Leluhur Oey Yok Su (Huang Yaoshi)

aldi_surjana_Leluhur_Oey_Yok_Su_Yue_Maiden_cersil_Pedang_Gadis_Yueh_Giok_Lie_Kiam_pulau_bunga_persik_jin_yong

Tidak ada yang tahu siapa leluhur Oey Yok Su. Dalam kisah Sia Tiau Eng Hiong hanya disebut sekilas, bahwa ayah atau kakeknya pernah menjadi pejabat kerajaan. Ya, hanya itu, tidak ada tambahan lainnya.

Tapi tahukah Anda, bahwa ada kaitan antara Oey Yok Su dengan Yue Maiden si gadis pedang yueh (Cersil ke 15 Jin Yong). Ceritanya begini:

Yue Maiden dalam cersil Pedang Gadis Yueh (Giok Lie Kiam) bernama Ah Qing, dia adalah seorang gadis muda. Disebut muda karena diperkirakan berumur belasan tahun, ia memiliki wajah oval, cantik, kulit putih, alis panjang dan jelas, mempunyai mata besar yang terang.

Ah Qing suka menggunakan baju berwarna hijau dengan tongkat bambu di tangan dan bekerja sebagai pengembala hewan sehari-hari nya. Satu-satunya keluarga yang tinggal bersamanya adalah ibunya. Ah Qing melakukan pelatihan ilmu pedang kepada para tentara Yue selama 3 hari (sekitar 80 tentara), kemudian pergi menghilang tanpa kabar.

Kasus menghilangnya Yue Maiden menjadi tanda tanya besar. Kemanakah gerangan si gadis berbaju hijau bersembunyi, ke hutan belantara?, Pegunungan sunyi? ataukah pulau kosong? Seperti yang kita semua tahu, beberapa ratus tahun kemudian muncul di dunia kangouw seorang pendekar nyentrik yg selalu berpakaian hijau dengan seruling bambu di tangan.

Benar!, Dia adalah Oey Yok Su, si Sesat dari Timur, salah satu keturunan Yue Maiden, yang menghilang pada ratusan tahun lalu. Meskipun Oey Yok Su gemar berpakaian hijau seperti leluhurnya. namun sebagai  orang terpelajar dia enggan menggunakan tongkat bambu gembala warisan leluhurnya. Jadi dia kemudian memodifikasi tongkat bambu tersebut menjadi seruling bambu sebagai senjata.

Semasa hidupnya, Yue Maiden telah menanam berbagai pohon bunga dan buah di pulau kosong. Namun entah kenapa yang tumbuh subur dan melimpah hanya pohon persik, sehingga lama kelamaan pulau itu disebut Pulau Bunga Persik oleh penduduk pesisir Tionggoan.

Tak seorangpun penduduk pesisir pernah melihat wajah tuan pemilik pulau itu, hanya saja jika langit tersenyum redup, samar2 mereka mendengar alunan seruling memainkan lagu Despacito. ~ aldithe

Alunan seruling Oey Yok Su: https://youtu.be/nl5vUwaHZ8U

Jangan terlalu serius ya bacanya, ini cuma cerita boongan 😀

 

Ein Kommentar

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s