Bab 22 Sepasang Pedang Matahari dan Rembulan

aldisurjana_sepasang_pedang_matahari_dan_rembulan_jit_goat_siang_pokiamDelapan tahun setelah kematian Bu Kiat, Bu Kiong justru menemukan sesuatu yang diimpikannya selama bertahun-tahun. Pada saat itu hal yang tak terlihat oleh Bu Kiong dan Bu Kiat pada waktu biasa, entah bagaimana bisa terlihat jelas oleh Bu Kiong yang sedang depresi. Bertahun-tahun dia sering menyepi di pemahkaman keluarga Bu, tanpa sengaja justru dia menemukan apa yang dicarinya selama bertahun-tahun tanpa hasil didalam kompleks mahkam leluhur keluarga Bu yaitu kauw-koat lengkap Hang liong Sip Pat Chiang dan It-yang-ci.

Mendapatkan kauw-koat lengkap Hang liong Sip Pat Chiang dan It-yang-ci tanpa adanya Bu Kiat disampingnya, membuat Bu Kiong awalnya tidak terlalu bersemangat. Walaupun demikian, dia diam-diam mulai berlatih kedua ilmu kepandaian lihay itu disekitar wilayah pemahkaman keluarga Bu dan meminta tak seorangpun mengganggunya selama berada didalam daerah pemahkaman. Tak seorangpun dari Bu-kee-cung yang bisa menduga kalau kepala dusun mereka berubah menjadi memiliki kepandaian luar biasa.

Setelah 5 tahun berlatih, kepandaian Bu Kiong semakin lama semakin meningkat pesat, hingga timbul semangat baru dari dalam hati Bu Kiong untuk melanjutkan cita-citanya dahulu. Sayang sekali, walaupun bakatnya cukup besar, tetapi karena Bu Kiong mempelajari ilmu tersebut dimasa tuanya, kemajuan penguasaan tenaga dalamnya tidaklah sepesat kapandaian ilmu silatnya. Ilmu kepandaian Hang liong Sip Pat Chiang dan It-yang-ci yang dikuasai keluarga Bu secara umum, tidaklah mencakup cara pemupukan lweekang dan penguasaannya secara mendalam. Sehingga terpaksa Bu Kiong kembali melatih cara menggunakan jurus disertai pengerahan tenaga dalam yang benar dari awal. Walaupun demikian sulit dicari orang yang bisa mengimbangi Bu Kiong dalam hal kepandaian silat pada saat itu.

Hingga sampai pada waktu 2 tahun yang lalu, ketika Bu Kiong sedang berlatih Hang liong Sip Pat Chiang dan It-yang-ci di dalam area pemahkaman keluarga Bu seperti biasanya, tak terduga olehnya kalau ada orang lain yang memperhatikan latihannya. Dengan kepandaiannya sekarang sangatlah mudah bagi Bu Kiong untuk mendeteksi keadaan sekitar, apalagi kalau ada gerakan orang datang. Sedikit saja bergerak, kesiuran anginnya dapat di rasakan oleh Bu Kiong. Tapi untuk orang misterius ini, hal itu merupakan suatu pengecualian. Tidak sedikitpun Bu Kiong menyadari kedatangan orang ini, hingga akhirnya Bu Kiong mendengar orang itu berkomentar.

“Ilmu silat yang hebat! Benar-benar lihay dan sulit dicari tandingannya. Sayang gerakan yang hebat tidak disertai pengerahan tenaga yang tepat. Apalagi Hang liong Sip Pat Chiang yang gerakannya sederhana, kalau tidak disertai tenaga yang cukup, tentu berkurang pula kedahsyatannya.”

Tentu Bu Kiong terkejut mendengar ada orang yang mengomentari kepandaiannya tanpa dia ketahui kehadirannya. Ketika Bu Kiong berbalik tubuh, terlihat seseorang yang usianya lebih tua sedikit dari dirinya meloncat turun dari sebatang pohon berdaun rimbun. Bagaimana mungkin aku tidak mengetahui kehadirannya, pikir Bu Kiong. Orang ini tentu memiliki kepandaian tinggi.

“Dengan kepandaian seperti ini, tidakkah engkau berminat untuk menjadi seorang Bu-lim Beng-cu (ketua umum dunia persilatan)? Dengan demikian kau tentu bisa mengangkat nama keluarga Bu kepuncak ketenaran. Kalau kupikir tidak seorangpun ketua partai persilatan didunia ini sekarang yang bisa menandingimu,”ujar orang misterius itu.

“Hmmm… aku tidak punya urusan denganmu, lagipula masuk kedaerah pemahkaman keluarga Bu adalah terlarang bagi orang luar. Karena itu aku berhak menghukummu!”

Menyadari orang dihadapannya tidaklah memiliki kepandaian biasa, Bu Kiong langsung menyerang dengan jurus ke 12 dari Hang liong Sip Pat Chiang, yaitu Siang-liong Coe-sui (Sepasang naga mencari air).

Kedua tapak Bu Kiong bergerak bersamaan menyerang tubuh atas dan bawah orang misterius itu diiringi suara kesiuran angin hebat. Diluar dugaannya orang misterius itu bisa menghindari serangannya dengan mudahnya, seakan-akan Hang liong Sip Pat Chiang hanyalah ilmu kepandaian yang tiada artinya.

“Sayang sekali, kalau Kwee Ceng sendiri yang menyerangku dengan jurus ini, tentu aku terperangkap ditengah badai pusaran tenaga dan sulit untuk mengelak,”gumam orang misterius itu.

Mendengar komentar orang misterius itu, segera Bu Kiong mengganti serangannya dengan It-yang-ci, sehingga terdengar suara mencicit nyaring yang diakibatkan jari tunggal serangan Bu Kiong. Kembali orang misterius itu bisa menghindar dan memuji ilmu It-yang-ci beserta It Teng Taysu, tanpa menyinggung nama Bu Kiong.

Berturut-turut Bu Kiong menyerang berganti-ganti Hang liong Sip Pat Chiang dan It-yang-ci, hingga terpaksa si misterius melawan. Bagaimanapun juga kedua ilmu Bu Kiong adalah ilmu dahsyat yang menggegerkan duania kang-ouw dimasa lalu, sehingga si misterius tidak bisa menganggapnya main-main. Akhirnya tapak serangan Bu Kiong dipapak oleh pukulan orang misterius itu secara langsung.

Duarrrr…!!!

Bu kiong mencelat mundur sambil bersalto untuk mengurangi daya tolakan, sedangkan si misterius masih tetap berdiri tegak. Penasaran dengan kemampuan si misterius, Bu Kiong langsung menyerangnya dengan jurus-jurus pilihan. Kali ini orang misterius itu meladeni serangan Bu Kiong dengan ilmu kepandaiannya yang aneh dan tenaga dalamnya luar biasa hebat. Bu Kiong merasa udara disekitar tubuhnya bagaikan dibolak-balik membuat dirinya bagaikan terombang-ambing dilautan. Dan yang membuat Bu Kiong semakin kagum adalah lweekang lawannya yang seakan mengalir tak habis-habisnya, padahal kalau mengingat perawakan si misterius itu berusia sedikit lebih tua dari pada Bu Kiong, seharusnya lebih dulu kehabisan tenaga setelah bertarung lebih dari seratus jurus.

Begitu pertarungan sudah mencapai jurus ke dua ratus, tiba-tiba si misterius membentak,”Cukup!!!”. Lalu Bu Kiong merasa tenaganya ditarik oleh lawannya tanpa bisa dicegah dan pegelangan tangan kanannya tertangkap oleh orang misterius itu. Ketika Bu Kiong meronta untuk melepaskan tangannya, orang misterius itu melemparnya ke belakang dengan tenaga lembut sehingga Bu Kiong bisa mendarat ditanah tanpa terluka.

Bu Kiong mengerti bahwa si misterius ini mengampuni nyawanya, kalau tidak tentu sewaktu tangannya tertangkap dengan gampang si misterius itu menghantamkan tangannya ke batok kepala Bu Kiong dan membuatnya mampus seketika. Lagipula sepertinya si misterius ini dapat menaklukkannya sebelum jurus ke seratus. Hanya saja karena bermaksud mengujinya, dia membiarkan Bu Kiong menyerangnya hingga dua ratus jurus.

Bu Kiong segera menjura kepada si misterius sambil berkata,”Siawte Bu Kiong mengaku kalah dan merasa kagum dengan kepandaian cianpwe. Kalau pemilihan Bu-lim Beng-cu berdasarkan kepandaian, cianpwe adalah orang yang tepat di posisi Beng-cu tersebut.”

“Hahaha…… sayangnya aku tak tertarik dengan posisi Bu-lim Beng-cu. Kalau aku mau tentu sudah bertahun-tahun yang lalu aku sudah dipanggil Beng-cu. Cita-citaku lebih tinggi dari hanya sekedar menjadi Beng-cu!”

Bersambung

Cerita hasil keroyokan bareng anggota serialsilat.com: 23.10.2007
Aminus, B_man, Kucink, Mel, Tembuyun Belitong, Trulythe (Aldi Surjana), Toan_ie, dan Zetta

 

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s