Part 4 – Sampek Engtay (Liang Shanbo dan Zhu Yingtai; The Butterfly Lovers)

aldisurjana_sampek_engtay_lian_shanbo_zhu_yingtai_the_butterfly_lovers

 

Kawin paksa

Setelah Yingtai pulang ke rumah, hatinya selalu merindukan Shanbo. Pada hari itu, ketika ia sedang bercakap-cakap dengan Yinxin di dalam kamar, tiba-tiba ayahnya masuk dengan raut wajah yang penuh kegembiraan dan berkata,”Berita gembira! Berita gembira! Selamat! kamu menikah dengan keluarga yang terpandang.” Yingtai terkejut dan bertanya,”Ayah telah menikahkan saya kepada orang lain?” Ayahnya menjawab,”Dia adalah putra keluarga Ma, Ma Wencai.” Tetapi hal yang membuat Tuan Zhu heran adalah anaknya tidak mau menikah dengan Ma Wencai. Tuan Zhu berpikir, keluarga Ma adalah keluarga pejabat, pernikahan yang begitu indah ini mengapa ditolak anaknya? Apakah anaknya telah jatuh cinta pada orang lain ketika sekolah di Hangzhou. Tuan Zhu bertanya,”Kamu berteman dengan siapa saja ketika belajar di Hangzhou?” Anak perempuannya hanya menundukkan kepala tidak menjawab. Tuan Zhu kemudian bertanya kepada Yinxin, Yingtai menyuruh Yinxin mengatakan sejujurnya. Yinxin kemudian mengatakan hal mengenai Yingtai mengangkat Shanbo sebagai saudara, dan minta dilamar ketika sudah pulang serta hal-hal lainnya. Setelah Tuan Zhu mendengarnya, ia sangat marah lalu berkata,”Bagaimana bisa kamu melakukan hal seperti itu? Sejak dulu tidak pernah ada gadis yang menentukan jodoh sendiri, lagipula keluarga Liang adalah keluarga rendahan yang sangat miskin. Saya tidak akan menyetujui hal ini.”

Yingtai melihat ayahnya bersikeras menjodohkannya pada keluarga Ma, ia sangat cemas dan benci, sehingga 3 hari ia tidak makan dan tidak keluar dari kamar. Ketika Tuan Zhu sedang khawatir, Yinxin tiba-tiba masuk dan berkata,”Liang Shanbo datang berkunjung.” Tuan Zhu dengan keras berkata,”Saya tidak mau bertemu!” Baru saja Yinxin membalikkan badan, Tuan Zhu berkata lagi pada Yinxin,”Persilakan ia masuk!”

Liang Shanbo masuk, Tuan Zhu berbasa-basi sebentar dengannya lalu menyuruhnya beristirahat di ruang belajar, kemudian menyuruh Yinxin memanggil Yingtai.

Setelah Yingtai mendengar Shanbo datang, duka hatinya berubah menjadi suka. Begitu memasuki ruang tamu, ia tidak melihat Shanbo, ia hanya melihat ayahnya duduk di situ. Tuan Zhu berkata,”Bukankah kamu sakit? Saya pikir kamu sebaiknya jangan bertemu dengannya!” Yingtai berkata,”Shanbo bermaksud baik menjenguk saya di sini, bagaimana mungkin saya tidak menemuinya?” Tuan Zhu berkata,”Tetapi kamu sekarang telah menjadi anggota keluarga Ma, tidak boleh sembarangan menampakkan diri di depan orang lain.” Yingtai berkata,”Saya tidak pernah menyetujui menikah dengan keluarga Ma!” Tuan Zhu dengan marah berkata,”Apakah kamu ingin saya mati karena marah?” Yingtai berkata,”Ayahlah yang ingin memaksa saya mati.” Setelah Tuan Zhu mendengar ia sangat marah dan tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia berpikir, bagaimana bila anaknya bunuh diri? Oleh karena itu, ia kembali menasehati Yingtai,”Kamu jangan bodoh, kamu juga harus memikirkan Shanbo, keluarga Ma adalah keluarga kaya dan berkuasa, bila mereka berkata sepatah kata saja, maka Shanbo akan ditangkap dan dibunuh…” Suara tangis Yingtai telah memutuskan kalimat Tuan Zhu.”Ayah tidak usah berkata lagi.” Tuan Zhu melihat Yingtai ketakutan kemudian berkata,”Kalian adalah kakak adik, maka bertemulah dengannya untuk yang terakhir kali. Kamu harus menasehatinya dan menyuruhnya untuk menikahi gadis lain, dan kemudian putus hubungan!.” Setelah selesai bicara ia menyuruh Yinxin memanggil Shanbo dan ia sendiri kemudian pergi dari situ.

Bersambung ke part 5

By Richard; https://aldisurjana.wordpress.com/

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s