Bab 23 Sepasang Pedang Matahari dan Rembulan

aldisurjana_sepasang_pedang_matahari_dan_rembulan_jit_goat_siang_pokiamBu Kiong terkejut mendengar kata-kata si misterius,”Apakah cianpwe…..”

“Ya, betul,” si misterius memotong kata-kata Bu Kiong,” Memang aku ingin menjadi kaisar. Aku tidak pernah menceritakan hal ini kepada orang yang baru kukenal kecuali kau. Karena aku percaya padamu dan yakin kau pasti bisa membantuku meraih ambisiku ini. Kalau cita-citaku tercapai, bukan hanya menjadi Beng-cu, jabatan tinggi di istana kaisar pasti akan kau peroleh.”

“Apa kau bilang? Orang itu berani mengatakan ingin memberontak?” Ban Su To Niocu memotong cerita Bu Kiong saking terkejutnya.

“ Ya, dia bilang keluarga Chu tidak pantas menduduki tahta kekaisaran karena Chu Goan Ciang menggunakan tipu muslihat curang untuk mendapatkan tahta, sehingga keturunan she Chu juga tidak berhak menjadi kaisar.”

“Siapakah namanya? bagaimana pula tampangnya?” Tanya Ban Su To Niocu penasaran.

“Sayang sekali selama 5 kali bertemu dalam 2 tahun ini, satu kalipun dia tidak pernah menyebutkan namanya. Bahkan 5 kali bertemu, tampangnya juga selalu berubah dari tampang kakek-kakek, orang setengah umuran sampai tampang anak muda dengan suara yang berbeda-beda. Dengan demikian aku juga tidak tahu perkiraan usianya. Orang itu benar-benar luar biasa. Selain ilmu silatnya sangat tangguh, pintar bersiasat dan ahli menyamar pula.”

“Lalu engkau sendiri mengapa menceritakan hal ini kepada kami? Bukankah kami dapat mengadukan dirimu pada pihak kerajaan dengan tuduhan memberontak?” tanya Ban Su To Niocu.

“Sebab setelah pertemuan terakhirku dengannya aku baru menyadari betapa berbahaya orang gila berambisi seperti dirinya jika mendapatkan kekuasaan kaisar ditangannya. Rakyat yang sudah hidup tenang dimasa damai sekarang tentu akan lebih menderita.”

Kali ini Yelu Ceng yang bertanya,”Apa yang diminta oleh orang aneh itu kepada cianpwe?”

“Pertama kali bertemu dia memintaku untuk menyebarkan desas desus mengenai Jit Goat Siang Pokiam. Aku sendiri tidak tahu ada apa dibalik keistimewaan sepasang pedang pusaka itu. Tetapi yang pasti pada pertemuan kedua dia mengatakan kalau berita tentang sepasang pusaka itu tentu akan menyebabkan ketidakstabilan dan gejolak di dunia kang-ouw. Bila tiba saatnya aku akan dimintanya maju kedepan mengatasi kekacauan, memimpin dunia kang-ouw sebagai Bu-lim Beng-cu dan membantunya dari belakang dalam merebut tahta. Hanya saja supaya kekacauan lebih parah, dia menyuruh beberapa orang anak buahnya membunuhi beberapa tokoh dunia persilatan. Tahukah kalian kalau orang yang membunuh wakil ketua Siaw-lim pai Tiong-ki Taysu, Bu-liang Tosu dari Bu-tong pai dan Siang-wi siansing dari Hoa-san pai adalah orang-orang suruhannya.”

“Astaga! Orang gila ini benar-benar licik. Rupanya dia bilang keladi ketegangan hubungan antar perguruan besar kang-ouw selama dua tahun ini. Selama ini tersebar kabar simpang siur kalau semua tokoh partai besar yang tewas itu karena berebut Jit Goat Siang Pokiam”

“Betul, hal ini baru kuketahui langsung dari mulut orang itu. Pada saat itulah aku memutuskan untuk merebut sepasang pedang pusaka supaya bisa kusimpan diam-diam hingga keributan berakhir. Paling tidak aku bisa mencegah terjadinya pertumpahdarahan lebih lanjut.”

“Mengapa tidak kau laporkan hal ini ke istana kaisar?”tanya Ban Su To Niocu.

“Karena secara tanpa sadar orang itu pernah kelepasan kata-kata yang secara tidak langsung menyebutkan kalau dirinya adalah orang dalam istana kaisar, bahkan sepertinya menjabat kedudukan penting,” sahut Bu Kiong dengan suara semakin lemah.

Wajah Ban Su To Niocu menjadi pucat pasi mendengar jawaban itu.

Tiba-tiba Bu Kiong muntah darah lagi dan kali ini terlihat darah yang keluar warnanya semakin gelap. Cepat dia menoleh pada Ban Su To Niocu dan Yelu Ceng sambil berkata lemah,”Aku ingin memberikan pesan terakhir mengenai Bu-kee-cung dan keluarga Bu pada keponakanku ini, harap anda berdua menghormati hal ini.”

Ketika Ban Su To Niocu dan Yelu Ceng menghampiri Toan kongcu yang masih pingsan, segera Bu Kiong berkata pada Dian Long yang sedang memangku pamannya sambil mengerahkan tenaganya membantu Bu Kiong menahan racun yang sudah menyebar,”Long-ji, nanti katakanlah pada paman ke-dua mu agar memegang jabatan cungcu sementara hingga dipilihnya kepala dusun yang baru.”

“Baiklah Toa-siok,” sahut Dian Long sambil berlinangan air mata seperti A Hu yang juga duduk di sampingnya.

“Untukmu sendiri aku memberikan tugas berat menjaga nama baik dan keamanan Bu-kee-cung. Jika semua urusan sudah selesai, pelajarilah ilmu tata letak pat-kwa dan ilmu lima unsur lalu pergilah ke kompleks pemahkaman luluhur keluarga Bu dan gunakan pengetahuan itu untuk menemukan kauw-koat pusaka keluarga Bu.”

“Tapi aku…..”kata Dian Long

“Aku tahu kalau bakatmu untuk belajar ilmu silat jauh lebih hebat dibandingkan aku, hanya saja karena kau suka keluyuran latihan silatmu jadi terbengkalai. Mulai sekarang kau harus giat melatih kauw-koat itu sampai sempurna. Aku takut orang misterius itu akan mengincar Bu-kee-cung jika tahu aku telah melawan kehendaknya. Tugasmulah untuk menjaga Bu-kee-cung dimasa depan, jangan sampai mengecewakan aku,” lanjut Bu Kiong dengan napas semakin melemah.

“Jaga…kampung….dan…..keluarga Bu…”kata Bu Kiong kali ini sambil menutup matanya dengan napas terengah-engah. Setelah itu beberapa saat kemudian berhentilah napasnya karena nyawanya telah lepas dari tubuhnya.

Tinggallah Dian Long dan A Hu menangis tersedu-sedu hingga menarik perhatian Ban Su To Niocu dan Yelu Ceng yang masih berusaha menyadarkan Toan kongcu. Menyadari kondisi Toan kongcu tidaklah berbahaya, mereka berdua menghampiri Dian Long. Yelu Ceng memeriksa keadaan Bu Kiong sambil menghela napas panjang.

“Beliau sudah tiada.”

 

Bersambung

Cerita hasil keroyokan bareng anggota serialsilat.com: 23.10.2007
Aminus, B_man, Kucink, Mel, Tembuyun Belitong, Trulythe (Aldi Surjana), Toan_ie, dan Zetta

 

 

Werbeanzeigen

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s