Asal Usul Jurus Leng Po Wi Poh (Langkah Lembut Dewi Cantik)

Istilah Leng Po Wi Poh (Lingboweibu, 凌波微步) berasal dari salah satu puisi dalam Cao Zijian (kumpulan puisi Cao Zhi), berjudul „Luoshen Fu (Ode to the Goddess on the Luo River)“:

„off fast flying mallard, uncertain if God Lingboweibu, Luo socks raw dust. Action is uncertain, if risk if the security. Into the only difficult period, if if has to.

Transfected ogle flow fine, smooth Yuk Ngan, Becky. with words not spit, gas if the orchids. Huarong graceful, so I forgot to dinner.“

dimaksudkan untuk menggambarkan sosok Roselle (nama bunga) yang seumpama sinar, mengambang di atas gelombang, berjalan perlahan-lahan. Dalam „Demigods And Semidevils“, Jin Yong memakainya sebagai sejenis ilmu silat, di mana „off fast flying mallard (sejenis bebek), uncertain if God“ dan „action is uncertain, if risk if the security. Into the only difficult period, if to if also“ menjadi petunjuk jurus-jurusnya.

Cao Zijian, kumpulan puisi Cao Zhi. Puisi-puisinya kebanyakan terdiri dari lima karakter: karya awalnya umumnya mengekspresikan idealisme dan ambisinya, hal-hal tentang perjamuan dan bepergian, dan beberapa mencerminkan gejolak social pada masa itu, sedangkan karya-karya akhirnya secara kolektif mencerminkan depresi karena ketertekanan serta pesimistis dan perasaan kecewa terhadap kehidupan.

Cao Zhi (192 – 232), lahir di Qiaoxian di Negara Pei (sekarang Bozhou, Anhui), adalah seorang penyair dari Negara Wei pada jaman Tiga Kerajaan. Baik dia dan Cao Pi adalah putra Cao Cao.

Cao Zhi lahir sebagai seorang anak yang cerdas. Dia membaca puisi dan prosa dengan puluhan bahkan ribuan lebih kata-kata pada usia sepuluh tahun. Dia adalah seorang pembicara yang fasih dan penulis yang tangkas, sehingga sangat disukai oleh Cao Cao, yang merencanakan untuk menetapkan dia sebagai pangeran mahkota. Pada 220, Cao Cao meninggal, Cao Pi naik tahta menjadi Raja Wei, dan segera menyatakan dirinya sebagai Kaisar Wen dari Wei. Setelah itu, Cao Pi menganggap Cao Zhi sebagai lawannya, dan selalu berusaha untuk mencari kesempatan baik untuk membunuhnya. Pada tanggal 27 Desember 232, Cao Zhi meninggal.

Cao Zhi adalah penyair yang paling menonjol dari Periode Jian’an. Karya-karya awalnya kebanyakan mengekspresikan cita-cita dan aspirasi, penuh dengan optimisme agung dan heroik dan perasaan romantis, seperti White Horse dan lainnya. Sebaliknya, karya-karyanya berikutnya mencerminkan penderitaan hati dan ratapan yang penuh kesedihan dan kemarahan, seperti To Biao, Prince of Baima. Cao Zhi adalah penyair pertama dalam sejarah puisi Tiongkok yang memfokuskan pada puisi lima-karakter, memberikan dorongan pada pengembangan gaya puisi Tiongkok. Dia membuat prestasi luar biasa dalam puisi dan prosa deskriptif, dengan Luoshen Fu (Ode to Dewi di Sungai Luo) menjadi salah satu karya utamanya.

Diterjemahkan dan dirangkum oleh Nonik Dahlia dari: history.cultural-china.com

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s