Kaisar Wan Li

„Pasukan Mongol terakhir terusir sudah, Tahta dan kerajaan, yang dulu dicuri ditata ulang. Naga melayang dengan megah di udara, Dan phoenix menari diatas batu cadas dan jurang.

Di sebelah kiri sejauh cakrawala terlindung oleh laut. Dan sebelah kanan dibendung oleh tembok besar dan pegunungan. Alat perang disimpan dan senjata dilarang, Penuh kehormatan kembali menjabat dan jubah sipil.

Damai! — dimana-mana bangkit kegembiraan, Dan cawan pernikahan keemasan berkilauan dalam sinar matahari.“

      Bait-bait puisi ini merujuk pada pujian kemegahan arsitektur dan lokasi nyaman Ibu kota baru, yang dibangun oleh pemerintah dinasti Ming kita, terletak dilokasi yang dulunya Yenking, kedudukan pangeran Yen. Dibangun disebelah utara terlindung pegunungan dan sela gunung, disebelah selatan seluruh Tiongkok dibawah kaki, disini diciptakan apa yang boleh dikata sebuah kota emas, yang bisa disebut sebagai sebuah distrik surgawi, sebuah pondasi bangunan yang bertahan ribuan tahun.

      Ketika Hung Wu (1368 -1399), penguasa Ming pertama, mengusir bangsa Mongol dari Tiongkok selatan, ia mendirikan Tahtanya di Yangtse di tempat suci, dimana terletak Kin Ling, kuburan kaisar Sung tua. Itulah Nanking, Ibu Kota Selatan.

      Ketika kemudian kaisar Yung Loh (1403 – 1425), dulunya pangeran dari Yen, juga mendapat kemenangkan yang memuaskan di utara dan mengusir keluar sisa terakhir pasukan Mongol, ia mengangkat tempat kedudukannya  menjadi Ibu Kota kekaisaran. yang dinamakan Peking atau Ibu Kota Utara.

      Bahwa yang sekarang sejauh ini lanskap terpencil, tandus dan miskin berubah menjadi tempat yang penuh kemegahan dan kemuliaan, bagaikan sebuah taplak meja sutera berharga yang dipenuhi sulaman bungah, adalah satu-satunya yang patut diterimakasihkan yang memungkinkan pemindahan Tahta dari selatan ke utara.

      Ketika itu seratus lima puluh tahun kemudian, ketika Wan Li (1573 – 1620) menjadi kaisar — untuk yang kesembilan kalinya seorang keponakan menggantikan pamannya naik tahta.

      Wan Li adalah Putra Langit yang kesebelas, yang diperkenalkan dinasti pemerintah kita. Ia adalah pangeran yang sangat berbakat dan tercerahkan, dimana ia menggabungkan kebijaksanaan seorang negarawan dengan kepandaian berperang.

      Dibawah kepemimpinannya negara berkembang dan memerintah dengan akal budi. Dengan umur sepuluh tahun ia naik tahta dan telah menyibukannya selama empat puluh delapan tahun.

      Tiga kali selama pemerintahannya ia berurusan dengan kemarahan dan kekacauan militer dan tiga kali berhasil menguasai keadaan. Dalam dua kasus adalah kerusuhan lokal yang dihasut penguasa Provinsi durhaka, satu prefek dari provinsi Kwechou, satu lagi penguasa daerah Mongol dari Choldos dan Alaschan di perbatasan provinsi Kan su.

      Kasus ketiga lebih serius. Hideyoshi, diktator jepang yang haus kekuasaan, dengan seluruh kekuatannya menyerbu korea. Terjadilah perang. Juga kali ini dimenangkan oleh Putra Langit. Para pangeran asing jauh dekat membungkukan tubuh di hadapannya dengan hormat dan kagum dan dan berkompetisi untuk menyembahnya dan mengirim upeti ke Istana. Itu memenuhi pepatah:

Berkat penguasa yang baik, seluruh rakyat dan negara terberkati. Dunia terbebaskan dari ketakutan. Dan kedamaian dimana-mana

      Ketika itu zaman Ming, didalam tahun ke 20 masa pemerintahan Wan Li (1592), ketika penguasa Jepang dengan murka menganggu kedamaian kekaisaran dengan menyerang Korea. Atas panggilan darurat raja Korea, Putra Langit mengiriminya angkatan perang dengan kapal laut untuk menolongnya.

      Untuk mempercepat pengiriman bahan makanan untuk pasukan, atas usul mentri keuangan, untuk putra-putra pengirim bahan makanan, untuk sementara  peraturan ujian dipermudah. Kemudahan ini mengakibatkan arus kedatangan putra-putra hartawan yang membanjir.  ~ aldithe

Keterangan gambar: Kekaisaran Ming di bawah Wanli

Syair pembukaan dari buku „Kisah Cinta Tiongkok Lama“ (Classic Love Stories from China, Translated by Aldi Surjana

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s