Liu Yong, Penyair „distrik lampu merah“ zaman Song

 

 

aldisurjana-penyair-liu-yong-distrik-lampu-merah-zaman-song-dinasti-pelacur-tiongkok-dilraba-dilmurat

Kisah penyair „Distrik lampu merah“ Liu Yong ini, mengingatkan kita pada film The Flame’s Daughter (Lie Huo Ru Ge), yang dibintangi oleh Dilraba Dilmurat, Film itu mengisahakan seorang wanita cantik, puteri seorang tetua kanguw kesohor, tapi karena cintanya dicuekin oleh Suhengnya, dia pergi magang untuk mempelajari ilmu kewanitaan di sebuah rumah bordil ternama di ibukota, di situ dia berkenalan antara lain dengan Liu Yong, sang penyair beken.

Liu Yong, seorang penyair Song (960-1279),

menghabiskan seluruh hidupnya menulis puisi untuk pelacur, setiap puisi yang ia tulis tentang bordil akan segera menyebar di jalanan dan gang-gang di kota; sayangnya bagi Liu, ketenarannya sebagai seorang penyair begitu hebat sehingga menjadi bumerang, menghancurkan harapannya untuk menjadi pejabat.

Ketika pemuda yang terkenal itu mengikuti Ujian Kekaisaran dan lulus semua ujian, sang kaisar menolaknya, dengan mengatakan: „Untuk apa kamu membutuhkan prestasi dan ketenaran? Kamu harus mengisi gelasmu dan bernyanyi dengan lembut”.

Akibatnya, Liu melepaskan semua harapan untuk menjadi orang yang berprestasi secara politis dan menghabiskan seluruh waktu dan bakatnya untuk menulis tentang para pelacur yang membuatnya sangat terpikat. Liu dengan akrab berteman dengan pelacur terbaik di zamannya, akhirnya menemukan dirinya miskin dan hidup dari bantuan keuangan orang lain.

Liu meninggal tanpa uang tetapi tidak tanpa teman. Lusinan „teman“ pelacurnya mendanai pemakamannya. Menurut novelis Ming Feng Menglong, pada hari pemakamannya, “Seluruh kota Chang’an berpakaian putih karena prosesi pemakamannya diikuti oleh semua pelacur di kota. Tanah bergetar dengan suara duka mereka …

Keterangan:

Di China kuno sebelum dinasti Qing, yg namanya „Red-light district“ itu ada sekolahnya yang disebut jiaofang , di sekolah mereka dilatih keterampilan seperti: berpuisi, menulis kaligrafi, menyanyi, memainkan alat musik, menari, melukis, bermain catur, lulusannya disebut pelacur resmi (terdaftar). Karakter huruf China untuk pelacur, 妓 (jì), tidak banyak berhubungan dengan seks tetapi lebih sebagai „aktris“.

by aldithe

 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s