Mulan (3)

aldisurjana_hua_mulan_jendral_perang_pahlawan_wanita_tiongkok_cerita_silat_legenda_dongeng
Pada suatu malam, ketika Mulan sedang berpatroli di jalan, tiba-tiba terdengar suara burung, ia segera menyadari, dalam hatinya berkata, “Burung berkicau malam-malam begini, pasti musuh dari utara menyelinap menuju kemari.”

Kemudian, Mulan segera memberi perintah dan menyuruh pasukannya bersiap-siap untuk bertempur, ia segera menemui Marsekal He untuk melaporkan keadaan di sana. Atas saran Mulan kepada Marsekal He, mereka dengan segera menyusun rencana untuk pertempuran itu.

Ketika musuh semakin mendesak ke perbatasan dan menyelinap masuk ke dalam barak Mulan, musuh tidak menemukan siapapun, mengetahui telah masuk ke dalam perangkap lawan, mereka segera melarikan diri. Tetapi Marsekal He memimpin pasukannya untuk meringkus mereka, musuh terpaksa melarikan diri dan bersembunyi ke dalam hutan.

Mulan sudah membawa pasukannya dan menunggu di dalam hutan, dari kedua arah memulai penyerangan. Di tengah pertempuran, lengan Mulan terluka, namun tanpa memperhatikan lukanya, keberaniannya dalam bertempur makin bertambah sampai semua musuh binasa.

Setelah pertempuran usai, Marsekal He secara pribadi datang melihat keadaan luka Mulan, dan memuji ketangkasan dan keberaniannya, juga menyatakan jasa-jasanya. Pada saat yang bersamaan ia juga berkaul untuk Mulan, yaitu ingin menikahkan putri tunggalnya dengan “Jendral Hua”.

Mulan sangat terkejut mendengarnya. Terhadap kebaikan hati Marsekal He, ia tidak punya alasan untuk menolak. Setelah ia berpikir-pikir, kemudian ia meminta izin kepada Marsekal He untuk pulang agar bisa bertemu keluarganya, selain untuk dapat menyembuhkan lukanya, tapi juga untuk mengabarkan masalah ini kepada orang tuanya. Marsekal He segera mengabulkannya.

Keesokkan harinya, Mulan pulang dengan menunggang kuda pemberian Marsekal He. Orang tua Mulan sangat gembira begitu melihatnya. Adik laki-lakinya segera memotong babi dan kambing untuk menghormati kakaknya.

Kakaknya Muhui membantu Mulan melepas baju perang dan memakaikan gaun seperti semula. Mulan bercermin dan berdandan, tak berapa lama “jendral Hua” berubah menjadi seorang gadis yang cantik. Mulan bolak-balik menghadap cermin, menatap dirinya sendiri dan tertawa.

Tak lama kemudian, Marsekal He datang dengan membawa beberapa orang jendral ke rumah Mulan untuk menemui jendral Hua. Orang tua Mulan sibuk menyambutnya.

Marsekal He begitu melihat Hua Hu, langsung memuji-muji “Jendral Hua” sebagai jendral yang sangat berani. Ia juga memberitahu Hua Hu bahwa kaisar menganugrahkannya untuk menjadi pejabat. Orang tua Mulan mendengarnya merasa sangat terkejut dan gembira.

Marsekal He juga menyinggung tentang pernikahan, sejenak Hua Hu tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Ketika Marsekal He menanyakan keadaan luka Mulan, dan pada saat yang bersamaan ingin melihat Mulan, Hua Hu sangat cemas. Ia terpaksa menarik adik laki-laki Mulan. Begitu Marsekal He melihat, dengan sibuk berkata, “Bukan, bukan ini. Yang ingin saya temui adalah “Jendral Hua ” yang masih muda, bukan pemuda ini!”

Masalahnya sudah sampai sejauh ini, Hua Hu terpaksa memanggil Mulan, Mulan yang kembali berpakaian perempuan merasa malu berhadapan dengan Marsekal He. Begitu Marsekal He melihatnya adalah seorang gadis yang cantik, dengan marah bertanya kepada Hua Hu, “Mengapa menyuruh seorang gadis yang menggantikan jendral Hua untuk menemui saya?”

Mulan pada saat itu juga berteriak memanggil “Marsekal He”, Marsekal He merasa tak asing mendengarnya, jendral lainnya yang mendengar juga merasa seperti suara jendral Hua. Mereka semua terkejut sambil memandangi gadis ini. Dan Mulan mundur dengan wajah merah dan merasa sangat malu karena seorang gadis yang menyamar sebagai laki-laki.

Marsekal He setelah mendengar sangat kagum, bahkan berkata, “Jendral Hua sungguh adalah seorang pahlawan wanita, mengagumkan!

Kaitannya dengan Sejarah

Hua Mulan (yang berarti bunga magnolia) hidup pada tahun 386-436 Masehi adalah seorang pejuang wanita legendaris yang menjadi panutan heroik bagi para pahlawan-pahlawan bangsa Han di zaman-zaman berikutnya. Sebenarnya Hua masih menjadi kontroversi bagi para sejarahwan mengenai apakah Hua benar-benar pernah hidup di dunia atau cuma sebuah cerita rakyat heroik.

Tidak ada catatan sejarah yang lengkap tentang Hua Mulan, cuma diketahui ia adalah seorang wanita dari keluarga petani yang hidup di Zaman Dinasti Utara dan Selatan, sebenarnya negara yang dibela Hua Mulan sendiri bukan suku Han, melainkan negara Wei Utara yang saat itu menguasai utara Tiongkok. Negara Wei Utara ini sendiri adalah negara yang dikuasai suku kuno Xianbei yang berasal dari sekitar wilayah Korea sekarang ini.

by richard
https://aldisurjana.wordpress.com/

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s