Teluk Kiautschou (Jiaozhou) 1897 – 1919

 

aldisurjana_teluk_kiautschou_jiaozhou_tsingtao_qingdao_china_jerman_qing_prusia

Novel klasik China sudah masuk ke Jerman sejak abad ke 18, terutama setelah Jerman (Prusia) membuat perjanjian dagang dengan China (Qing). Dan menguasai Kiautschou (pinyin: Jiaozhou), dengan ibu kotanya Tsingtao (pinyin: Qingdao), yang letaknya di selatan semenanjung Schantung (pinyin: Shandong) di pantai timur China, dengan luas area 552 kilometer persegi, ditambah 50 km jalur netral lebar. Termasuk perairan teluk Kiautschou dengan dua semenanjung di kedua sisi pintu masuk Teluk, serta dua puluh lima Pulau, dua pulau terbesar saat ini adalah bagian dari daratan di Teluk.

Kemudian setelah ada insiden pembunuhan dua orang misionaris Jerman, adalah dalih bagi Kaisar Wilhelm II untuk mengirimkan Divisi Angkatan Laut Asia Timurnya, yang memang sedang membutuhkan pangkalan angkatan laut. Dan pada tanggal 14 November 1898, teluk dan daratan Kiautschou diduduki. Beberapa bulan kemudian setelah perundingan Jerman – China, pada tanggal 6 Maret 1898 Jerman mendapat hak sewa atas teluk Kiautschou selama 99 tahun dari pemerintah China.

Setelah diduduki, teluk Kiautschou pun dibangun, penduduk kota Tsingtao yang semula pada tahun 1897 hanya 83.000 orang, dengan pesat berkembang, bertambah sekitar 15.600 pada tahun 1902, dan lebih dari 55.000 pada tahun 1913. Gubernur pertama mengabaikan aspek pengembangan ekonomi dan budaya dan hanya peduli pada urusan kemiliteran. Baru pada tahun 1899, setelah digantikan oleh gubernur baru, didirikan 26 sekolah dasar, 1 sekolah bidang pemerintahan, 10 sekolah misionaris, 1 sekolah tinggi khusus dan 4 sekolah kejuruan selama masa pendudukan.

Sampai tahun 2013 Tsingtao adalah, tempat pembuatan bir terbesar kedua di Republik Rakyat Tiongkok dan di urutan ke-6 dari pabrik di seluruh dunia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1903 oleh pemukim Jerman sebagai Germania Brewery di Kiautschou. Kereta api Schantung adalah jalur kereta api di China, yang menghubungkan Tsingtao sepanjang sekitar 400 km ke kota Tsinan (pinyin: Jinan) di provinsi Schantung, perusahaan kereta api ini dibangun oleh perusahaan kereta api Schantung, gabungan dari berbagai bank Jerman, pemilik kapal dan perusahaan pertambangan.

Dibangun antara tahun 1899 -1904. Tujuannya adalah untuk transportasi barang, khususnya batu bara dan bijih besi ke Jerman. Dari Tsinan, yang memiliki akses ke seluruh jaringan kereta api China dan dengan demikian juga ke Siberia. Dalam 12-14 hari anda bisa pergi dari Berlin ke Tsingtao. Itulah salah satu yang menyebabkan, kenapa di toko-toko buku di Jerman tidak terlalu sulit untuk mencari literatur China klasik.

Sayang, Pada 7 November 1914 Jerman menyerahkan kependudukanya atas Kiautschou kepada jepang, setelah diblokade oleh kapal-kapal perang Jepang dan Inggris, dan dikepung oleh lebih dari 60.000 tentara Sekutu selama dua bulan, hingga kehabisan peluru. Skuadron Asia Timur Jerman ketika itu sedang berada di lautan Pasifik Selatan.

Otoritas pemerintah Jerman di Kiautschou dipindahkan oleh Pemerintah Jerman ke Kedutaan Jerman di Peking (Beijing) di bawah Paul von Hintze. Ketentuan Perjanjian Versailles pada tahun 1919 mengakibatkan Jerman harus menyerahkan semua koloni dan dengan demikian juga Kiautschou.

Nama Teluk Kiautschou diabadikan di Berlin menjadi nama jalan „Kiautschou Straße“ (Jalan Kiautschou), yang letaknya di Wedding, tidak jauh dari kantor Kanselir (Perdana Menteri) Jerman.

Disusun oleh Aldi Surjana
http://www.aldisurjana.com/

 

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s