Foot Binding dan Ibu Suri Cixi

 

aldisurjana_Foot_Binding_Ibu_Suri_Cixi

Suatu hari pada tahun 1900, istri seorang diplomat China sowan ke kediaman Cixi, ibu suri Kerajaan Tiongkok. Perempuan itu, juga putri-putrinya, tak memakai pakaian tradisional. Mereka mengenakan pakaian ala Barat paling bergaya pada masanya. Penuh renda dan lipit, roknya agak megar.

Di tengah kunjungan, istri diplomat itu berkata,“praktik mengikat kaki para perempuan China membuat kita jadi bahan tertawaan di dunia.“

„Aku sudah dengar,“ jawab ibu suri. „Bahwa orang asing memiliki kebiasaan yang katanya tidak tercela.“

Ia lalu meminta tamunya untuk menunjukkan bagaimana perempuan asing mengikat pinggang mereka. Mumpung tidak ada orang lain di dalam ruangan kala itu. Salah satu putri diplomat kemudian menunjukkan apa yang melilit pinggangnya yang ramping.

„Sungguh menyedihkan apa yang harus dialami wanita asing. (Pinggang) mereka diikat dengan batang baja sampai mereka hampir tidak bisa bernapas. Kasihan, kasihan!,“ kata ibu suri Cixi.

Meski begitu, seperti dikutip dari situs University of Virginia, pada 1 Februari 1902, Cixi akhirnya melarang praktik tradisi pengikatan kaki para perempuan China atau foot binding menyusul Pemberontakan Boxer.

Tujuannya, untuk menenangkan orang asing. Namun, larangan tersebut kemudian dibatalkan.

Gambar diambil dari : Wikipedia

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s