Suku Mongol di China

Mongol, adalah etnis minoritas terbesar no. 9 yang berada di China setelah Han, Zhuang, Manchu, Hui, Miao, Uyghur, Tujia, dan Yi. Suku Mongolia ini kebanyakan tinggal di Cina Utara di Daerah Otonomi Inner Mongolia, dengan sisanya berada di Liaoning, Jilin, Heilongjiang, Xinjiang, Qinghai, Gansu, Ningxia, Hebei, Henan, Sichuan, Yunnan dan Beijing.

Mempunyai bahasa sendiri secara lisan dan tulisan, termasuk dalam kelompok bahasa Mongolia dari keluarga bahasa Altai, bahasa Mongolia menggunakan tiga dialek: Inner Mongolia, Barag-Buryat dan Uirad. Skrip Suku Mongolia diciptakan pada awal abad ke-13 berdasarkan naskah kuno Huihu atau Uyghur, yang direvisi dan dikembangkan satu abad kemudian menjadi bentuk yang digunakan sampai hari ini.

Daerah Mongolia terbesar adalah Daerah Otonomi Mongolia Dalam dengan ibukotanya Hohhot, didirikan pada tanggal 1 Mei 1947, sebagai awal pendirian daerah otonomi di China, bahkan 2 tahun lebih cepat dari pembentukan Negara RRC. Daerah yang luas dan kaya ini dihuni oleh 21.780.000 orang, di antaranya sekitar 2 juta orang Mongol, dan sisanya dari Han, Hui, Manchu, Daur, Ewenki, Oroqen, dan Korea.

Suku Mongol tidak hanya ditemukan di Mongolia Dalam. Akan tetapi, banyak yang bermigrasi di Utara-Timur China dan kelompok-kelompok kecil dan individu Mongol tersebar sampai jauh ditemukan di Provinsi Gansu, Provinsi Qinghai, Ningxia Hui Autonomous Region, Hebei, Henan, Sichuan, Yunnan dan kota-kota besar di China juga. Dan di antara kota-kota besar seperti Beijing yang terkenal karena terdapat banyak penduduk dari Mongolia.

Setelah berdirinya Daerah Otonomi Mongolia Dalam, prefektur otonom dan kabupaten suku Mongol juga dibentuk di provinsi lain, di mana orang Mongol tinggal sebagai komunitas besar. Ini termasuk dua prefektur otonom dari Mongol Boertala dan Bayinguoleng di Xinjiang, Mongolia dan Prefektur Otonomi Kazak di Qinghai, dan tujuh kabupaten otonom di Xinjiang, Qinghai, Gansu, Heilongjiang, Jilin, dan Liaoning.
Kehidupan

Daerah Otonom Mongolia Dalam terletak di bagian utara China. Meliputi area seluas 1,2 juta kilometer persegi dengan ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut, tempat ini memiliki padang rumput yang luas dan sangat baik untuk berternak domba, kuda dan unta. Di Mongolia Dalam barat daya mengalir Sungai Kuning, menjadikan bagian daerah tersebut subur, dan terkenal dengan irigasi, dan peternakan ikan mas. Daerah Mongolia memiliki beberapa ratus danau yang kaya garam dan banyak danau air tawar besar, termasuk Hulun Nur, Buir Nur, Ulansu Nur, Dai Huangqi Hai dan Hai. Lebih dari 60 sumber daya mineral seperti batu bara, besi, kromium, mangan, tembaga, timah, seng, emas, perak, timah, mika, grafit, batu kristal, dan asbes telah ditemukan.

Keunikan alam ini yang menyebabkan banyaknya tumbuhan yang unik, khas dan berkhasiat dan dikenal dunia luas sebagai bahan-bahan pengobatan China yang sekarang dikenal luas dengan TCM (Traditional Chinese Medicine), dengan berbagai keunikannya. Yang terunik adalah „Chinese Caterpillar Fungus“ (Cordyceps sinensis) atau lebih dikenal di Indonesia dengan nama Chinanya yaitu: 冬 蟲夏草 (Pinyin: dong chong xia cao), secara literal dapat diterjemahkan sebagai „winter bug summer herb“. Dipercaya masyarakat China tumbuhan ini di musim dingin akan menjadi binatang dan di musim panas akan menjadi rerumputan.

Cordyceps ini dikenal luas termasuk salah satu obat „ajaib“ terutama untuk meningkatkan stamina tubuh dan daya tahan terhadap penyakit. Dipercaya juga sebagai salah satu komponen utama penakluk penyakit kanker dalam pengobatan tradisional China. Dan lebih dikenal di toko obat di daerah Glodok atau Gang Warung dan Pekojan Semarang adalah salah satu komponen obat kuat dan dipercaya dapat membantu pasangan yang memiliki masalah kesuburan. Dalam pengobatan modern sekarang Cordyceps ini banyak dipakai juga. Harga dari Cordyceps ini tergolong mahal, 500 gr dari yang terbaik mencapai 10 ribu Yuan setara dengan 14 juta Rupiah.

Selain itu ada lebih dari 400 tumbuhan obat di antaranya: licorice root, „dangshen“ (Codonopsis pilosula), Chinese ephedra (Ephedra sinica), dan akar membranous milk vetch (Astragalus membranaceus). Mongolia juga terkenal sebagai salah satu penghasil jamur-jamur terbaik, dan juga Day Lily yang telah diexport ke luar negeri.

Suku Mongol tumbuh di atas pelana kuda dan kuda memainkan peranan penting dalam hidup mereka. Setiap orang Mongol suka membuktikan kemampuannya dengan menunjukkan kepandaian menunggang kuda dan memanah yang baik serta gulat.

„Nadam,“ yang berarti permainan di Mongolia, adalah nama sebuah acara traditional, yang diadakan pada bulan Juli dan Agustus setiap tahun. Pada hari raya tersebut, orang-orang mengenakan pakaian mereka yang terbaik, berpartisipasi dalam pacuan kuda, memanah, menyanyi, menari, bermain catur dan gulat.

Kehidupan orang Mongol adalah unik. Mereka yang berada di daerah padang rumput mengenakan mantel bulu atau dilapisi dengan kain satin atau tidak sama sekali di musim dingin dan baju yang longgar, berlengan panjang terbuat dari kapas di musim panas. Baju mereka pada umumnya berwarna merah, kuning atau warna biru gelap.

Sebuah ikat pinggang merah atau hijau, batu api, pisau dalam sarung berhias untuk memotong daging adalah aksesori umum bagi semua laki-laki dan perempuan. Sepatu boot kulit dengan tinggi selutut adalah jenis sepatu umum. Suku Mongol, laki-laki dan perempuan, mengenakan topi berbentuk kerucut di musim dingin, mereka juga memakai kain sutra atau turban. Para gadis membelah rambut mereka berpisah di tengah, dihiasi dengan dua manik-manik besar dan batu akik, karang dan ornamen batu giok hijau.

Di daerah padang rumput, sapi, kambing, dan produk susu adalah makanan pokok, sementara di daerah pertanian, orang-orang suka makan biji-bijian. Teh sangat diperlukan. Kotoran sapi kering digunakan sebagai bahan bakar memasak.

Suku Mongol yang menjadi penggembala biasanya tinggal di yurt atau tenda besar, yang tingginya 7 sampai 8 meter dengan luas diameter 3 meter. Dengan bukaan pada bagian atas atap berbentuk payung, mereka mendapatkan ventilasi yang baik dan perlindungan terhadap angin dan dingin.

Setelah pertengahan abad ke-20, karena semakin banyak penggembala mengakhiri hidup nomaden dan mulai menetap, mereka mulai membangun rumah-rumah yurt – dari kayu atau satu rumah bertingkat, masing-masing dengan dua atau tiga kamar seperti di kota-kota lainnya.

Mereka menyambut orang asing yang berkunjung di padang rumput untuk menginap malam di yurt mereka dan menjamu mereka minum teh dengan susu, susu kambing, dan anggur. Menyajikan Hada, sebuah kain dari sutra putih, kepada tamu adalah penghargaan tertinggi dari Mongol.

Sejarah

Dalam sejarah dunia, telah tercatat salah satu penguasa dari Suku Mongol yang terkenal yaitu Jenghis Khan.

Pada awalnya Suku Mongol adalah nama dari sebuah suku yang hidup di sepanjang Sungai Erguna. Kemudian, mereka mulai pindah ke padang rumput Mongolia Barat pada abad ke-7, dan bangsa Mongol menetap di bagian hulu Onon, Tula Kerulen dan sungai-sungai di daerah timur Pegunungan Kentey di abad ke-12. Kemudian, mereka tumbuh menjadi banyak kelompok-kelompok suku, seperti Qiyan, Zadalan dan Taichiwu. Padang rumput Mongolia dan hutan-hutan di sekitar Danau Baikal juga rumah bagi banyak suku-suku lain seperti Tartar, Wongjiqa, Mierqi, Woyela, Kelie, Naiman, dan Wanggu.

Pada awal abad ke-13, Temujin dari suku Mongol mempersatukan semua suku-suku ini untuk membentuk sebuah komunitas nasional baru yang disebut Mongol. Pada 1206, ia mengadakan konferensi yang diadakan di tepi Sungai Onon, di mana ia terpilih sebagai Khan Agung dari Suku Mongol dengan gelar Jenghis Khan. Diikuti dengan mendirikan kerajaan, dan mulai mengadakan expansi militer secara besar-besaran ke negara lain. Penaklukan militer terjadi dalam skala besar segera setelah Temujin itu naik tahta. Pada 1211 dan 1215, ia melancarkan serangan besar-besaran terhadap Negara Kin (1115-1234). Pada 1219 Jenghis Khan mulai mengadakan ekspedisi ke Barat yang pertama, memperluas yurisdiksi sampai ke Asia Tengah dan selatan Rusia. Dia meninggal pada 1227.

Tahun 1260, Kubilai Khan (1215-1294) menjadi Khan Agung dan memindahkan ibukota dari Helin utara di Gurun Gobi ke Yanjing, yang kemudian berganti nama menjadi Dadu. Pada 1272, Kubilai Khan mendirikan Dinasti Yuan (1206-1368), dan pada 1279 ia menundukkan Song Selatan (1127-1279), membawa seluruh China di bawah kekuasaan terpusat.

Budaya

Suku Mongolia memiliki tradisi budaya yang baik, dan mereka telah membuat kontribusi bagi China dalam budaya dan ilmu pengetahuan. Mereka menciptakan skrip mereka di abad ke-13 dan kemudian menghasilkan banyak sejarah dan karya sastra, termasuk Sejarah Mongolia dari abad pertengahan ke-13 dan Sejarah Dinasti Song, Sejarah Dinasti Liao dan Sejarah Dinasti Kin yang ditulis oleh Tuo Tuo, seorang sejarawan Mongolia selama Dinasti Yuan. Da Yuan Yi Tong Zhi (Cina ber-Unifikasi di bawah Dinasti Yuan Agung) adalah karya terkenal disusun pada masa Dynasti Yuan. Arsiktektur Mongol dalam pembangunan kota dan terutama istana pada waktu itu juga unik.

Pengembangan kebudayaan di Mongolia selanjutnya pada masa Dinasti Qing dengan ditemukannya sejumlah besar kamus dan buku referensi Mongolia, Koleksi puisi-puisi Mongolia dan prosa. Kamus bahasa Mongolia, Kamus Mongol-Tibet, Kamus Manchuria-Mongol-Han-Tibet, Kamus Mongolia-Manchuria-Han-Tibet-Uyghur dan karya-karya sastra dan sejarah mencakup the origin and growth of mongolia, Perdamaian Dan Kesejahteraan Di Bawah Dinasti Yuan, A Guide to a Means of Life, The Stories of Shageder, juga diproduksi di periode ini, telah dianggap sebagai karya yang paling menonjol di dalam Sastra Mongolia. Karya-karya besar lainnya termasuk sastra rakyat Kisah Gessar Khan abad ke-11, Cerita Kehidupan Jianggar, sebuah epik dari abad ke-15.

Pengobatan dari Suku Mongolia telah terkenal dengan Lamaist terapi, yang paling efektif untuk trauma pembedahan dan penetapan patah tulang. Untuk lebih mengembangkan ilmu kedokteran, karya medis di Mongolia telah diterjemahkan dalam bahasa Han dan Tibet. Kontribusi luar biasa juga telah dibuat oleh Suku Mongolia dalam ilmu kedokteran hewan.

Di bidang matematika dan kalender, penghargaan diberikan kepada astronomis Mongolia dan matematikawan Ming Antu. Selama dekade pengabdiannya di Observatorium Kerajaan, ia ikut serta dalam menyusun dan mengedit Asal Dan Pengembangan Kalender, karyanya berupa Cara Cepat Metode Untuk Menentukan Segmen Wilayah Dan Evaluasi Rasio Dari Keliling Lingkaran Ke Diameter (diselesaikan oleh putranya dan mahasiswa) juga merupakan kontribusi bagi pembangunan China dalam matematika. Dia juga ahli dalam ilmu pemetaan. Ia melakukan studi geografis dan survei di Xinjiang lalu membuat Atlas Lengkap Kekaisaran, atlas pertama dari China pada waktu itu yang digambar dengan metode ilmiah.

Mongol percaya akan praktek dalam perdukunan di zaman kuno. Sekte merah Lamaisme mulai menemukan pengikutnya di antara para penguasa Mongol di abad ke-13. Pada abad ke-16, banyak kaum feodal serta peternak beralih ke sekte kuning. Kekuasaan dan hak-hak mulai diberikan kepada para biksu, dan dibagi sesuai dengan strata mereka, dan secara bertahap membentuk strata feodal yang berkuasa.

Para penguasa ini mulai menindas rakyat dan mulai merampas ternak dan tanah-tanah mereka. Pengaruh mereka dapat dirasakan dalam setiap aspek kehidupan Mongolia. Penguasa feodal mendorong kaum muda untuk menjadi biksu, untuk tidak menikah atau mengambil bagian dalam pekerjaan fisik. Akibatnya, jumlah para lama meningkat menjadi sebanyak sepertiga dari penduduk Mongolia selama Dinasti Ming dan Qing, dan ini menjadi masalah yang serius sehingga menghalangi pengembangan produksi dan pertumbuhan penduduk.

Mongol menerapkan praktik monogami. Sebelum pertengahan abad ke-20, perkawinan antara para bangsawan dan masyarakat umum diperbolehkan. Perkawinan biasanya diatur oleh orang tua, atau Tuan Tanah feodal lokal. Sebelum pernikahan, biasanya akan ada pembacaan kitab suci Buddha dan nyanyian surgawi.

Sebuah keluarga Mongol biasanya terdiri dari orang tua dan anak-anak mereka. Ketika anak menikah biasanya dia tinggal di rumah terpisah dekat dengan orang tuanya. Ada juga keluarga yang terbentuk dari beberapa saudara-saudara yang telah menikah, dan mereka membentuk komunitas dan tinggal di daerah pertanian.

Mongol telah dikenal sebagai „orang-orang yang menyukai musik dan puisi“. Nyanyian mereka yang merdu, berani dan bergairah adalah cerminan sejati dari temperamen orang-orang Mongol.

„Haolibao“ adalah salah satu bentuk nyanyian Mongolia yang populer digunakan untuk mengatur melodi improvisasi dengan kata-kata spontan. Nyanyian lain yang populer adalah „Mahatale“ (lagu pujian), „Yurele“ (ucapan selamat), „Dairileqi“ (antiphonal menyanyi), teka-teki, peribahasa, cerita, legenda, dongeng, dan fabel.

Tarian Mongol sangat terkenal. Salah satu yang terbaik adalah tarian „Saber“, „Ordos“, „Buryat Pernikahan,“ „Tarian Berkuda“ dan „Little Black Horse”. Tarian „Wine Cup“ and „Chopsticks“, secara luas diakui sebagai yang tarian yang paling hidup dalam tarian Mongolia, yang dikenal dengan langkah-langkah cepat yang merupakan karakteristik dari kejujuran, kehangatan, dari orang-orang Mongol.

Kekaisaran Mongolia

Kekaisaran Mongolia adalah sebuah kerajaan di abad ke-13 dan 14, yang menguasai seluruh Asia sampai Eropa Timur. Ini adalah salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah dunia.

Kerajaan ini dimulai dari penyatuan Suku Mongol dan suku-suku Turki modern di bawah pimpinan Jengkhis Khan yang memulai invansi pada tahun 1206. Kerajaan ini membentang dari Danube di Jerman hingga Laut Timur di Jepang, dan dari Artik hingga Kamboja, dengan luas wilayah mencakup lebih dari 33.000.000 km2 (12.741.000 mil²), 22% dari total luas dunia, dan atas populasi lebih dari 100 juta orang, dan dijuluki sebagai Mongol, Penguasa Dunia.

Sayangnya setelah Jenghis Khan meninggal, dan diteruskan oleh Kubilai Khan, pada tahun 1260 –1264 ada dua bagian wilayah yaitu Golden Horde dan Chagatai Kekhanan yang tidak menerima Kubilai Khan sebagai Khan Agung. Dua wilayah ini memisahkan diri secara de facto.

Setelah Kubilai Khan meninggal, Kekaisaran Mongol sudah retak menjadi empat Khanate atau kerajaan yang terpisah, masing-masing mengejar kepentingan sendiri dan tujuan yang terpisah.

Akhirnya Kerajaan Mongol jatuh pada tahun 1368, dan Dinasti Genghisid Borjigin bertahan hingga abad ke 17.

Mongol juga dikenal dengan ciri khas raut wajahnya, salah satunya adalah Selenge Erdene Ochir, Miss World 2006 (4th place) dan Miss Mongolia.

Diambil dari catatan Nonik Dahlia

Referensi: baltyra.com

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s