Mulan (2)

aldisurjana_hua_mulan_jendral_perang_pahlawan_wanita_tiongkok_cerita_silat_legenda_dongeng
Ibu Mulan meminta belas kasihan kepada Prajurit lokal, agar jangan menyuruh Hua Hu ke garis depan, tapi prajurit lokal berkata, “Ini adalah hukum dan perintah negara, siapa yang berani melanggar!” Hua Hu mengabulkan permintaan prajurit lokal, dan mengatakan bahwa dia akan segera mengikuti dari belakang.

Setelah prajurit lokal pergi, hati Mulan sangat sedih. Dia dengan sabar menjelaskan kepada ayah ibu, dengan sungguh-sungguh meminta ayah ibunya mengizinkan dia untuk menggantikan ayah pergi berperang. Ibu berkata, “Seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki bekerja sama, ada banyak hal yang tidak leluasa.”

Mulan lalu menyebut wanita-wanita jaman dahulu yang bergabung dalam militer untuk berperang, tentang bagaimana mereka memimpin tentara dan membunuh musuh untuk menyenangkan ibunya. Ayah berkata, “Berperang harus mengandalkan keberanian dan keterampilan silat.”

Mulan bertanya dengan tidak puas, “Keterampilan silat ayah bagaimana?” Ayah berkata, “Saya sudah banyak bertempur, membunuh banyak musuh, sekarang meskipun usia saya sudah tua, tapi keterampilan silat dan keberanian saya masih ada.” Mulan berkata lagi, “Meskipun keterampilan silat saya tidak tinggi dibanding orang dahulu, tapi juga tidak berbeda dibanding keterampilan silat ayah, bila tidak percaya kita berdua berduel, bagaimana?”

Saat itu, Hua Hu menjadi ingin melihat tingkat keterampilan silat Mulan sampai dimana, lalu menyuruh Muhui untuk mengambil pedang. Mulan lalu berkata, ”Bila bisa mengalahkan ayah, tolong ayah izinkan saya untuk bergabung dalam militer, bila tidak bisa mengalahkan ayah, saya tidak akan menyinggung masalah ini lagi.” Ayah setuju. Kemudian, Mulan dengan gembira mengambil pedang dari tangan kakak.

Ibu Mulan mengkhawatirkan tubuh suaminya, menyuruh Mulan untuk tidak bersungguh-sungguh. Hua Hu berkata seperti tidak perduli, “Hari ini ayah dan anak perempuan akan benar-benar berduel untuk melihat kemampuan kita.”

Setelah ayah dan anak perempuan bersilang pedang, Mulan dalam hati ingin mengalahkan ayahnya, agar ia bisa pergi berperang, makin berduel makin berani, seru sekali. Akhirnya, jendral yang sudah tua berangsur-angsur terpojokkan dan kalah.

Melalui duel senjata ini, ayah dan ibu Mulan mengetahui bahwa ilmu silat Mulan benar-benar bagus, terpaksa mengabulkan permintaan Mulan. Ayah berkata kepada Mulan, “Mengingat Kamu mempunyai tekad, kami pun tidak akan menghalangi kamu. Baju perang dan topi perang saya masih ada, cepat berpakaian agar saya melihat dan bisa memberikan pendapat.”

Mulan setelah mendengar perkataan ini, dengan gembira berlari masuk kamar, tak lama berjalan keluar dengan berpakaian rapi, terlihat benar-benar seperti seorang jendral yang gagah. Ayah melihatnya sangat gembira, ingin memuji beberapa kalimat, tetapi terlihat Mulan menunduk memberi hormat, memberi hormat seperti anak perempuan, membuat semua orang tertawa terbahak-bahak.

Hua Hu memberitahu Mulan bahwa anak laki-laki mempunyai sikap sebagai anak laki-laki, jendral besar memiliki tingkah laku sebagai jendral besar, sikap anak laki-laki berbeda dengan sikap anak perempuan. Mulan adalah gadis yang sangat pintar, belajar sebentar lalu dapat menguasai seluruh pelajarannya. Hua Hu melihat Mulan memperagakannya, benar-benar bagus, lalu dengan gembira berkata kepada Mulan, “Baik, kamu boleh pergi.”

Pada hari itu, Hua Hu membeli kuda perang untuk Mulan. Seluruh anggota keluarga melepas kepergiannya sampai ujung desa. Mulan menghibur orang tuanya agar tidak mengkhawatirkan dirinya, tunggu sampai musuh terusir, baru pulang melihat ayah ibu. Saat itu, kakak menarik Mulan kesamping dan menasehati dia agar di manapun berada harus berhati-hati.

Adik laki-laki mendoakan semoga Mulan memenangkan pertempuran. Mulan dengan perasaan yang dalam menarik tangannya, beribu-ribu kata disimpan dalam hati sanubari, satu kalimat pun tak terucapkan. Dia membalikkan badan dengan mata berlinang, menunggang kuda pergi menjauh.

Sepanjang jalan Mulan memecut kuda, tidak membedakan siang atau malam berjalan ke depan. Pada saat dia melewati sungai kuning, terlihat airnya sudah memerah penuh dengan darah, melihat ke sekeliling, tidak ada seorang pun, hanya terdengar gemericik air yang sudah memerah, tidak tertahankan rindu akan orang tua. Tiba-tiba dia mendengar suara ringkikan kuda perang di perbatasan, teringat keadaan sudah gawat, lalu segera menuju ke sana.

Di perjalanan, Mulan bertemu beberapa prajurit yang bergegas pergi ke garis depan, semua lalu bergabung bersama-sama. Saat mereka sampai di perbatasan, menemukan sebuah pertempuran yang dahsyat, mereka segera ikut bertempur.

Waktu berlalu sangat cepat, Mulan telah bertempur melewati beberapa musim semi dan musim gugur. Karena dia di medan pertempuran sangat berani, menanggung resiko maut, banyak berbuat jasa dalam pertempuran, maka Mulan diangkat menjadi jendral dan dipanggil “Jendral Hua”.

Bersambung ke: Mulan (2)

by richard
https://aldisurjana.wordpress.com/

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s