Jurus 9 Bulan & Jurus 9 Matahari – Trilogi Rajawali – Jin Yong

Kisah Trilogi Rajawali sebenarnya berputar masalah penyerbuan dari berbagai pihak asing ke negeri China, mulai dari Mongol, sampai bangsa Persia. Dan dari sisi kang ouw alias dunia persilatannya berkisah tentang Jurus Sembilan Bulan (Kiu Im Cin Keng) dan Jurus Sembilan Matahari (Kiu Yang Cin Keng)..

Kisah Trilogi Rajawali ini oleh penulisnya direvisi hingga 3x utk mengisi plothole cerita.. tulisan ini mendasarkan pada versi terakhir sebab jalan cerita jadi lbh masuk akal..

JURUS 9 BULAN (KIU IM CIN KENG)

Kaisar Huizong ingin mengumpulkan semua buku aliran Taoisme untuk dicetak menjadi 5481 gulung kitab panjang usia. Seorang yang diutus mengumpulkan dan membuat cetakan buku itu adalah Oey Shang. Oey Shang adalah pria yang cerdas, dan sangat berbakat dalam bidang ilmu silat dan seni sastra. Ia kemudian berhasil menyelesaikan tugas dari kaisar untuk merangkum semua kitab dari ribuan gulungan surat dari ilmu pengobatan, ilmu tenaga dalam, hingga filosofi Tao. Kitab ini menjadi kitab bagian pertama dari Kiu Im Cin Keng (Jurus Sembilan Bulan).

Suatu saat muncul aliran kepercayaan baru (Manichaeism, sejenis aliran penyembah api) yang dikepalai oleh Beng Kauw yang berasal dari wilayah Persia di barat. Mereka juga banyak terlibat dalam kegiatan menentang pemerintah. Kaisar Huizong yang hanya percaya pada ajaran rahib Tao, lalu memerintahkan Oey Shang untuk memburu aliran sesat ini. Tak disangka, aliran Beng Kauw didukung banyak pendekar handal. Pasukan kerajaan berhasil dihajarnya. Sendirian Oey Shang melawan Beng Kauw dan anak buahnya. Musuh banyak berjatuhan di tangan Oey Shang hingga Oey Shang kelelahan dan terpaksa mundur.

Tanpa diduganya ternyata para korbannya adalah tokoh-tokoh jagoan dunia persilatan. Saudara-saudara seperguruan para tokoh jagoan tersebut kemudian bersatu ingin membalas dendam kepada Oey Shang. Oey Shang berhasil mempertahankan diri, tetapi terluka parah, sayang keluarganya terbantai habis. Oey Shang bersembunyi di gunung selama 40 tahun. Ia bertekad akan membalas dendam setelah berhasil menemukan semua kelemahan ilmu silat musuh-musuhnya.

40 tahun kemudian, Oey Shang kembali ke dunia persilatan untuk menantang para pendekar yang dulu sudah mengalahkannya. Sayangnya sudah hampir semua pendekar yang dulu pernah mengalahkannya meninggal, hal ini membuat Oey Shang memahami arti kehidupan dan kematian. Oey Shang menyimpulkan dan membuat sebuah kitab silat hebat Kiu Im Cin Keng (Jurus Sembilan Bulan) bagian kedua dan lalu menghilang dari dunia persilatan. Kitab Kiu Im Cin Keng menjadi bahan perebutan di kang ouw.

Pertandingan Hoa San

Pertandingan Hoa San pertama diadakan, dihadiri oleh 5 Datuk Persilatan pada masa itu:

  • Ang Cit Kong – Pengemis Utara (Pak Kay)
  • Toan Hongya – Kaisar Selatan (Lam Tee)
  • Ong Tiong Yang – Anak Ajaib dari Tengah (Tong Sian)
  • Oey Yok Su – Sesat Timur (Tong
  • Auwyang Hong – Racun Barat (See Tok)

Minus Kiu Cian Jin si Tapak Besi yang berhalangan hadir.

Setelah bertanding sengit selama 7 hari akhirnya Ong Tiong Yang yang keluar sebagai pemenang dan mendapatkan Kitab Sembilan Bulan.

Waktu mudanya, Ong Tiong Yang sempat menjalin cinta dengan Lim Tiaw Eng. Mereka berdua sama-sama suka ilmu silat dan sastra, jadi saling merasa cocok dan cinta. Tapi gara-gara gengsi dan sikap Ong Tiong Yang yg „terlalu“ mementingkan negara dan orang banyak akhirnya menyebabkan Lim Tiaw Eng jengkel, bahkan menyebabkan „permusuhan“ antara Lim Tiaw Eng dan Ong Tiong Yang. Mereka saling bersaing dalam ilmu silat.

Kuburan kuno ini aslinya yang membangun adalah Ong Tiong Yang. Karena kalah bertaruh dalam ilmu silat dengan Lim Tiaw Eng, Ong Tiong Yang menyerahkan Kuburan Kuno kepada Lim Tiaw Eng. Lim Tiaw Eng mendirikan Kouw Bok Pay (Kuburan Kuno) dan Ong Tiong Yang Coan Cin Pay.

Suatu hari Oey Yok Su yang jauh lebih muda berkunjung. Dari Oey Yuk Su, Ong Tiong Yang sadar bahwa ia telah ditipu oleh Lim Tiaw Eng dalam adu ilmu silat tersebut. Sehingga terjadi permusuhan antara perguruan Kouw Bok Pay dengan Coan Cin Pay hingga meninggalnya Lim Tiaw Eng (sebelum pertandingan Hoa San).

Setelah memenangkan pertandingan Hoa San, Ong Tiong Yang sempat masuk ke Kuburan Kuno dan melihat jurus-jurus yang tertulis di tembok Kuburan Kuno yang mematahkan jurus-jurus Coan Cin Pay ciptaannya. Setelah itu dia menambahkan jurus-jurus baru untuk mematahkan jurus-jurus ciptaan Lim Tiaw Eng tersebut yang diambil dari Kiu Im Cin Keng.

Ong Tiong Yang mengambil prinsip-prinsip dasar Kiu Im Cin Keng untuk menciptakan Pak Tauw Tin bagi Coan Cin Pay. Ong Tiong Yang kemudian menitipkan pesan kepada murid-murid Coan Cin agar tidak mempelajari kitab ilmu Sembilan Bulan, dan menyuruh adik seperguruannya, Ciu Pek Tong untuk mencarikan tempat penyimpanan yang aman.

Tiga tahun setelah pertandingan Hoa San, Auwyang Hong datang menyerang perguruan Coan Cin untuk merebut kitab Sembilan Bulan, tetapi digagalkan oleh Ong Tiong Yang yang menggunakan kedua gabungan ilmunya sendiri, It Yang Cie dan ilmu Sian Tian Kang milik Toan Hongya. Ong Tiong Yang kemudian meninggal karena luka parah. Auwyang Hong sendiri terluka sehingga Ilmu Kodoknya hilang.

Pulau Persik

Ciu Pek Tong yang mau menyimpan kitab Kiu Im Cin Keng bertemu dengan Oey Yok Su dan istrinya, A Heng. Dan di sana A Heng yang mempunyai kemampuan photographic memory, menghafal isi kitab bagian bawah (kedua). Ciu Pek Tong dibohongi oleh kedua pasangan ini bahwa kitab yang dia bawa-bawa itu palsu, sehingga Ciu Pek Tong merobek-robek dan membuangnya ke jurang. Ciu Pek Tong mengira bahwa Aowyang Hong berhasil menukar kitab Kiu Im Cin Keng waktu menyerbu perguruan Coan Cin. Dia berniat merampasnya kembali cuma saat ini ilmu silatnya belum memungkinkan untuk berbuat seperti itu.

A Heng kemudian menyalin isi kitab Kiu Im Cin Keng berdasarkan apa yang dia hafalkan tadi untuk suaminya.

Murid Oey Yok Su, Bwee Tiauw Hong dan Tan Hian Hong diam-diam saling jatuh cinta. Karena khawatir hubungan mereka akan ditentang oleh guru mereka, maka Bwee Tiauw Hong dan Tan Hian Hong melarikan diri dari Pulau Persik dan mencuri kitab Kiu Im Cin Keng salinan A Heng. Begitu mengetahui kitab Kiu Im Cin Kengnya hilang dicuri kedua muridnya, Oey Yok Su kalap dan marah besar. Kemarahannya dilampiaskannya dengan cara mematahkan kedua tulang kaki murid-muridnya yang lain, Ki Leng Hong, Liok Seng Hong, dan Phang Bik Hong, dan mengusir mereka semua dari Pulau Persik.

A Heng kemudian menuliskan ulang Kiu Im Cin Keng. Tapi karena sedang dalam keadaan hamil, pekerjaan itu menjadi beban berat baginya. Belum selesai kitab disalin ulang, A Heng kemudian meninggal saat melahirkan Oey Yong. Oey Yok Su bersumpah tidak akan mempelajari Kiu Im Cin Keng dan akan membunuh siapa saja yang berani mempelajari ilmu itu.

Bwee Tiauw Hong dan Tan Hian Hong mulai berlatih ilmu silat Kiu Im Cin Keng hasil curian. Kitab Kiu Im Cin Keng ini yang bagian pertama berisi pelatihan tenaga dalam, sedangkan bagian kedua berisi ilmu-ilmu silat yang dahsyat. Untuk mempelajari harus urut dari atas hingga bawah. Dan karena Bwee Tiaw Hong dan Tan Hian Hong tidak mengerti dan ingin cepat lihai maka mereka hanya mempelajari kulit-kulitnya sehingga ilmu ini menjadi ilmu sesat Kiu Im Pek Kut Jauw (Cengkraman Tulang Putih). Untuk berlatih ilmu ini mereka banyak memakan korban orang-orang tak bersalah untuk dipakai berlatih.

Karena sepak terjangnya yang membuat resah masyarakat ini, pasangan Bwee Tiauw Hong dan Tan Hian Hong mendapat julukan Sepasang Iblis Angin Hitam.

Liok Seng Hong yang sakit hati terhadap Bwee Tiauw Hong dan Tan Hian Hong yang menyebabkan gurunya marah sehingga mematahkan kedua kakinya, mengumpulkan berbagai ahli persilatan termasuk Coan Cin Chit Cu dan Kang Lam Chit Koay (Tujuh Orang Aneh Dari Kang Lam) untuk membekuk pasangan sesat Bwee Tiauw Hong dan Tan Hian Hong. Dalam pertempuran ini Tan Hian Hong dan Thio A Seng (keenam dari 7 Orang Aneh dari Kang Lam) tewas, seedangkan Bwee Tiauw Hong menjadi buta.

Setelah berlatih ilmu silat selama 5 tahun, Ciu Pek Tong sambil membawa kitab Kiu Im Cin Keng bagian awal pergi ke Pulau Persik untuk mengajak Oey Yok Su merampas kembali kitab Kiu Im Cin Keng bagian bawah dari tangan Auwyang Hong. Ciu Pek Tong kemudian menyadari telah ditipu oleh Oey Yok Su dan tanpa sengaja Ciu Pek Tong mengejek Oey Yok Su yang ditinggal mati oleh istrinya. Oey Yok Su tidak berhasil mengalahkan Ciu Pek Tong dan hanya berhasil mengurungnya di gua dengan harapan Ciu Pek Tong menyerahkan Kiu Im Cin Keng bagian awal. Tetapi Ciu Pek Tong terus menerus mengganggu hidup Oey Yok Su dan memaksa Oey Yok Su mengembalikan Kiu Im Cin Keng bagian bawah.

Bwee Tiauw Hong yang telah buta dan kelaparan bersembunyi dari kejaran Kang Lam Chit Koay kemudian bertemu dengan Wanyen Hong Lieh yang sedang dalam perjalanan pulang menuju ke Yan Khia. Bwee Tiau Hong dibawa ke Yan Khia, dan di sana dia jadi tukang sapu halaman dalam istana, sampai suatu saat dia bertemu dengan Wanyen Kang. Wanyen Kang yang kemudian menjadi Yo Kang mewarisi Kiu Im Pek Kut Jauw (Cengkraman Tulang Putih) dari Bwee Tiauw Hong.

Kwee Ceng

Beberapa tahun kemudian, Kwee Ceng bertemu lagi dengan Bwee Tiauw Hong di villa keluarga Liok. Dalam pertempuran tersebut, Kwee Ceng berhasil mendapatkan kitab Kiu Im Cin Keng bagian bawah milik Bwee Tiauw Hong yang berupa hasil rajahan di kulit. Tanpa mengetahui kalau itu adalah kitab yang dicari-cari Oey Yok Su.

Kemudian Kwee Ceng mendatangi Pulau Persik dengan maksud hendak melamar Oey Yong. Di Pulau Persik, Kwee Ceng bertemu dengan Ciu Pek Tong. Kwee Ceng diangkat sebagai saudara oleh Ciu Pek Tong. Kemudian Ciu Pek Tong memaksa Kwee Ceng menghapal isi kitab Kiu Im Cin Keng bagian atas, sehingga Kwee Ceng mewarisi ilmu kitab Kiu Im Cin Keng bagian atas tanpa sepengetahuannya.

Dalam perjalanan meninggalkan Pulau Persik, Ouwyang Hong memaksa Kwee Ceng dan Oey Yong untuk mengajarkan Kiu Im Cin Keng kepadanya. Dalam tekanan, Kwee Ceng dan Oey Yong terpaksa merapalkan isi kitab Kiu Im Cin Keng dengan sedikit perubahan di sana sini. Hasil dari penyelewengan tersebut membuat jalan darah di tubuh Ouwyang Hong terbalik-balik yang malah membuat ilmu silat Ouwyang Hong semakin hebat, walaupun mengakibatkan Ouwyang Hong menjadi tidak waras.

Beberapa tahun kemudian, berkat ketekunan dan latihan yang keras, Kwee Ceng menggabungkan ilmu-ilmu kungfunya termasuk Hang Liong Si Pat Ciang (18 Tapak Penakluk Naga) dari Kaypang, Kong Beng Kun dan Jurus Memecah Pikiran dari Ciu Pek Tong, ilmu tenaga aliran Coan Cin Pay, dan bermacam-macam kungfu dari Kang Lam Jit Koay. Membuatnya menjadi salah satu dari 5 Datuk persilatan baru menggantikan posisi Pengemis Utara Ang Cit Kong yang gugur dalam pertarungan melawan Ouwyang Hong. Kwee Ceng mendapat julukan Pahlawan Utara.

Yo Ko Dan Siauw Liong Lie

Kiu Im Cin Keng yang Ong Tiong Yang tinggalkan pada dinding Kuburan Kuno untuk mematahkan Giok Siauw Kiam Hoat milik Lim Tiaw Eng, kemudian ditemukan oleh murid-murid Kuburan Kuno generasi ketiga, Siauw Liong Lie dan generasi keempat, Yo Ko.

Sebenarnya jurus-jurus yang diciptakan oleh Lim Tiauw Eng ini saling melengkapi dengan jurus-jurus yang diciptakan oleh Ong Tiong Yang. Karena sewaktu menciptakan jurus Giok Siauw Kiam Hoat ini Lim Tiauw Eng membayangkan memainkan jurus tersebut bareng dengan Ong Tiong Yang. Ketika Siauw Liong Lie dan Yo Ko memainkan kedua jurus tersebut selalu tidak dapat menghasilkan efek yang terbaik karena mereka memainkannya dengan tujuan saling mematahkan jurus masing-masing. Pada akhirnya mereka berhasil menggabungkan kedua jurus ketika bertarung melawan Kim Lun Hoat Ong, yang pada saat itu mereka saling melindungi, mendukung dan melengkapi.

Lim Tiauw Eng pernah menyiapkan gaun pengantin untuk dipakai menikah dengan Ong Tiong Yang. Gaun tersebut pada akhirnya yang memakai adalah Siauw Liong Lie.

Jurus-jurus gabungan Giok Siauw Kiam Hoat dan sebagian dari Kiu Im Cin Keng ini, kemudian oleh Yo Ko digabungkan lagi dengan ilmu-ilmu lain miliknya yang bermacam-macam, seperti Ha Mo Kang (Ilmu Kodok), Kiu Im Cin Keng terbalik, jurus pematah Tongkat Pemukul Anjing dari Auwyang Hong, Tongkat Pemukul Anjing dari Ang Cit Kong, Tan Ji Sin Tong dari Oey Yok Su, Ilmu pukulan dan ilmu pedang Coan Cin dan ilmu pedang tumpul dari Si Pedang Setan Tokko Kiu Pay, sehingga menjadi ilmu yang luar biasa: Tapak Duka Nestapa. Yo Ko menggantikan posisi Ouwyang Hong sebagai datuk baru dunia persilatan, dengan julukan Gila Barat.

Pedang Langit Dan Golok Naga

Melihat kota Siang Yang yang akan segera jatuh ke tangan pasukan Mongol, Kwee Ceng dan Oey Yong memutuskan untuk membuat Pedang Langit (Ie Thian Kiam) dan Golok Naga (To Liong To). Mereka mengundang tukang yang pandai untuk membuat dua senjata pusaka. Tukang itu melebur Hian Tiat Kiam, pedang milik Yo Ko Tay Hiap dari Tok ko Kiu pay, dan dengan menambahkannya dengan emas murni dari daerah barat, ia membuat Ie-thian-kiam.

Hian Tiat Kiam

Dengan menggunakan waktu sebulan, Oey Liehiap dan Kwee Tayhiap menulis kembali ilmu perang Bu Bok karya Jenderal Gak Hui dan ilmu silat yang kemudian disembunyikan dalam pedang dan golok itu. Yang disembunyikan di dalam To Liong To adalah ilmu perang. Golok itu dinamakan To Liong. Nama itu mengandung arti bahwa di kemudian hari, orang yang bisa mendapatkan kitab ilmu perang di dalam golok tersebut harus mengusir Tat Cu dan membunuh „naga“, yaitu kaisar Tat Cu.

To Liong To

Yang disembunyikan di dalam Ie-thian-kiam ialah kitab ilmu silat, antaranya yang paling berharga adalah Kiu Im Cin Keng dan Hang Liong Sip Pat Ciang. Kedua suami isteri mengharap, supaya di belakang hari, orang yang mendapatkannya bisa berbuat kebaikan terhadap sesama manusia, bisa menumpas kejahatan dan menolong rakyat.

Ie Thian Kiam

Golok Naga ini hanya bisa dipatahkan dengan Pedang Langit. Pedang Langit kemudian diwariskan kepada Kwee Siang dan Golok Naga diberikan kepada Kwee Po Lou. Kwee Ceng, Oey Yong dan Kwee Po Lou akhirnya gugur dalam mempertahankan kota Siang Yang. Bersama dengan jatuhnya kota Siang Yang, lenyap pula Golok Naga.

Sebelum kota Siang Yang jatuh, Kwee Ceng mengutus Kwee Siang untuk mencari Yo Ko dan Siauw Liong Lie. Setelah berpuluh tahun pencariannya terhadap Yo Ko-Siauw Liong Lie tidak membuahkan hasil, Kwee Siang tetirah di gunung Go Bie, mencukur rambut menjadi pendeta wanita dan mendirikan Go Bie Pay. Pedang Langit warisan Kwee Ceng menjadi pusaka Go Bie Pay. Hanya Kwee Siang seorang yang tahu rahasia itu. Selama hidupnya, Kwee Siang telah berusaha sekuat tenaga untuk mencari To Liong To, tapi semua usahanya tinggal sia-sia.

Selama kurang lebih seratus tahun, di dalam rimba persilatan timbul gelombang hebat. Beberapa kali, Golok Naga bertukar majikan. Belakangan orang hanya tahu, bahwa To Liong To adalah “Bu Lim Cie Cun”(yang termulia dalam rimba persilatan) dan yang dapat menandinginya hanyalah Ie-thian-kiam, tapi orang tak tahu mengapa golok itu dipandang sebagai “Bu Lim Cie Cun”.

Seabad kemudian, Ciu Ci Jiak menjadi ketua partai generasi keempat Go Bie Pay dan berhasil mengungkap rahasia Pedang Langit dan menemukan Kiu Im Cin Keng. Ciu Ci Jiak mempelajari ilmu Bwee Tiauw Hong Kiu Im Pek Kut Jauw dan menyebarkan malapetaka di kalangan kang ouw. Diceritakan kemudian muncul sosok gadis baju kuning dengan kulit putih pucat dan membawa seruling hijau (mungkin punyanya Oey Yok Su) untuk menghentikan sepak terjang Ci Jiak. Walaupun ilmu yang mereka gunakan sama tapi aura yang dikeluarkan Ci Jiak seperti iblis wanita sedangkan gadis baju kuning itu seperti dewi kahyangan. Gadis baju kuning ini kemudian melenyapkan ilmu silat Ciu Ci Jiak dan menyerahkan kitab Kiu Im Cin Keng ke dalam tangan Thio Bu Ki. Dan sewaktu ditanya Thio Bu Ki namanya, si gadis baju kuning cuma memberikan syair sebagai berikut: „Di belakang gunung Ciong-Lam-San terdapat Kuburan Kuno, Burung Rajawali Sakti dan Pasangan Pendekar tak muncul lagi di dunia kangouw.“

Kiu Im Cin Keng selanjutnya lenyap dari kangouw.

JURUS 9 MATAHARI (KIU YANG CIN KENG)

Diceritakan setelah mendapatkan Kiu Im Cin Keng (Kitab 9 Bulan), suatu hari Ong Tiong Yang pergi ke Songshan dan taruhan minum arak dengan seseorang di sana. Karena kalah dalam taruhan, Ong Tiong Yang merelakan bukunya dibaca oleh orang itu. Orang tersebut yang ternyata adalah Tat Mo Taysu (Bodhidharma), dulunya seorang pelajar Confusius pada masa mudanya, sangat pandai dan terpelajar. Dia kemudian menjadi pendeta Tao dan banyak mendalami ajaran Tao. Ketika menjelang tua, Tat Mo Taysu memilih menjadi biksu Buddha. Ketika membaca Kiu Im Cin Keng, dengan pengetahuannya yang luas, Tat Mo Taysu menangkap bahwa Kiu Im Cin Keng ini sifatnya sangat Im (feminin). Ia kemudian menciptakan Kiu Yang Sin Keng (Kitab 9 Matahari) untuk menetralisir sifat Im dari Kiu Im Cin Keng. Kitab ini tertulis dalam kitab doa-doa Lankavatara Sutra. Kitab ini kemudian menjadi milik Siaw Lim Si.

Kemudian keberadaan Kiu Yang Sin Keng tidak terdengar lagi hingga dicuri oleh In Kek See dan Siauw Siang Cu dari perpustakaan Siaw Lim.

Mengetahui sebuah kitabnya hilang dicuri orang, penjaga perpustakaan Siauw Lim Kak Wan Taysu menyuruh muridnya Thio Kun Po melakukan pengejaran. Di Hoa San mereka bertemu dengan 5 Datuk persilatan pada masa itu (Oey Yok Su, Yo Ko, Kwee Ceng, It Teng Taysu, dan Ciu Pek Tong) yang sedang meninggalkan Hoa San setelah mengubur Ang Cit Kong dan Ouwyang Hong.

Saat bertemu dengan Kak Wan Taysu, Yo Ko sempat terkejut melihat sorot mata orang ini yang sangat cemerlang, menandakan lweekangnya sudah sangat tinggi, padahal ia hanya biksu rendahan penjaga perpustakaan.

Nanti saat tua, Thio Kun Po (yang kemudian mengganti namanya menjadi Thio Sam Hong), juga mengalami kejadian ini saat melihat sorot mata Thio Bu Kie. Thio Sam Hong bilang selama hidupnya hanya pernah melihat sorot mata secemerlang itu pada diri Kak Wan Taysu, Kwee Tayhiap Kwee Ceng, dan Sin Tiauw Tayhiap Yo Ko.

Berkat bantuan Yo Ko, Thio Kun Po berhasil mengalahkan Siaw Siang Cu dan In Kek See tapi Kiu Yang Cin Keng tidak ada pada mereka. Siauw Siang Cu dan In Kek See kemudian saling curiga masing-masing ingin memiliki kitab tersebut untuk diri sendiri hingga saling bertempur. Dalam pertempuran itu Siauw Siang Cu terbunuh dan In Kek See terluka parah. Dalam keadaan sekarat, di tengah jalan In Kek See bertemu dengan Kun Lun Samseng, Ho Ciok To. Sebelum meninggal In Kek See membuat pengakuan terhadap Ho Ciok To agar disampaikan kepada Kak Wan Taysu bahwa Kiu Yang Sin Keng ada di perut gorilla. Tapi Ho Ciok To salah paham dan mengira kitab ada di dalam minyak. Keberadaan kitab menjadi tidak jelas dan tidak ada yang berhasil menemukan.

Tiga tahun kemudian, Kun Lun Sam Seng Ho Ciok To datang ke kuil Siauw Lim untuk menyampaikan wasiat In Kek See. Di perjalanan ia bertemu Kwee Siang yang juga sedang menuju ke Siauw Lim Si untuk mencari Yo Ko di kaki gunung Songsan. Tetapi kemudian terjadi salah paham dengan pihak Siauw Lim , para pendeta Siauw Lim mengira Ho Ciok Too ingin menantang Siauw Lim Si. Terjadi perkelahian tapi tak ada satu pun dari pendekar Siauw Lim yang dapat mengalahkannya, hingga Kak Wan Taysu keluar untuk menyelamatkan muka Siauw Lim. Setelah kalah, Ho Ciok To kemudian bersumpah tidak akan menginjak Tionggoan lagi. Ia kemudian kembali ke Kun Lun San dan mendirikan Kun Lun Pay.

Melihat kelihayan Kak Wan, semua orang terkejut karena menurut peraturan Siaw Lim yang ketat, penjaga perpustakaan tidak diperbolehkan membaca buku dalam perpustakaan apalagi mempelajari ilmu silat. Meskipun telah berjasa bagi Siauw Lim, karena Kak Wan Taysu telah melanggar peraturan itu maka Kak Wan Taysu dan muridnya harus dihukum mati. Kwee Siang membela Kak Wan Taysu dan Thio Kun Po melawan murid-murid Siauw Lim. Kak Wan Taysu kemudian melarikan diri dengan membawa Thio Kun Po dan Kwee Siang. Karena kalah kuat, mereka mundur untuk menyelamatkan diri.

Kak Wan Taysu, sebelum meninggal, sempat merapalkan isi Kiu Yang Cin Keng dan didengar oleh Thio Kun Po, Bu Sek Hwesio, dan Kwee Siang. Ketiganya kemudian menginterpretasikannya sesuai dengan daya terima dan kecerdasan masing-masing.

Kwee Siang melebur teori Kiu Yang Sin Kang dengan ilmu-ilmu ajaran orangtuanya. Ia kemudian menetap di gunung Go Bie dan mendirikan Go Bie Pay dan mengajarkan ilmu-ilmunya kepada murid-murid Go Bie.

Thio Kun Po, pada waktu itu, kecuali empat jurus ilmu silat yang ia dapat dari Yo Ko dan beberapa macam pukulan Lo Han Kun, Thio Kun Po belum pernah belajar ilmu silat. Maka itu pemahamannya pun kurang. Tapi dia mendapat manfaat Kiu Yang Sin Kang yang lebih murni daripada Kwee Siang yang pikirannya sudah dijejali dengan ilmu-ilmu lain. Akan tetapi, oleh karena ia memang tidak pernah belajar di bawah pimpinan guru yang pandai, maka ia kekurangan dasar-dasar ilmu silat, sehingga banyak sekali bagian Kiu Yang Cin keng yang tidak begitu dimengerti olehnya. Thio Kun Po kemudian mendapat pencerahan di gunung Butong setelah melihat pertempuran antara seekor ular dan burung di mana kelembutan mengatasi kekerasan dan menciptakan Tai Chi. Kemudian dia menetap di gunung Butong dan mendirikan Butong Pay. Thio Kun Po kemudian mengganti namanya menjadi Sam Hong (3 gunung) karena kekagumannya akan 3 buah gunung yang dilihatnya dalam pengembaraan.

Sedangkan Bu Sek Taysu yang ilmu tenaga dalamnya paling kuat di antara ketiganya, kembali ke Siauw Lim Si dan mengajarkan pemahamannya tentang Kiu Yang Cin Keng kepada murid-murid Siauw Lim Si.

Thio Bu Ki

Kang ouw kini mengenal 3 versi Kiu Yang Cin Keng: Kiu Yang Cin Keng versi Butong Pay, Kiu Yang Cin Keng versi Go Bie Pay, dan Kiu Yang Cin Keng versi Siaw Lim Si. Tapi tak seorang pun memiliki versi lengkap Kiu Yang Cin Keng hingga Thio Bu Kie menemukan kitabnya di dalam perut gorilla secara tak sengaja ketika jatuh ke jurang. Thio Bu Ki yang telah memahami sedikit Kiu Yang Cin Keng versi Butong Pay, mampu mempelajari Kiu Yang Cin Keng dalam waktu hanya 5 tahun sekaligus menyembuhkan luka dalam yang dideritanya sejak kecil akibat pukulan telapak dingin Xuan Min Sin Xang. Thio Bu Kie kemudian menggabungkan Kiu Yang Cin Keng dengan ilmu-ilmunya yang lain seperti Ilmu Membalik Langit Dan Bumi dari Beng Kauw, dan menjadi pendekar besar pada masanya.

Kiu Yang Cin Keng kemudian tidak diceritakan lagi.

Dari Catatan Nonik Dahlia, dicuplik dari Timeline The Legend of the Condor Heroes dan The Return of the Condor Heroes oleh Ade Markus

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s