang yang berada dibelakangnya.

Crookkk….. Orang yang baru turun dari pohon itu menyarangkan serangan cakar ke punggung si kedok hitam dari belakang. Ternyata orang yang membongkong si kedok hitam adalah Tee-It Thian-Mo. Kakek itu rupanya tidak rela begitu saja menyerahkan Jit Goat Siang Pokiam kepada orang lain sehingga masih menunggu didalam hutan dengan harapan musuh-musuhnya lengah. Murid-muridnya sendiri entah disuruhnya menunggu dimana.

Cakar beracun Hek-hiat Tok-jiaw milik Tee-It Thian-Mo dengan tepat bersarang di punggung si kedok hitam. Si kedok hitam sendiri karena seluruh lweekang-ya dikonsentrasikan untuk adu tenaga dalam, dengan sendirinya meninggalkan punggungnya kosong tanpa perlindungan.

Ban Su To Niocu dan Yelu Ceng sendiri terkejut dengan kelicikan Tee-It Thian-Mo, seketika mereka menarik tenaga sakti secara berbarengan. Bagaimanapun mereka berdua tidak suka kepada si kakek pesolek itu, dan tentu saja tak sudi dibantu olehnya. Sedangkan Tee-It Thian-Mo sendiri secepat kilat merebut Goat Pokiam dari tangan kanan si kedok hitam kemudian melompat mundur dengan maksud segera melarikan diri.

Tak terkira oleh Tee-It Thian-Mo kalau kedua lawan si kedok hitam justru menarik serangan mereka sehingga si kedok hitam justru terbebas dari gencetan tenaga lawan. Sambil meraung murka si kedok hitam berbalik menghadap Tee-It Thian-Mo dan melancarkan jurus ke-14 dari Hang Liong Sip Pat Chiang yang bernama Sie-seng Liok-liong (mengendarai enam naga) dengan sepenuh tenaga terhadap Tee-It Thian-Mo. Kakek iblis itu sendiri tak menyangka si kedok hitam masih mampu menyerangnya dengan hebat dengan luka separah itu.

Cepat tangannya menggerakkan Goat Pokiam menusuk jantung si kedok hitam. Si kedok hitam hanya berkelit sedikit, namun serangannya sama sekali tidak dihentikannya.

Crapp…..Goat Pokiam bersarang di pundak si kedok hitam, tetapi tapak si kedok hitam 6 kali dengan telak mengenai dada, ulu hati, tengkuk dan 3 bagian lain tubuh Tee-It Thian-Mo. Pukulan Hang Liong Sip Pat Chiang yang ini bukanlah pukulan yang tadi mengenai Toan kongcu. Jika tadi si kedok hitam membagi tenaga serangannya terhadap tiga lawan, kali ini tapaknya mengandung kekuatan sepenuh tenaga.

Duaakkkk….kali ini apeslah nasib Tee-It Thian-Mo. Tubuhnya melayang bagaikan layangan putus dan sebelum tubuhnya jatuh ketanah nyawanya telah putus dengan tubuh bagian dalam remuk.

Si kedok hitam terjatuh setelah mengerahkan seluruh kekuatannya pada pukulan terakhir. Pada saat itu Dian Long telah berhasil sepenuhnya melepaskan dirinya dari totokan. Segera dia meloncat ke arah si kedok hitam untuk menyerang.

“Long-ji (anak Long)……..jangan!!!” seru si kedok hitam pada Dian Long.

Terperanjat Dian Long mendengar suara itu, baru kali ini si kedok hitam mengeluar suara dan Dian Long langsung mengenali suara itu. Kali ini Dian Long melesat ke arah si kedok hitam bukan untuk melancarkan pukulan melainkan tangannya bergerak membuka kedok si kedok hitam.

Ketika kedok terbuka, tampaklah seraut wajah gagah berumur sekitar 50 tahunan dengan jenggot pendek yang mulai agak memutih.

“Toa-siok!!!”jerit Dian Long terkejut melihat orang yang memakai kedok tadi ternyata pamannya yang merupakan cung-cu dari Bu-kee-cung, Bu Kiong.

“Toa-siok, apa yang terjadi? Mengapa engkau memakai kedok dan menghadang kami?” kebingungan Dian Long memberondong Bu Kiong dengan berbagai pertanyaan sambil menotok sana sini untuk menghambat mengucurnya darah lebih banyak. Walaupun luka tusukan pedang dipundak cukup berbahaya, tetapi luka paling parah terdapat dipunggung Bu Kiong. Dari luka dipunggung menetes darah Bu Kiong yang berwarna agak kehitaman. Rupaya racun Hek-hiat Tok-jiaw sudah menyebar dan penyebaran racun semakin cepat setelah Bu Kiong mengerahkan tenaga terakhirnya untuk menghantam mampus Tee-It Thian-Mo.

Bersambung

Cerita hasil keroyokan bareng anggota serialsilat.com: 23.10.2007
Aminus, B_man, Kucink, Mel, Tembuyun Belitong, Trulythe (Aldi Surjana), Toan_ie, dan Zetta

 

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s