Suku Tibet di China

Tibet merupakan salah satu suku yang paling kuno di Tiongkok. Kebanyakan orang Zang bermukim di Tibet, China, tempat yang dijuluki sebagai Atap Dunia. Orang Zang yang tinggal di sini menyebut mereka sendiri sebagai Bó Bā. Banyak orang Zang beragama Lama. Agama Lama adalah salah satu cabang dari agama Buddha. Hari raya tradisional banyak yang berkaitan dengan kegiatan agama, misalnya Tahun Baru Zang, Hari Waisak, dll. Orang Zang biasanya memakai kalender Zang. Ada satu pepatah yang sangat hidup mencerminkan kehidupan orang Zang di China, mengelilingi perapian makan semangka. Mereka pakai baju yang sangat istimewa juga seperti orang Tengger di Bromo. Mereka pakai baju yang berlengan dua, dalamnya tipis, luarnya tebal. Karena suhu udara sangat rendah pada pagi dan malam, sedangkan siang dan sore sangat panas.

Suku Tibet dengan jumlah penduduk 4.593.100 kebanyakan tinggal di Daerah Otonomi Tibet. Ada juga komunitas Tibet di provinsi Qinghai, Gansu, Sichuan dan Yunnan. Dengan sejarah kehidupan yang panjang, orang Tibet mempunyai bahasa mereka dan huruf sendiri. Bahasa Tibet berasal di sub-cabang Tibet-Burma Austronesia dari China-Tibet Filum.

Sesuai dengan letak geografis, bahasa Tibet dibagi menurut tiga dialek setempat: Weizang, Kang dan Amdo. Skrip Tibet, adalah sebuah sistem abjad menulis, diciptakan pada awal abad ke-7. Dengan empat huruf vokal dan 30 konsonan, digunakan di seluruh wilayah yang dihuni oleh orang Tibet.

Daerah di mana orang Tibet hidup dalam masyarakat kebanyakan adalah dataran tinggi dan bergunung-gunung penuh dengan puncak-puncak salju. Dataran Qinghai-Tibet terletak di ketinggian sekitar 4.000 meter di atas permukaan laut, dikelilingi dari barat ke timur oleh gunung Qilian, Kunlun, Tanggula, Gangdise dan Pegunungan Himalaya. Pegunungan Hengduan, membatasi dari utara ke selatan dengan bagian barat provinsi Sichuan dan Yunnan.

Gunung Qomolangma yang terletak di perbatasan China – Nepal adalah gunung tertinggi di dunia, dengan letak 8.848 meter di atas permukaan laut. Api abadi Oympiade Beijing dikobarkan di puncak gunung Qomolangma.

Peternakan merupakan pekerjaan utama di Tibet di mana terdapat padang rumput luas dan kaya akan sumber air. Hewan asli Tibet adalah domba, kambing dan sapi serta yak. Yak adalah hewan besar dan berambut panjang, mampu bertahan hidup dengan cuaca keras dan membawa beban berat. Yak digunakan sebagai sarana transportasi utama dan juga sebagai sumber daging. Tanaman utama pertanian biasanya yang tahan akan kekeringan dan cepat panen, semacam jelai dataran tinggi. Tanaman lain termasuk kacang polong, dan gandum. Di tempat-tempat yang lebih hangat di lembah-lembah sungai, ada kentang, lobak, apel dan kenari. Suku Tibet juga menanam padi dan kapas di lembah-lembah sungai di selatan Tibet di mana cuaca lebih hangat.

Hutan lebat di daerah Tibet menyediakan tempat penampungan bagi banyak hewan seperti panda raksasa, monyet berambut emas, beruang, dan cerpelai.

Daerah ini juga kaya dengan sumber daya mineral, sumber panas bumi. Ada sejumlah besar tenaga air dan panas bumi untuk pembangkit listrik, dan terdapat besar cadangan gas alam, tembaga, besi, batu bara, dan belerang. Danau yang berlimpah-limpah dengan boraks, garam. Ladang minyak telah ditemukan dalam beberapa tahun terakhir di Qaidam Basin di Qinghai dan Dataran Tibet utara.

Sejarah

Suku Tibet pertama diketahui menetap di sepanjang bagian tengah dari Sungai Yarlung hingga Sungai Zangbo di Tibet. Bukti dari budaya zaman tua ditemukan di Nyalam, Nagqu, Nyingchi dan Qamdo. Menurut dokumen sejarah kuno, suku paling awal terbentuk dinamakan „Bos“ di daerah Shannan. Pada abad ke-6, para kepala suku Yarlung di daerah ini menjadi pemimpin suku setempat dan menyatakan dirinya sebagai „Zambo“ (raja). Pada awal abad ke-7, Raja Songzan Gambo mulai menguasai seluruh Tibet dan mendirikan ibukota „Losha“ (sekarang Lhasa). Beliau mendirikan administratif daerah, menciptakan skrip Tibet, membuat undang-undang dan mulai mengenal dan merumuskan ukuran dan berat. Membangun Kerajaan Bo, atau disebut Tubo dalam dokumen China kuno.

Setelah rezim Tubo didirikan, Suku Tibet mulai meningkatkan hubungan politik, ekonomi dan pertukaran budaya dengan Suku Han dan etnis minoritas lainnya di China. Pada tahun 641, Raja Gambo menikah dengan Putri Wen Cheng dari Dinasti Tang (618-907). Pada tahun 710, Raja Chide Zuzain menikah dengan Putri Jin Cheng juga dari Dinasti Tang. Kedua putri membawa budaya mereka dan cara meningkatkan produksi dalam bercocok tanam ke Tibet. Sejak saat itu, kedua utusan negara sering saling mengunjungi antara wilayah Tang dan Tibet. Raja Tibet mengirim siswa ke Chang’an, ibukota Dinasti Tang, dan mengundang para sarjana dan pengrajin Tang ke Tibet. Pertukaran ini membantu meningkatkan hubungan antara Tibet dan kelompok etnis lainnya di China dan mendorong perkembangan sosial di Tibet.

Sejak abad ke-10 hingga abad ke-12, Tibet terpecah dan terpisah menjadi beberapa rezim independen, dan mulailah terjadi perbudakan. Pada saat ini ajaran Buddha mulai masuk dan disesuaikan dengan keadaan setempat, memenangkan semakin banyak pengikut dan secara bertahap berubah menjadi Lamaisme. Agama ini terdiri dari berbagai sekte dan tersebar di seluruh tanah Tibet, Lamaisme merasuk ke dalam semua bidang kehidupan Tibet. Kalangan atas ulama sering berkolaborasi dengan orang kaya dan berkuasa, yang memerintah dengan hirarki feodal menggabungkan kekuasaan agama dan politik

Sampai akhirnya masuklah Dinasti Yuan (1279-1368) yang didirikan oleh bangsa Mongol di abad ke-13 membawa persatuan di Tibet. Pada tahun 1728, Dinasti Qing mulai menunjuk komisaris yang membantu pemerintah dalam mengatur administratif penduduk lokal dan Kasha sebagai pemerintah lokal di 1751. Mendirikan sebuah lembaga yang disebut Xuanzhengyuan (atau dewan politik) dan bertanggung jawab atas urusan agama Suku Tibet, militer, dan pemerintahan.

Phagsba, seorang Lama Tibet, diberi gelar Guru dan diangkat menjadi kepala dewan. Dinasti Yuan juga mendirikan tiga kantor pemerintah untuk mengatur daerah Tibet di barat laut dan barat daya China dan Tibet sendiri. Pemerintah pusat mendirikan 13 kantor Wanhu (masing-masing kantor mengatur 10.000 rumah tangga) di dalam dan luar Tibet timur. Hal ini menandai awal dari pemerintah pusat memegang peranan terhadap keseluruhan Suku Tibet dengan menunjuk pejabat dan melembagakan sistem administrasi di sana.

Selanjutnya Dinasti Ming (1368-1644) menunjuk seorang Tusi (kepala kampung) untuk mengatur Suku Tibet yang hidup di daerah Tibet di barat laut dan barat daya China. Di Tibet, Kaisar mengangkat tiga pemimpin sekte dan lima pangeran mejadi dewan. Langkah ini memastikan perdamaian dan stabilitas di daerah Tibet selama Dinasti Yuan dan Ming.

Kaisar menganugerahkan gelar „Dalai Lama“ (1653) dan „Bainqen Erdini“ (1713) pada dua biksu yang dipercaya sebagai reinkarnasi Buddha hidup dari sekte Lamaisme.

Setelah Republik China didirikan pada tahun 1911, pemerintah pusat mendirikan departemen khusus untuk mengelola urusan Mongol dan Tibet. Pada 1929, Pemerintah Kuomintang menetapkan komisi untuk Mongolia dan Tibet dan Provinsi Qinghai didirikan. Pada tahun 1939, Propinsi Xikang didirikan (saat ini dijadikan satu dengan Provinsi Qinghai). Daerah Tibet di barat laut dan barat daya China, kecuali Tibet, ditempatkan di bawah administrasi Qinghai, Gansu, Sichuan, dan Yunnan.

Setelah Partai Komunis China didirikan pada tahun 1921, komite pusat menyatakan dalam Program Revolusi Agraria bahwa hak-hak feodal pangeran Tibet dan Lama akan dihapuskan. Dalam perjalanan Long March ke utara untuk melawan penjajah Jepang, Pasukan Pekerja China dan Tentara Merah Petani melewati daerah Tibet di Sichuan, Xikang, Yunnan, Gansu dan Qinghai, di mana mereka memobilisasi masyarakat miskin Tibet untuk melaksanakan reformasi tanah dan membangun kekuatan politik demokratis. Daerah yang dihuni oleh orang Tibet itu dibebaskan satu per satu dari perbudakan sistim feodal. Pada tahun 1951 secara keseluruhan tidak ada lagi sistem feodal perbudakan yang dijalankan di Tibet.

Kehidupan Dan Budaya

Kehidupan sosial dan adat istiadat Suku Tibet sangat dipengaruhi oleh sistem pemerintahan feodal perbudakan selama berabad ditambah dengan kehidupan agama yang sangat religius.

Seorang Tibet dikenal hanya dengan nama kecilnya dan bukan dengan nama keluarga, dari setiap nama, mencerminkan jenis kelamin Suku Tibet. Sebagian nama-nama diambil dari kitab suci Buddha, bangsawan dan Lama sering menambahkan gelar-gelar sebelum nama mereka.

Semua orang Tibet, pria dan wanita, senang memakai perhiasan. Pria biasanya memakai ikatan melingkar di atas kepala. Beberapa memotong pendek rambut mereka. Perempuan, ketika menjelang usia akil balik, mulai mengepang rambut mereka menjadi dua atau banyak yang dihiasi dengan ornamen. Baik pria maupun wanita memakai topi bulu. Mereka mengenakan baju lengan panjang atau kain sutra di atas, dengan paduan gaun longgar dan mempunyai ikatan di sebelah kanan. Perempuan di beberapa daerah pertanian mengenakan gaun tanpa lengan atau gaun wol. Penggembala dan perempuan tidak mengenakan jaket, namun berpakaian jubah bulu domba, dengan lengan baju, kerah yang tersulam dengan bulu halus. Laki-laki memakai celana panjang dan wanita memakai rok.

Semua laki-laki dan perempuan mengenakan wol atau sepatu bot kulit. Kaum pria juga menambahkan ikat pinggang, kaum perempuan di daerah pertanian memakai celemek dengan pola-pola yang indah. Mereka menggunakan selimut wol sebagai kasur atau bantal dan selimut mereka terbuat dari kulit domba atau wol. Petani dan peternak miskin tidak mempunyai kasur atau selimut.

Jubah Suku Tibet yang sangat besar juga berfungsi sebagai kasur dan selimut di malam hari. Para Lama mengenakan kasaya dan mereka membungkus tubuh dengan kain-kain panjang berwarna merah keunguan. Pada hari raya mereka memakai topi kuning, dan sepatu bulu.

Tsampa, adalah makanan pokok petani Tibet, yang terbuat dari jelai gandum. Teh dengan mentega atau susu adalah favorit semua SukuTibet. Teh mentega dimasak dalam ketel kayu. Di daerah padang rumput, makanan pokok adalah daging sapi dan kambing. Mereka makan dari mangkuk kayu dan dengan pisau bergagang pendek, yang selalu mereka bawa bersama mereka. Orang Tibet mempunyai porsi makan yang sedikit, dalam sehari mereka makan antara 5 – 6 kali. Susu asam dan keju adalah salah satu makanan tambahan. Di beberapa daerah, Suku Tibet juga makan nasi dan mie. Para Lama diperbolehkan makan daging.

Orang-orang di daerah pertanian tinggal di rumah-rumah, sementara mereka yang di daerah padang rumput, tinggal di tenda-tenda perkemahan. Rumah Tibet memiliki atap datar dan banyak jendela, struktur yang sederhana dan berwarna. Rumah-rumah Suku Tibet dibangun menghadap ke selatan. Di biara-biara, ruang utama juga berfungsi sebagai ruang doa, dengan pagoda dan stupa berbagai ukuran dibangun di depan pintu masuk utama untuk membakar ranting pinus dan cemara. Ada banyak roda doa, yang harus diputar searah jarum jam dalam berdoa untuk kebahagiaan dan berharap untuk mencegah bencana.

Monogami adalah bentuk utama perkawinan. Hubungan perkawinan bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Di beberapa daerah, sepupu pada garis laki-laki dilarang untuk menikah, sementara sepupu pada garis perempuan yang tidak mempunyai hubungan darah langsung diperbolehkan untuk menikah satu sama lain.

Lamais dari sekte kuning, yang memegang posisi dominan di Lamaisme, dilarang menikah. Sementara biarawan sekte lain bebas untuk menikah dan pernikahan diadakan di biara keagamaan.

Pada jaman dulu, bentuk pemakaman yang umum di Tibet adalah pemakaman langit, yang disebut Jator, yang berarti „memberi makan burung“. Mayat dibawa ke situs Jator di pegunungan dan dijadikan makanan kepada burung nasar.

Setelah kematian seorang Lama yang dipercaya sebagai reinkarnasi dari Buddha, sebuah upacara besar diadakan. Setelah dibalsem dengan rempah-rempah dan antiseptik, tubuh dibungkus dalam sutra lima warna, dan semayamkan dalam sebuah pagoda. Jasad dari Buddha reikarnasi tersebut atau biasa disebut Dalai, dan biksu Buddha yang lebih tinggi jabatannya pada akhirnya akan dikremasi setelah digosok dengan mentega, dan abu disimpan di dalam biara. Tetapi kremasi dilarang dalam musim panen. Semua bentuk pemakaman ini menunjukkan bahwa almarhum telah pergi ke dunia berikutnya.

Di masa lalu, upacara dan ritual keagamaan diadakan untuk pernikahan, pemakaman atau kelahiran di rumah-rumah bangsawan. Perempuan harus melahirkan di luar rumah mereka dan budak perempuan harus bekerja hanya beberapa hari setelah melahirkan. Kurangnya perawatan medis dan gizi mengakibatkan tingginya angka kematian bayi.

Pembedaan sosial juga tercermin dalam pakaian orang, rumah, kuda dan Hadas – syal sutra disajikan pada semua acara-acara sosial untuk menunjukkan rasa hormat.

Suku Tibet mempunyai keahlian dalam pengobatan tradisional. Mereka mendiagnosa penyakit dengan cara mengamat, mencium, interogasi dan denyut nadi perasaan. Mereka juga tahu cara mengumpulkan tanaman obat dan mempersiapkan obat-obatan dan terampil dalam akupunktur, dan pembedahan. Dokter dari Suku Tibet terutama menonjol dalam kedokteran hewan.

Suku Tibet mempunyai kalender sendiri. Mereka menunjuk tahun dengan menggunakan lima unsur (logam, kayu, air, api dan bumi), yin dan yang, dan 12 binatang yang mewakili 12 cabang duniawi. Satu tahun dibagi menjadi empat musim dan 12 bulan, yang memiliki 29 atau 30 hari.

Suku Tibet memiliki teknik yang hebat dalam mematung. Lukisan Suku Tibet mempunyai fitur garis-garis halus, rajutan komposisi yang baik, ekspresi dalam bentuk angka-angka dan warna-warna cerah.

Arsitektur Suku Tibet sangat unik dalam gaya, dengan bangunan rapi atau naik seperti menara megah dan puri. Istana Potala di Lhasa dibangun di sisi cerah lereng gunung. Dengan atap emas dan dinding putih, bangunan menyatu secara alami dengan lereng gunung yang berkontur, tampak sangat mengesankan. Istana Potala adalah salah satu mahakarya arsitektur Tibet.

Sejumlah besar relik budaya, termasuk naskah-naskah kuno, tulisan kayu, logam dan ukiran batu, telah diawetkan di daerah Tibet. Terdapat beberapa buku yang ditulis dalam Sanserkerta pada daun lontar.

Selain dari dua koleksi terkenal dari kitab suci Buddha yang dikenal sebagai Kanjur dan Tanjur, ada ilmu persajakan, bahasa, filsafat, sejarah, geografi, astronomi, matematika dan obat-obatan serta novel, opera, biografi, puisi, cerita dan dongeng. Banyak dari karya-karya awal, seperti 30 peraturan dalam tata bahasa Tibet, keempat bagian Encyclopedia pengobatan kuno Tibet, Pesta Bijaksana, epik Putri Wen Cheng, epik terpanjang di dunia yaitu puisi Raja Gesser, novel-novel biografis Milarib dan Boluonai, Petuah dari Sakya, dan Nyanyain Cinta dari Cangyang Gyacuo (Dalai Lama ke-6), sangat populer dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan didistribusikan di China dan luar negeri.

Pendidikan di daerah Tibet dulu dimonopoli oleh biara-biara. Beberapa dari para lama di biara yang besar, telah belajar membaca dan menulis dan membaca kitab suci Buddha, setelah lulus uji katekismus dalam ajaran Buddha, akan diberikan gelar Gexi, setara dengan gelar doktor dalam teologi.

Setelah masa pelatihan, akan memenuhi syarat untuk bertindak sebagai pejabat agama atau memimpin upacara keagamaan.

Pepatah dan peribahasa sangat populer di kalangan orang Tibet. Suku Tibet adalah penari dan penyanyi yang baik. Lagu dan musik mereka mempunyai harmoni dalam nada dan kata-kata yang cocok dengan lagu-lagu. Mereka sering menari sementara mereka bernyanyi. Mereka menari dengan gerakan indah terkoordinasi dengan baik antara lengan dan pinggang atau dengan kaki dan kaki, dan tap dance adalah salah satu tarian yang menjadi ciri khas Tibet.

Sebagian besar alat musik diperkenalkan dari pedalaman China. Tambur bulat dan terompet adalah alat musik utama yang digunakan oleh para lama. Mereka dapat menggambarkan suara-suara alam, jeritan binatang dan nyanyian burung yang dapat terdengar pada jarak yang sangat jauh. Tarian keagamaan sering dilakukan oleh orang-orang yang mengenakan topeng dewa, manusia atau hewan. Opera Tibet adalah salah satu dari bentuk-bentuk opera yang terkenal di China. Di masa lalu, semua penari adalah laki-laki. Mengenakan topeng, mereka menari dan bernyanyi dengan iringan alat musik. Kadang-kadang orkestra akan berpadu dengan penyanyi, menciptakan suasana energik.

Ada banyak hal-hal yang ditabukan terkait dengan kegiatan agama. Para Buddhis dilarang membunuh. Banyak hewan liar, termasuk ikan, tikus, rusa dan burung bangkai di Mongolia, berada di bawah perlindungan.

Orang Tibet, kaya atau miskin, semua memiliki ceruk keluarga untuk menjaga patung-patung Buddha. Kebanyakan orang mengenakan jimat logam kotak, kira-kira seukuran kotak rokok, dan memutar roda doa. Dilarang untuk memutar roda doa berlawanan arah jarum jam dan melangkahi benda ritual.

Tahun Baru Tibet adalah festival paling penting di Tibet. Orang-orang saling menyapa mengucapkan kalimat baik, dan pergi ke biara untuk menerima berkat. Pada hari ke-15 bulan pertama, semua biara-biara utama melakukan ritual keagamaan dan semua keluarga menyalakan lampu yang terbuat dari mentega minyak yak ketika malam tiba.

Dalai Dan Bainqen

Aliran Lamaisme milik Sekolah Buddhisme Mahayana, yang diperkenalkan ke Tibet pada abad ketujuh, berkembang menjadi menjadi salah satu aliran Lamaisme yang dipengaruhi oleh asimilasi beberapa keyakinan dan ritus-ritus agama setempat disebut „Bon.“ Lamaisme dibagi menjadi banyak sekte yang berbeda, masing-masing mengaku sebagai ortodoks. Terpisah dari pendirian sekte Merah, semua yang lain, termasuk sekte Putih, sekte Sakya dan sekte Kuning, didirikan pada waktu yang berbeda dan dipengaruhi oleh rezim-rezim lokal yang terintegrasi kekuasaan politik.

Sekte Kuning mempunyai kepercayaan reinkarnasi dari Buddha. Dalai Lama dan Bainqen Erdini dipercaya sebagai reinkarnasi dari dua Buddha hidup dari sekte Kuning. Telah ditetapkan sejak jaman Dinasti Qing bahwa seseorang yang ditunjuk menjadi Dalai dan Bainqen harus disetujui oleh Pemerintah. Ketika reinkarnasi Buddha hidup telah meninggal, para murid diwajibkan untuk memilih seorang anak untuk penggantinya.

Dalai adalah pemimpin agama yang tertinggi dan berkedudukan di Lhasa, Tibet. Istana Potala adalah tempat tinggal resmi Dalai Lama. Sedangkan Bainqen pemimpin Kuil yang berkedudukan di QingHai, Tibet.

Biara-biara sekte Kuning tersebar di seluruh wilayah Tibet. Yang paling terkenal dari mereka adalah Sera, Drepung, Zhashi Lumpo dan Qamdo, serta Lapuleng di Gansu dan Ta’er di Qinghai.

Dalai Lama Dan Bainqen Erdini

Jetsun Jamphel Ngawang Lobsang Yeshe Tenzin Gyatso (Bahasa Tibet: Bstan ‚dzin Rgya mtsho) lahir di Amdo, Tibet dengan nama Lhamo Döndrub, 6 Juli 1935, umur 74 tahun adalah Dalai Lama yang ke-14. Anak kelima dari sembilan bersaudara keluarga petani ini dinyatakan sebagai tulku (reinkarnasi) Dalai Lama ke-13 pada usia tiga tahun. Lahir di sebuah peternakan dan perdagangan kuda keluarga di dusun kecil Taktser di perbatasan timur bekas provinsi Tibet Amdo.

Pendidikan monastik dimulai pada usia enam tahun, guru utamanya adalah Yongdzin Ling Rinpoche (guru senior) dan Yongdzin Trijang Rinpoche (guru SMP). Pada usia 11 ia bertemu pendaki gunung Austria Heinrich Harrer, yang memperlihatkan kota Lhasa kepadanya melalui teleskop. Harrer menjadi salah satu tutor Dalai Lama, mengajarkan tentang dunia luar. Keduanya tetap berteman sampai kematian Harrer pada tahun 2006.

Pada tahun 1959, pada usia 23, ia mengambil ujian akhir di Kuil Jokhang Lhasa. Ia lulus dengan penghargaan dan dianugerahi gelar L>harampa, tingkat tertinggi sederajat dengan Geshe setara dengan gelar doktor dalam filsafat Buddhis.

Pada tangga 17 November 1950 , ia naik takhta sebagai Kepala Negara di Tibet, di saat pendudukan daerah itu oleh pasukan Republik Rakyat China. Setelah kekalahan pada 1959, Tenzin Gyatso mengungsi ke India dan mendirikan pemerintah Tibet di pengasingan.

Tenzin Gyatso merupakan Dalai Lama pertama yang mengunjungi dunia barat. Pada 1989, ia menerima Penghargaan Nobel Perdamaian.

Bainqen Erdini Qoigyijabu secara resmi diakui sebagai Panchen Lama ke-11, nama kecilnya Nya Gyaencaen Norbu. Ditetapkan dan disetujui oleh pemerintah pusat China, sebagai reinkarnasi dari Panchen Lama kesepuluh pada 29 November 1995 setelah banyak terlihat gambar suci, dari guci emas sesuai dengan ritual agama dan konvensi.

Norbu Gyaencaen lahir pada 13 Februari 1990 di Lhari County di utara Tibet. Ayah dan ibu sama-sama hanya memiliki pendidikan sekolah dasar. Nama Gyaencaen Norbu, yang diberikan oleh kakeknya, berarti pita suci kemenangan. Ada banyak tanda-tanda keberuntungan yang terjadi di sekitar kelahiran Gyaencaen Norbu. Seorang perawat menemukan tulisan Tibet suci putih di lidahnya, yang mewakili reinkarnasi Buddha.

Pencarian untuk penjelmaan almarhum Kesepuluh Panchen Lama dimulai pada bulan Juni 1989. Berdasarkan pengamatan dari danau, dan mengidentifikasi objek yang ditinggalkan oleh almarhum Panchen yang ke-10, serta analisis yang komprehensif dari raut muka dan tanda-tanda menguntungkan, tiga kandidat anak laki-laki akhirnya ditetapkan.

Melalui metode menggambar dari guci emas, yang dilakukan di depan patung Sakyamuni di Kuil Jokhang di Lhasa, Norbu Gyaencaen dipilih sebagai reinkarnasi dari Panchen Erdeni kesepuluh. Nama agamanya Jizun Losang Qamba Lhunzhub Qoigyijabu Baisangbu.

Sejak kecil, Panchen yang berumur 15 ini telah dididik dalam bidang keagamaan. Ia telah menjadi seorang pemimpin agama yang menikmati cinta yang mendalam, harga diri dan kepercayaan dan Imam Buddha Tibet.

Menurut orang-orang di sekelilingnya, Panchen Lama ke-11 sangat sopan dan hormat kepada orang tua dan perhatian dan ramah kepada anak-anak dan hewan peliharaan. Setiap kali dia melihat burung-burung kecil, kucing, dan binatang-binatang kecil lainnya, ia akan pergi bersentuhan, pelukan atau memberi mereka makan. Mereka menyebutkan kebajikan bisa dirasakan dalam tindakan kecil ini.

Tibet Saat Ini

Terlepas dari konflik antara Dalai Lama dengan Pemerintah Pusat China, daerah Tibet telah mengalami banyak kemajuan.

Sejumlah daerah otonom telah dibentuk di daerah Tibet sejak 1950-an. Meliputi Daerah Otonomi Tibet, yaitu Yushu, Hainan, Huangnan, Haibei dan Golog prefektur otonom Tibet dan Haixi Mongolia, Tibet dan Prefektur Otonomi Kazak di Qinghai Propinsi, Gannan Prefektur Otonomi Tibet dan Kabupaten Tianzhu Otonomi Tibet di Provinsi Gansu, sedangkan Aba Garze dan prefektur otonom Tibet di Provinsi Sichuan, dan Prefektur Otonomi Tibet Diqing di Propinsi Yunnan.

Sejak 1980, Pemerintah China telah memperkenalkan serangkaian kebijakan khusus yang memungkinkan orang-orang Tibet untuk mendapatkan kembali kekuatan mereka dan menata kembali kerusakan yang mereka alami selama „Revolusi Budaya“ (1966-1976). Mencakup kebijakan pengampunan pajak pada perusahaan dan individu untuk waktu terdahulu dan akan datang, otorisasi penggunaan lahan pribadi dan ternak oleh rumah tangga dalam jangka panjang, sementara kepemilikan tanah negara, hutan dan padang rumput ditetapkan kembali, perlindungan terhadap petani dan penggembala dan mendorong produksi dari diversifikasi ekonomi yang didasarkan terutama pada kebutuhan rumah tangga.

Semua ini telah mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Tibet juga telah mendapat dukungan dan bantuan dari pemerintah pusat dan daerah-daerah lain di China. Pada tahun 1952 hingga 1984, pemerintah pusat memberikan total 7,9 miliar Yuan ke Tibet dalam bentuk hibah keuangan. Untuk merayakan ulang tahun ke-20 berdirinya Daerah Otonomi Tibet, beberapa provinsi dan kota-kota dan bekerja sama dengan departemen-departemen, membangun 43 proyek-proyek konstruksi besar di kawasan. Termasuk pembangkit tenaga listrik panas bumi di Yangbajan, fasilitas tambahan untuk Trans Qinghai-Tibet, Universitas Tibet, sebuah hotel, sebuah teater, pusat pelatihan dengan audio-visual untuk membantu pengajaran dan sebuah stadion di Lhasa, sebuah pembangkit listrik tenaga surya di Xigaze, dan sebuah rumah sakit dan sebuah galeri seni di Zetang.

Industri di Tibet berkembang dengan cepat, berdirinya lebih dari 300 pabrik dan pertambangan pada akhir tahun 1984, meliputi pembangkit listrik, metalurgi, wol, tekstil, mesin, teknik kimia, farmasi, pembuatan kertas dan percetakan. Mereka menghasilkan lebih dari 80 produk, dengan nilai total 168 juta Yuan setahun. Daerah yang tadinya sunyi dan suram seperti Bangon, Markam dan daerah Qaidam telah menjadi pusat industri utama. Hasil panen yang baik telah menuai hasilnya berturut-turut. Pada tahun 1984, total produksi padi mencapai 494.000 ton hampir dua kali lipat angka tahun 1965.

Fasilitas komunikasi juga berkembang dengan pesat. Tidak ada jalan raya di Tibet sebelum masa pembebasan. Disebabkan masuknya Tentara Pembebasan Rakyat ke Tibet, beberapa jalan utama dibangun, termasuk jalan raya Qinghai-Tibet (1954), jalan raya Sichuan-Tibet (1954), Yunnan-Tibet (1976) dan jalan raya Xinjiang-Tibet (1957) yang menghubungkan ke atas wilayah Tibet. Sebuah jaringan jalan keluar dari Lhasa telah dibentuk, meluas ke hampir semua kabupaten. Pada tahun 1984, total panjang jalan terbuka untuk lalu lintas di Tibet mencapai 21.500 kilometer. Orang-orang angkatan udara China adalah yang pertama berhasil membuat penerbangan dari Beijing ke Lhasa pada tahun 1956 dan sejak itu layanan udara menghubungkan Lhasa dengan Xining, Chengdu, Lanzhou dan Xi’an. Jalan juga menghubungkan Tibet dengan Kerajaan Nepal. Rel jalan Kereta Api dari Longhai melalui Tianzhu Prefektur Tibet di Gansu dan Kereta Api Qinghai-Tibet dimulai dari Xining sudah mencapai Golmud di Qinghai.

Pipa minyak yang membentang dari Golmud ke Lhasa – proyek yang signifikan di perbatasan China barat daya telah selesai dibangun. Proyek ini diharapkan membawa dampak ekonomi yang baik.

siswa yang 87 persen lebih dari tahun 1965. Banyak Suku Tibet yang telah menjadi profesor, insinyur, dokter, dokter hewan, agronomis, akuntan, wartawan, sastrawan dan seniman. Dalam bidang medis dan kesehatan juga mengalami perubahan. Telah lebih dari 500 rumah sakit dibangun. Sebuah tim khusus dari tenaga medis membuat studi sistematis tentang obat-obatan dan farmakologi dari Tibet.

Nonik Dahlia
Dari sumber: baltyra.com

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s