Kwe Ceng Galau

aldisurjana_kwe_ceng_oey_yong_yok_su_galau_joke

Oey Yong terbangun di tengah malam dan mendapati suaminya Kwe Ceng tidak berada di tempat tidur. Ia mengenakan gaun malamnya dan meninggalkan kamar tidur.

Kwe Ceng duduk di meja dapur di hadapan secawan arak, tenggelam dalam pikirannya, sambil menatap dinding. Oey Yong bisa memperhatikan, bagaimana air mata menetes dari mata Kwe Ceng, dan bagaimana Kwe Ceng menghirup araknya.

„Ada apa, sayang? Mengapa kau duduk di dapur saat ini?“ Oey Yong bertanya pada Kwe Ceng.

„Masih ingatkah kau, ketika kita kencan pertama 20 tahun yang lalu? Saat itu kau baru berusia 16 tahun!“

„Ya, tentu saja!“

„Masih ingatkah kau, ketika ayahmu memergoki kita, pada saat kita sedang bercinta di bawah pohon persik?“

„Ya, aku masih ingat benar, itu tak akan terlupakan olehku.“

„Masih ingatkah kau, ketika ayahmu menodongkan seruling gioknya ke depan hidungku dan berkata: ‚Salah satu, kau menikahi putriku atau kau masuk penjara selama 20 tahun‘!“

„Oh iya!“ Jawab si Oey Yong.

Kwe Ceng menyeka air mata dari pipinya dan berkata: „Tahukah kau, hari ini seharusnya adalah hari di mana aku dibebaskan?“

by Aldi Surjana

The Legend of the Condor Heroes

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s