36 Strategi (Taktik)

Tiga Puluh Enam Strategi (Hanzi: 三十六计) adalah sebuah koleksi sajak Tiongkok yang mengulas taktik-taktik kemiliteran.

Buku 36 Strategi ini memuat 36 skenario perang dalam sejarah Tiongkok, utamanya diambil dari kisah sejarah Tiongkok pada Zaman Negara-negara Berperang dan Zaman Tiga Negara. Juga dikenal sebagai „36 Taktik“. Lebih banyak disampaikan melalui cerita mulut ke mulut daripada sebuah dokumen tertulis, dan telah banyak penulis di Tiongkok yang berusaha untuk mengompilasi „36 Strategi“ dari berbagai cerita turun-temurun tersebut.

Secara umum, orang-orang Tiongkok mengatakan bahwa, „Hanya ada 36 Strategi di bawah langit“, menandakan bahwa semua strategi perang modern ataupun klasik merupakan variasi dari 36 Strategi dasar tersebut. Fakta bahwa „36 Strategi“ yang telah diterjemahkan pada Pendidikan Militer Barat, menunjukkan adanya kesamaan dengan strategi-strategi yang biasa digunakan dalam perang-perang sebelumnya di Barat.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama sejak ditemukan di Tiongkok Daratan, dokumen tersebut menjadi sedemikian populer di dalam dan dan di luar Tiongkok. Kerap dihubungkan dengan Seni Perang Sun Tzu, namun ia lebih merupakan sebuah buku tentang taktik daripada sebuah buku strategi. „36 Strategi“ diidentikkan dengan Sun Tzu, tetapi hal ini mungkin tidak terlalu benar. Sun Tzu hidup dalam Periode Musim Semi dan Gugur di Tiongkok, sementara hampir seluruh 36 sajak tersebut berada pada periode setelahnya.

Sejarah 36 Strategi

Asal muasal 36 Strategi ini tidak diketahui secara pasti. Siapa penulisnya dan kapan tanggal ditulisnya tidak diketemukan. Pertama kali disebut-sebut yaitu pada jaman Dinasti Chi Selatan (489-537 SM) dalam buku sejarah Nan Chi Shi (Sejarah Dinasti Chi Selatan). Di sana secara singkat tertulis, „Di antara ke-36 Strategi dari Master Tan, melarikan diri adalah jalan yang terbaik.“ Sepertinya yang dimaksud sebagai Master Tan ini adalah Jendral yang terkenal pada saat itu, Tan Daoji (436 SM), namun tidak ada bukti-bukti yang membenarkan maupun yang menyangkalnya. Lagipula 700 tahun sebelum data tertulis pertama itu, sudah ada pepatah-pepatah China yang berdasarkan dari strategi-strategi ini. Misalnya, strategi ‘Secara rahasia pergunakan lintasan Chen Chang (Perbaiki jalan utama untuk mengambil jalan lain.)’ sudah digunakan oleh pendiri Dinasti Han, Gaozu (Liu Bang), ketika menyelamatkan diri dari Szechwan di tahun 223 SM. Bahkan strategi ‘Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao’ telah dipakai oleh ahli strategi terkenal Sun Bin pada peristiwa yang terjadi di 352 SM.

Versi 36 Strategi yang dikenal sekarang ini berasal dari sebuah sobekan buku yang ditemukan di toko pinggir jalan di Szechwan tahun 1941. Sobekan buku itu ternyata adalah buku asli ‘Seni Rahasia Perang, 36 Strategi’ yang berasal dari Dinasti Ming akhir hingga Dinasti Ming awal. Tidak ada nama penulis atau penyusunnya, maupun tanggal penerbitannya. Kemudian sebuah cetakan ulang yang pertama, diterbitkan di Beijing tahun 1979. Sejak itu berbagai versi berbahasa China dan Inggris terbit di China, Hong Kong, dan Taiwan.

Karena ketiadaan keterangan, diyakini 36 Strategi tidak ada yang menciptakan. Kemungkinan tersusun dari kalimat-kalimat idiomatik yang berasal dari cerita rakyat, sejarah, dan mitologi China. Bisa jadi pertama kali dicatat dari Jendral Tan dan diturunkan dari mulut ke mulut atau dalam bentuk manuskrip selama berabad-abad. Lalu ada seseorang yang mengumpulkannya dan menerbitkannya dalam bentuk yang kita kenal kini.

Teks “Rahasia Seni Perang” yang asli ini pendek saja (138 karakter). Hanya menyebut nama tiap strategi diikuti penjelasan yang singkat saja. Isi buku terbagi menjadi 6 kategori, yang masing-masing menjelaskan 6 situasi. Yaitu: Strategi untuk Menang, Strategi Berhadapan dengan Musuh, Strategi Penyerangan, Strategi Kaos, Strategi Pendekatan, dan Strategi Kalah. Pembagian ini didasarkan pada interpretasi dari hexagram yang ada pada I-Ching, sebagaimana disebutkan pada penjelasan masing-masing strategi.

36 Strategi

„六六三十六,數中有術,術中有數。陰陽變理,機在其中。機不可沒,沒則不中。“

Enam kali enam tiga puluh enam, Menghitung berdasarkan strategi, Mengatur strategi berdasarkan perhitungan. Yin-Yang silih-berganti, Senantiasa harmonis. Harmonis (kelenturan) harus ada, Tidak beraturan tak akan seimbang.

Strategi 1

„瞞天過海“ – Perdaya Langit untuk melewati Samudera.

Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh Anda harus bertindak di tempat terbuka menyembunyikan maksud tersembunyi Anda dengan aktivitas biasa sehari-hari.

Strategi 2

„圍魏救趙“ – Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao.

Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Ketahui bahwa musuh tidak selalu kuat di semua hal. Entah di mana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti dapat diserang. Dengan kata lain, Anda dapat menyerang sesuatu yang berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis.

Strategi 3

„借刀殺人“ – Pinjam tangan seseorang untuk membunuh.

Serang dengan menggunakan kekuatan pihak lain (karena kekuatan yang minim atau tidak ingin menggunakan kekuatan sendiri). Perdaya sekutu untuk menyerang musuh, sogok aparat musuh untuk menjadi penghianat, atau gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri.

Strategi 4

„以逸待勞“ – Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga.

Adalah sebuah keuntungan, merencanakan waktu dan tempat pertempuran. Dengan cara ini, Anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan berlangsung, sementara musuh Anda tidak. Dorong musuh Anda untuk menggunakan tenaga secara sia-sia sambil Anda mengumpulkan/menghemat tenaga. Saat ia lelah dan bingung, Anda dapat menyerangnya.

Strategi 5

„趁火打劫“ – Gunakan kesempatan saat terjadi kebakaran untuk merampok lainnya. (Merampok sebuah rumah yang terbakar.)

Saat sebuah negara mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit dan kelaparan, ketika korupsi dan kejahatan merajalela, maka ia tidak akan bisa menghadapi ancaman dari luar. Inilah waktunya untuk menyerang.

Strategi 6

„聲東擊西“ – Berpura-pura menyerang dari timur dan menyeranglah dari barat.

Pada tiap pertempuran, elemen dari sebuah kejutan dapat menghasilkan keuntungan ganda. Bahkan ketika berhadapan langsung dengan musuh, kejutan masih dapat digunakan dengan melakukan penyerangan saat mereka lengah. Untuk melakukannya, Anda harus membuat perkiraan akan apa yang ada dalam benak musuh melalui sebuah tipu daya.

Strategi 7

„無中生有“ – Buatlah sesuatu untuk hal kosong.

Anda menggunakan tipu daya yang sama dua kali. Setelah bereaksi terhadap tipuan pertama dan – biasanya – kedua, musuh akan ragu-ragu untuk bereaksi pada tipuan yang ketiga. Oleh karenanya, tipuan ketiga adalah serangan sebenarnya untuk menangkap musuh saat pertahanannya lemah.

Strategi 8

„暗渡陳倉“ -– Secara rahasia pergunakan lintasan Chen Chang. (Perbaiki jalan utama untuk mengambil jalan lain.) Contoh: invasi Sekutu di Normandia dan muslihat Pas de Calais.

Serang musuh dengan dua kekuatan konvergen. Yang pertama adalah serangan langsung, sesuatu yang sangat jelas dan membuat musuh mempersiapkan pertahanannya. Yang kedua secara tidak langsung, sebuah serangan yang menakutkan, musuh tidak mengira dan membagi kekuatannya sehingga pada saat-saat terakhir mengalami kebingungan dan kemalangan.

Strategi 9

„隔岸觀火“ – Pantau api yang terbakar sepanjang sungai.

Tunda untuk memasuki wilayah pertempuran sampai seluruh pihak yang bertikai mengalami kelelahan akibat pertempuran yang terjadi antar mereka. Kemudian serang dengan kekuatan penuh dan habiskan.

Strategi 10

„笑裏藏刀“ – Pisau tersarung dalam senyum.

Puji dan jilat musuh Anda. Ketika Anda mendapat kepercayaan darinya, Anda bergerak melawannya secara rahasia.

Strategi 11

„李代桃僵“ – Pohon prem berkorban untuk pohon persik. (Mengorbankan perak untuk mempertahankan emas.)

Ada suatu keadaan di mana Anda harus mengorbankan tujuan jangka pendek untuk mendapatkan tujuan jangka panjang. Ini adalah strategi kambing hitam di mana seseorang akan dikorbankan untuk menyelamatkan yang lain.

Strategi 12

„順手牽羊“ – Mencuri kambing sepanjang perjalanan. (Ambil kesempatan untuk mencuri kambing.)

Sementara tetap berpegang pada rencana, Anda harus cukup fleksibel untuk mengambil keuntungan dari tiap kesempatan yang ada sekecil apapun.

Strategi 13

„打草驚蛇“ – Kagetkan ular dengan memukul rumput di sekitarnya.

Ketika Anda tidak mengetahui rencana lawan secara jelas, serang dan pelajari reaksi lawan. Perilakunya akan membongkar strateginya.

Strategi 14

„借屍還魂“ – Pinjam mayat orang lain untuk menghidupkan kembali jiwanya. (Menghidupkan kembali orang mati.)

Ambil sebuah lembaga, teknologi, atau sebuah metode yang telah dilupakan atau tidak digunakan lagi dan gunakan untuk kepentingan diri sendiri. Hidupkan kembali sesuatu dari masa lalu dengan memberinya tujuan baru atau terjemahkan kembali, dan bawa ide-ide lama, kebiasaan, dan tradisi ke kehidupan sehari-hari.

Strategi 15

„調虎離山“ – Giring macan untuk meninggalkan sarangnya.

Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan akibat posisinya yang baik. Giring mereka untuk meninggalkan sarangnya sehingga mereka akan terjauh dari sumber kekuatannya.

Strategi 16

„欲擒故縱“ – Pada saat menangkap, lepaslah satu orang.

Mangsa yang tersudut biasanya akan menyerang secara membabi buta. Untuk mencegah hal ini, biarkan musuh percaya bahwa masih ada kesempatan untuk bebas. Hasrat mereka untuk menyerang akan teredam dengan keinginan untuk melarikan diri. Ketika pada akhirnya kebebasan yang mereka inginkan tersebut tak terbukti, moral musuh akan jatuh dan mereka akan menyerah tanpa perlawanan.

Strategi 17

„拋磚引玉“ – Melempar batu bata untuk mendapatkan giok.

Persiapkan sebuah jebakan dan perdaya musuh Anda dengan umpan. Dalam perang, umpan adalah ilusi atas sebuah kesempatan untuk memperoleh hasil. Dalam keseharian, umpan adalah ilusi atas kekayaan, kekuasaan, dan sex.

Strategi 18

„擒賊擒王“ – Kalahkan musuh dengan menangkap pemimpinnya.

Jika tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan uang dan ancaman, maka ambil pemimpinnya. Jika komandan mati atau tertangkap maka sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke pihak Anda. Akan tetapi jika pasukan terikat atas sebuah loyalitas terhadap pimpinannya, maka berhati-hatilah, pasukan akan dapat melanjutkan perlawanan dengan motivasi balas dendam.

Strategi 19

„釜底抽薪“ – Jauhkan kayu bakar dari tungku masak. (Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.)

Ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara langsung Anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan pondasinya dan menyerang sumber dayanya.

Strategi 20

„混水摸魚“ – Memancing di air keruh.

Sebelum menghadapi pasukan musuh, buatlah sebuah kekacauan untuk memperlemah persepsi dan pertimbangan mereka. Buatlah sesuatu yang tidak biasa, aneh, dan tak terpikirkan sehingga menimbulkan kecurigaan musuh dan mengacaukan pikirannya. Musuh yang bingung akan lebih mudah untuk diserang.

Strategi 21

„金蟬脱殼“ – Lepaskan kulit serangga. (Penampakan yang salah menipu musuh.)

Ketika Anda dalam keadaan tersudut, dan Anda hanya memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan harus mengonsolidasi kelompok, buatlah sebuah ilusi. Sementara perhatian musuh terfokus atas muslihat yang Anda lakukan, pindahkan pasukan Anda secara rahasia di belakang muka Anda yang terlihat.

Strategi 22

„關門捉賊“ – Tutup pintu untuk menangkap pencuri.

Jika Anda memiliki kesempatan untuk menangkap seluruh musuh maka lakukanlah, sehingga dengan demikian pertempuran akan segera berakhir. Membiarkan musuh untuk lepas akan menanam bibit dari konflik baru. Akan tetapi jika mereka berhasil melarikan diri, berhati-hatilah dalam melakukan pengejaran.

Strategi 23

„遠交近攻“ – Berteman dengan negara jauh dan serang negara tetangga.

Jamak diketahui bahwa negara yang berbatasan satu sama lain menjadi musuh sementara negara yang terpisah jauh merupakan sekutu yang baik. Ketika Anda adalah yang terkuat di sebuah wilayah, ancaman terbesar adalah dari terkuat kedua di wilayah tersebut, bukan dari yang terkuat di wilayah lain.

Strategi 24

„假道伐虢“ – Cari lintasan aman untuk menjajah Kerajaan Guo.

Pinjam sumber daya sekutu untuk menyerang musuh bersama. Sesudah musuh dikalahkan, gunakan sumber daya tersebut untuk menempatkan sekutu Anda pada posisi pertama – untuk diserang.

Strategi 25

„偷梁換柱“ – Gantikan balok dengan kayu jelek.

Kacaukan formasi musuh, ganggu metode operasinya, ubah aturan-aturan yang digunakannya, buatlah sebuah hal yang berlawanan dengan latihan standarnya. Dengan cara ini Anda telah meruntuhkan tiang-tiang pendukung yang dibutuhkan oleh musuh dalam membangun pasukan yang efektif.

Strategi 26

„指桑罵槐“ – Lihat pada pohon murbei dan ganggu ulatnya.

Untuk mendisiplinkan, mengontrol, dan mengingatkan suatu pihak yang status atau posisinya di luar konfrontasi langsung; gunakan analogi atau sindiran. Tanpa langsung menyebut nama, pihak yang tertuduh tidak akan dapat memukul balik tanpa keberpihakan yang jelas.

Strategi 27

„假痴不癲“ – Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan macan. (Bergaya bodoh.)

Sembunyi di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila untuk menciptakan kebingungan atas tujuan dan motivasi Anda. Giring lawan Anda ke dalam sikap meremehkan kemampuan Anda sampai pada akhirnya terlalu yakin akan diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini Anda dapat menyerangnya.

Strategi 28

„上屋抽梯“ – Jauhkan tangga ketika musuh telah sampai di atas. (Seberangi sungai dan hancurkan jembatan.)

Dengan umpan dan tipu muslihat giring musuh Anda ke dalam daerah berbahaya. Kemudian putus jalur komunikasi dan jalan untuk melarikan diri. Untuk menyelamatkan dirinya, dia harus bertarung dengan kekuatan Anda dan sekaligus elemen alam.

Strategi 29

„樹上開花“ – Hias pohon dengan bunga palsu.

Menempelkan kembang sutera di atas pohon memberikan sebuah ilusi bahwa pohon tersebut sehat. Dengan menggunakan muslihat dan penyamaran akan membuat sesuatu yang tak berarti tampak berharga; tak mengancam kelihatan berbahaya; bukan apa-apa kelihatan berguna.

Strategi 30

„反客為主“ – Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat.

Kalahkan musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara ini Anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh sedang beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya.

Strategi 31

„美人計“ – Jebakan indah. (Jebakan bujuk rayu, gunakan seorang perempuan untuk menjebak seorang laki-laki.)

Kirim musuh Anda perempuan-perempuan cantik yang akan menyebabkan perselisihan di basis pertahanannya. Strategi ini dapat bekerja pada tiga tingkatan. Pertama, penguasa akan terpesona oleh kecantikannya sehingga akan melalaikan tugasnya dan tingkat kewaspadaannya akan menurun. Kedua, para laki-laki akan menunjukkan sikap agresifnya yang akan menyulut perselisihan kecil di antara mereka, menyebabkan lemahnya kerja sama dan jatuhnya semangat. Ketiga, para perempuan akan termotivasi oleh rasa cemburu dan iri, sehingga akan membuat intrik yang pada gilirannya akan semakin memperburuk situasi.

Strategi 32

„空城計“ – Kosongkan benteng. (Jebakan psikologis, benteng yang kosong akan membuat musuh berpikir bahwa benteng tersebut penuh dengan jebakan.)

Ketika musuh kuat dalam segi jumlah dan situasinya tidak menguntungkan bagi diri Anda, maka tanggalkan seluruh muslihat militer dan bertindaklah seperti biasa. Jika musuh tidak mengetahui secara pasti situasi Anda, tindakan yang tidak biasanya ini akan meningkatkan kewaspadaan. Dengan sebuah keberuntungan, musuh akan mengendorkan serangan.

Strategi 33

„反間計“ – Biarkan mata-mata musuh menyebarkan konflik di wilayah pertahanannya. (Gunakan mata-mata musuh untuk menyebarkan informasi palsu.)

Perlemah kemampuan tempur musuh Anda dengan secara diam-diam membuat konflik antara musuh dan teman, sekutu, penasihat, komandan, prajurit, dan rakyatnya. Sementara ia sibuk untuk menyelesaikan konflik internalnya, kemampuan tempur dan bertahannya akan melemah.

Strategi 34

„苦肉計“ – Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh. (Masuk pada jebakan; jadilah umpan.)

Berpura-pura terluka akan mengakibatkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, musuh akan bersantai sejenak oleh karena dia tidak melihat anda sebagai sebuah ancaman serius. Yang kedua adalah jalan untuk menjilat musuh Anda dengan berpura-pura luka oleh sebab musuh merasa aman.

Strategi 35

„連環計“ – Ikat seluruh kapal musuh secara bersamaan. (Jangan pernah bergantung pada satu strategi.)

Dalam hal-hal penting, seseorang harus menggunakan beberapa strategi yang dijalankan secara simultan. Tetap berpegang pada rencana berbeda-beda yang dijalankan pada sebuah skema besar; dengan cara ini, jika satu strategi gagal, Anda masih memiliki beberapa strategi untuk tetap maju.

Strategi 36

„走為上策“

Selain dari semua hal di atas, salah satu yang paling dikenal adalah strategi ke 36: Lari untuk bertempur di lain waktu. Hal ini diabadikan dalam bentuk peribahasa Cina:

“Jika seluruhnya gagal, mundur.” – „三十六計,走為上策“

Jika keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi Anda akan mengalami kegagalan, mundurlah dan konsolidasi pasukan. Ketika pihak Anda mengalami kekalahan hanya ada tiga pilihan: menyerah, kompromi, atau melarikan diri. Menyerah adalah kekalahan total, kompromi adalah setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah sebuah kekalahan. Selama Anda tidak kalah, Anda masih memiliki sebuah kesempatan untuk menang!

Gambar ilustrasi: Dilraba Dilmurat

Diambil dari postingan: Nonik Dahlia

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/36_Strategi
http://www.chinastrategies.com/intro.htm
http://id.wikisource.org/wiki/36_Strategi

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s