Mulan (1)

aldisurjana_hua_mulan_jendral_perang_pahlawan_wanita_tiongkok_cerita_silat_legenda_dongeng
Pada jaman dahulu, di sebuah desa kecil di bagian utara Tiongkok, hiduplah Hua Mulan sekeluarga. Ayah Hua Mulan adalah Hua Hu, dulu ia adalah seorang jendral pembela tanah air yang pernah bertempur ratusan kali. Sekarang, karena sudah tua dan sering sakit, ia pensiun dan beristirahat di rumah.

Selain ayah dan ibu, masih ada seorang kakak perempuan yang bernama Muhui dan seorang adik laki-laki yang bernama Mudi. Mulan sejak kecil sudah sangat pintar, ia gemar belajar. Ia tidak hanya belajar pada ibunya untuk menguasai pemintalan dan penenunan, tetapi juga ia mengikuti ayahnya berlatih silat dengan baik.

Pada suatu hari, Mulan yang pintar dan cekatan duduk di samping mesin tenun, ia tidak menenun seharian, hanya mendesah panjang di hadapan mesin tenun. Kakaknya Muhui berjalan di ruang samping mesin tenun, mendengar suara desahan Mulan, dalam hatinya berkata, ”Adik biasanya cekatan, orang yang selalu punya ide, kenapa hari ini tiba-tiba berkeluh-kesah?” kemudian ia masuk ke ruang mesin tenun.

Ia melihat wajah Mulan memperlihatkan wajah gelisah, lalu berkata sambil bergurau, “Tidak terdengar suara mesin tenun, hanya terdengar kamu berkeluh kesah di sini, barangkali usia adik sekarang sudah dewasa, ingin segera menikah, betul kan?”

Mulan begitu mendengar ucapan tersebut segera berseru, “Walaupun saya sudah besar, tapi tidak sebesar usia kakak. Bila mau menikah, harus kakak dulu yang menikah.” selesai bicara, lagi-lagi terdiam dan tertunduk lesu. Muhui melihat Mulan tidak ingin berbicara, lalu ia berpura-pura marah. Mulan begitu melihat Kakaknya marah, terpaksa ia memberitahu kakaknya mengapa ia berkeluh kesah.

Sebenarnya, kemarin malam, orang di dalam rumah sudah tidur, hanya Mulan sendiri yang masih menenun. Pada saat itu prajurit lokal membawa perintah militer darurat untuk merekrut tentara. Prajurit lokal berbicara kepada Mulan, ” Musuh telah datang menyerang negara kita, situasi perbatasan gawat, atasan ingin agar ayahmu segera kembali untuk berperang.”

Mulan yang mendengar sangat cemas. Dia memberitahu prajurit lokal bahwa ayahnya sudah sakit-sakitan, tidak bisa lagi berperang. Prajurit lokal malah berbicara lagi dengan sikap dingin, ”Saya tidak perduli, suruh saja anak laki-lakinya yang menggantikan.” Selesai bicara, lalu pergi.

Mulan memegang perintah militer, semalaman tidak tidur. Dia berpikir, “Membela tanah air adalah suatu keharusan, tetapi adik laki-laki masih terlalu kecil, kesehatan ayah pun sudah tidak memungkinkan, bagaimana caranya?” Pagi-pagi sekali Mulan dengan gelisah ke tempat pemintalan, tetapi tidak ada keinginan untuk menenun.

Dia merasa dirinya mempunyai ilmu silat yang baik, hanya saja karena dia seorang anak perempuan, maka tidak bisa pergi membela negara, tidak bisa menggantikan ayah untuk ikut berperang, sayang sekali. Oleh karena itu, ia berkeluh-kesah, dan akhirnya diceritakan pada kakaknya.

Setelah mendengar pembicaraan Mulan, Muhui pun tidak tahu bagaimana sebaiknya. Tapi, Mulan telah memutuskan sesuatu. Ia lalu menarik kakaknya ke tempat ayah dan ibu, Muhui memberitahu ayah, “Adik kemarin malam telah menerima sebuah perintah militer.”

Hua Hu menerima perintah militer itu dari Mulan, setelah selesai membaca, merasa sangat terkejut. Ibu Mulan mendengar Hua Hu akan pergi berperang, takut dan khawatir, ia segera ke hadapan Hua Hu, “Kamu sudah tua, tubuh kamu tidak sehat, mana bisa pergi ke daerah perang? Pokoknya tidak boleh pergi!”

Hua Hu berpikir dengan seksama, ia menganggap membela negara adalah kewajibannya sendiri, lagi pula perang sudah berlangsung, tidak bisa menunggu lagi. Kemudian, ia memutuskan untuk sekali lagi pergi ke medan perang untuk mengabdi. Dia berkata kepada istrinya, “Hanya dengan mengusir musuh, negara baru bisa damai, kita sekeluarga pun baru bisa hidup bersama-sama lagi. Oleh karena itu, kita harus memikirkan kepentingan negara.”

Mulan berkata lagi, “Perkataan ayah benar, tapi ayah sudah tua dan tubuh ayah sudah lemah, bagaimana bisa pergi ke tempat yang jauh untuk berperang?”

Kemudian, Mulan mengemukakan idenya sendiri lalu berkata, “Mengingat tubuh ayah tidak sehat, umur adik laki-laki masih terlalu kecil, saya bermaksud menyamar sebagai laki-laki, menggunakan nama adik, menggantikan ayah pergi berperang, apakah kalian setuju?” Semua anggota keluarga setelah mendengar perkataan Mulan, mengira Mulan hanya bercanda.

Pada saat itu, Prajurit lokal datang. Dia mengabarkan perintah militer kedua, agar Hua Hu segera mempersiapkan kuda perang, baju perang, persenjataan, bahkan malam ini segera pergi ke perbatasan, jangan ditunda lagi!

Bersambung ke:  Hua Mulan (2)

by richard
https://aldisurjana.wordpress.com/

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s