Part 6 – Sampek Engtay (Liang Shanbo dan Zhu Yingtai; The Butterfly Lovers)

 

aldisurjana_sampek_engtay_lian_shanbo_zhu_yingtai_the_butterfly_lovers

Kupu-kupu

Pada hari pernikahan, Tuan Zhu memaksa Yingtai naik ke tandu. Yingtai berkata,”Ayah menyuruh saya menikah, saya menurut. Tapi ayah juga harus berjanji satu hal pada saya.” Ayah lalu bertanya tentang hal apa. Yingtai berkata,”Bila melewati makam Shanbo, saya ingin memberi penghormatan terakhir.” Begitu mendengar hal ini, ayahnya langsung menolak. Yingtai lalu berkata,”Bila tak dikabulkan saya akan mati disini dan tak akan naik tandu.” Ayahnya berkata,”Saya akan berunding dengan pangeran Ma terlebih dahulu.”

Pada awalnya Ma Wencai menentang, tapi Tuan Zhu berkata,”Shanbo mati demi Yingtai. Saya khawatir bila tak diizinkan, kelak akan terjadi bencana.” Ma Wencai tak punya pilihan, lalu Yingtai naik tandu.

Ketika tandu sampai di makam Shanbo, Yingtai turun dan berlutut di hadapan makam Shanbo, sambil menangis ia berkata,”Kakak Liang, kita tak dapat hidup bersama, tapi saya ingin mati bersamamu. saya tidak ingin menikah dengan Ma Wencai, bila rohmu ada di bawah tanah ini, ajaklah saya pergi bersamamu.”

Pada saat itu, tiba-tiba bertiup angin kencang, diikuti oleh hujan lebat, suasana menjadi gelap, hanya terdengar suara petir,”Dar!” Makam terbelah membentuk retakan besar, Yingtai melompat ke dalam makam tersebut. Orang-orang dari segala penjuru bergerak maju untuk mencegahnya, tapi makam telah tertutup kembali. Yinxin bergerak mendekat, tapi hanya dapat menjangkau beberapa helai sisa potongan bajunya.

Hujan telah berhenti dan langit cerah. Matahari muncul dari sela-sela awan, di langit terbentuk secercah pelangi yang indah. Bunga-bunga bermekaran, embun yang berkilauan tergantung di dedaunan, burung-burung berkicau,”cit cit cit cit” Pada saat itu sepasang kupu-kupu besar muncul dari sela-sela bunga, mereka menari-nari dan saling berkejaran. Dimana-mana bunga dan rerumputan merunduk tersenyum kepada mereka.

Sepasang kupu-kupu besar ini merupakan penjelmaan dari roh Liang Shanbo dan Zhu Yingtai. Walaupun mereka telah meningal dunia, tapi di kehidupan lain, mereka saling menyayangi dan saling mencintai selamanya.***

By Richard; https://aldisurjana.wordpress.com/

Werbeanzeigen

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s