Suku Han di China

Inilah suku yang terbesar di China, mendominasi 91,59 % dari keseluruhan penduduk di Tiongkok, dan 19% dari penduduk di dunia. Suku Han 汉族: Hàn Zú, bukan hanya suku dengan jumlah orang terbesar di Tiongkok, tetapi adalah suku dengan jumlah orang terbesar di dunia.

Ada banyak cerita mengenai sejarah Suku Han, salah satu yang dipercaya mengenai asal-usul Suku Han adalah keturunan Kaisar Kuning, atau Huang Di. Nama Han didapat dari Dinasti Han. Dinasti Han salah satu dari 3 dinasti besar di China, penerus dari Dinasti Qin. Dinasti Han memerintah selama 400 tahun, meletakkan dasar bagi perkembangan budaya, identitas dan nasionalisme serta ekonomi dan politik bagi rakyat China.

Dinasti Han muncul menggantikan Dinasti Qin. Dinasti Han terbagi antara Han Barat dan Han Timur. Liu Bang adalah kaisar pertama Dinasti Han. Selama masa pemerintahannya, Dinasti Han meneruskan dasar-dasar yang sudah diletakkan oleh Kaisar Qin.

Berkat kestabilan politik dan ekonomi; industri kerajinan tangan, perdagangan, ilmu pengetahuan alam semuanya mengalami perkembangan pesat. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, efisiensi produksi industri kerajinan tangan dengan metalurgi dan tekstil sebagai tulang punggungnya sangat ditingkatkan. Perkembangan industri kerajinan tangan juga memakmurkan perdagangan dan pada akhirnya terbukalah Jalan Sutra yang menjembatani pertukaran diplomatik dan perdagangan antara Dinasti Han dan negara-negara Asia Barat.

Saat itulah negara-negara Asia dan juga negara Barat mulai mengenal istilah orang dari Dinasti Han atau dikenal sebagai Han Ren. Dinasti Han mencapai jaman keemasan selama hampir 400 tahun dan akhirnya digantikan oleh Dinasti Ming.

Bahasa

Bahasa Mandarin termasuk dalam cabang bahasa Sino-Tibeto, dan terbagi atas 8 bahasa daerah, antara lain: bahasa Utara, bahasa Wu atau daerah di hilir Sungai Yangtze, bahasa Xiang atau Propinsi Hunan sekarang, bahasa Gan atau Propinsi Jiangxi sekarang, bahasa Hakka, bahasa Hokian Selatan, bahasa Hokian Utara dan bahasa Kanton, dan bahasa yang digunakan bersama ialah bahasa Mandarin yang baku.

Huruf bahasa Mandarin adalah salah satu huruf yang paling kuno di dunia, dari huruf yang ditulis pada kulit kura-kura, tulang dan alat perunggu berangsur-angsur berkembang menjadi huruf Han atau huruf Tionghoa yang sekarang ini, dan mempunyai 80 ribu kata lebih, di antaranya 7 ribu kata yang lazim digunakan. Bahasa Mandarin saat ini menjadi salah satu bahasa umum internasional.

Budaya

Makanan pokok Etnis Han adalah nasi, masakan daging dan sayur sebagai lauk-pauk. Dalam proses perkembangan yang lama, etnis Han telah membentuk kebiasaan makan 3 kali setiap hari. Beras dan makanan dari tepung terigu adalah dua macam makanan utama etnis Han. Selain itu, tanaman pangan lain, misalnya jagung, dan ubi-ubian juga menjadi makanan utama berbagai daerah berbeda. Dipengaruhi oleh adat kebiasaan dan makanan, etnis Han mempunyai masakan di selatan manis, utara asin, sedang timur pedas, dan barat asam.

Arak dan teh adalah dua macam minuman utama etnis Han. Tiongkok sebagai tempat asal-muasalnya tanaman teh, juga adalah salah satu negara yang paling dahulu menemukan teknologi produksi arak. Kebudayaan arak dan teh mempunyai sejarah yang lama di Tiongkok. Selain arak dan teh, sejumlah produk buah-buahan tertentu juga menjadi minuman orang di daerah berbeda dan pada musim berbeda.

Etnis Han mempunyai banyak hari raya, di antaranya Tahun Baru Imlek ialah festival paling tradisional. Selain itu hari raya yang penting juga adalah Hari Cap Go Meh pada tanggal 15 Bulan pertama penanggalan lunar, Hari Cengbeng pada tanggal 5 Bulan Empat, Hari Pehcun pada tanggal 5 Bulan Lima dan Festival Musin Semi pada tanggal 15 Bulan Delapan penanggalan lunar.

Baju resmi untuk Suku Han saat ini adalah QiBao. Sayangnya QiBao aslinya berasal dari Suku Manchu, setelah diubah dan dimodifikasi menjadi bentuk QiBao saat ini. QiBao juga menjadi baju resmi yang diperkenalkan dalam Olympiade Beijing.

Etnis Han mempunyai sejarah kesusasteraan yang penting dan kaya akan ilmu-ilmu filsafat. Salah satu ajaran terkenal antara lain Confusius yang masih dipergunakan sampai saat ini. Sedangkan filsafat dari jaman modern antara lain Su Dongpo, Li Bo, Du Fu. Novel kesusasteraan yang sampai saat masih populer dibaca yaitu Sam Kok atau Romance Of Three Kingdoms, Journey To The West, Dream Of The Red Chamber.

Sumbangan ilmu pengetahuan dari Etnis Han ini banyak tercatat dalam sejarah. Antara lain penemuan kertas, kompas, dan percetakan, korek api, serbuk mesiu, busur, sutra.

Masakan China, filosofi, dan banyak litelatur dari Etnis Han tercatat dalam sejarah dunia. Maha karya lainnya, adalah Bangunan Tembok Raksasa China dan Pasukan Teracotta yang terdapat dalam kuburan Kaisar Qin.

Dalam perkembangannya, dinasti-dinasti Etnis Han di China banyak memberikan pengaruh dalam perkembangan seni, budaya, agama, falsafah, sehingga di jaman modern ini. Etnis Han menjadi salah satu kelompok etnis terbesar di dunia yang mempunyai bahasa, budaya dan musik tersendiri. Etnis Han yang menjadi perantauan di negara-negara lain juga memberikan kontribusi kepada negara di mana mereka menetap. Di antara mereka, terdapat beberapa pemenang nobel antara lain: Steven Cu, Chen Ning Yang, Tsung Dao Lee, Charles K. Kao. Dan salah satu peneliti Dr. David Ho yang menyatakan bahwa AIDS ditularkan melalui virus.

Agama

Etnis Han di masa lalu, mempercayai mitologi, terutama tentang dewa-dewa, mereka mempercayai akan kehidupan dewa di atas langit. Ada banyak cerita rakyat mengenai dewa yang turun ke bumi dan menitis menjadi manusia. Karena itu banyak hari raya dan festival di China yang berasal dari mitologi mengenai dewa.

Seiring dengan bergantinya dinasti yang memerintah di China, aliran kepercayaan mulai berganti. Sebagian masyarakat hidup berpegang dengan banyak ajaran filosofi dan filsafat. Terutama ajaran Confusius, dan aliran Tao. Sampai masuknya ajaran agama Buddha yang diterima dengan baik oleh Etnis Han.

Agama Kristen mulai menyebarkan pengaruhnya sejak abad ke 7, agama ini pada mulanya tidak dapat diterima dengan baik, sejak orang-orang Eropa mulai melakukan hubungan dagang dengan Ming dan Qing Dinasti, mereka mulai menetap di China, membangun gereja-gereja dan menyebarkan Injil.

Nama Marga Dalam Etnis Han

Setiap orang dalam Suku Han mempunyai marga. Marga dituliskan di depan nama seseorang. Marga biasanya terdiri dari satu karakter aksara China, tetapi ada juga marga yang terdiri dari 2 atau 3 karakter, marga ini disebut Fuxing atau bermarga ganda. Pengunaan marga ini juga dipakai oleh suku-suku minoritas lainnya. Biasanya penamaan marga dalam suku minoritas merupakan terjemahan pelafalan dari bahasa suku ke dalam aksara China.

Penamaan marga dalam Suku Han ini telah ada sejak 5000 tahun lalu, pada masa itu masa menganut aliran matrilineal, marga diturunkan dari pihak ibu.

Nama marga dalam Suku Han mencapai 12 ribu marga, dengan karakter tunggal 5000, 4000 dengan karakter ganda, dan sisanya dengan 3 sampai 5 karakter.

Ada istilah Bai Jia Xing, yaitu 100 Marga Terpopuler yang digunakan dalam Etnis Han. Ba Jia Xing ini mencakup dari 87% marga yang digunakan dalam Etnis Han. Pertama kali dibukukan pada jaman Dinasti Song.

Dalam Bai Jia Xiang marga yang menjadi urutan pertama adalah Marga Zhao. Sedangkan nama marga yang umum digunakan yang menduduki peringkat pertama di dunia, mencapai 40% dari Etnis Han di dunia adalah: Li, Wang, Zhang, Zhao, Chen, Yang, Wu, Liu, Huang, Zhou.

Etnis Han saat ini menjadi salah satu suku yang terbesar di dunia, mempunyai bahasa tersendiri. Aksara Han dalam sistem romanisasi, pengalihan aksara China ke aksara latin, telah disetujui penggunaannya pada tahun 1958, dan digunakan resmi oleh Pemerintah China pada tahun 1979, disebut Han Yu Pin Yin 汉语拼音. Sehingga mempermudah penulisan dari aksara China ke aksara Latin.

Kebudayaan Etnis Han dalam musik menjadi salah satu aliran tersendiri. Selain aliran musik barat, pemusik dari negara-negara China, Singapore, Taiwan, Hong Kong yang menyanyikan lagu dalam bahasa China telah diakui keberadaaanya di seluruh Dunia. Industri perfilman yang diakui oleh dunia internasional, aktor dan aktris dari Etnis Han banyak dikenal hingga ke dunia barat. Salah satunya Sutradara Ang Lee yang meraih Oscar untuk filmnya yang berjudul Crouching Tiger, Hidden Dragon dan Brokeback Mountain.

Etnis Han yang mendominasi pemerintahan negara China, telah berhasil membawa negara ini menjadi salah satu negara maju di dunia, negara dengan cadangan devisa terbesar, sekaligus negara yang ironisnya dijadikan negara komunis dengan sistim kapatalisme.

Orang Hakka

Orang Hakka bukanlah suku di China, tetapi merupakan bagian dari Suku Han. Mengenali orang Hakka yang telah banyak melahirkan pemimpin dunia. Sedikit cerita lain dari sub-sub suku di China.

Selain 56 etnis suku di China, masih terdapat banyak sub suku lainnya di China. Salah satunya yang terkenal adalah Orang Hakka. Hakka mempunyai arti keluarga pendatang di mana hak = tamu/pendatang dan ka = keluarga.

Orang-orang Hakka dalam bahasa mandarin: 客家人Kèjiā ren, adalah Suku Han China yang berbicara dalam bahasa Hakka, tersebar di provinsi GuangZhou, JiangXi, Fujian. Provinsi Fujian merupakan daerah pusat pembentukan orang Hakka, dan mendapat julukan sebagai Tanah Leluhur Orang Hakka.

Di Indonesia orang Hakka banyak terdapat di Aceh, Bangka-Belitung, Jawa, serta Kalimantan Barat. Orang Hakka juga tersebar merata hampir di seluruh dunia.

Orang Hakka mempunyai bahasa sendiri yaitu bahasa Ke. Bahasa Ke ini salah satu dari 7 bahasa daerah utama yang digunakan dalam bahasa suku China. Di Indonesia bahasa Ke ini dikenal sebagai Kejia atau bahasa Khek.

Dikenal sebagai orang-orang yang rajin dan ulet bekerja. Julukan ini kilas balik ke jaman dahulu. Orang Hakka hidup berpindah-pindah, dari tanah yang satu ke tanah yang lain, oleh sebab itu mereka dinamakan keluarga pendatang, mereka membuka tanah di daerah yang berbukit, menjadikan daerah tersebut subur dan berkembang. Selain itu mereka adalah pedagang yang handal, jika ada pepatah mengatakan orang China adalah orang-orang yang rajin dan ulet, orang-orang Hakka ini dua kali lipat daripada orang-orang China kerajinan dan keuletannya, pantang menyerah. Tidak mengenal perbedaan gender, wanita dan lelaki Hakka sama-sama harus bekerja.

Dunia mengenal pemimpin China modern, Dr. Sun Yat Sen. Bapak Republik China ini adalah orang Hakka, begitu juga Deng Xiaoping, salah satu pemimpin China yang membawa China membuka diri memasuki era kebebasan, sehingga China menjadi negara maju.

Siapa yang tidak mengenal Lee Kuan Yew, juga anaknya Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Singapore saat ini, mereka adalah keturunan orang Hakka. Perdana Menteri Thaksin Shinawatra adalah orang Hakka dari propinsi Chiang Mai, Ex Gubernur Jendral Canada Adriane Clarkson adalah keluarga Hakka yang terkenal di Canada, keluarga Poy.

Actor Chow Yun Fat adalah orang Hakka, begitu juga Tjong A Fie, pengusaha terkenal dari Medan pada tahun 1900. Corazon Aquino juga keturunan orang Hakka, pengusaha Prayogo Pangestu dan Marie Pangestu. Gus Dur dan Yusril Ihza Mahendra pernah menjadi penasehat orang-orang Hakka di Indonesia.

Mengapa orang-orang Hakka tersebar di seluruh dunia?

Pada abad ke-19, terjadi pemberontakan Taiping di China. Pemimpin pemberontakan ini adalah orang Hakka yaitu Hong Xiuquan, pemberontakan ini hampir menjatuhkan Dinasti Qing. Setelah pemberontakan ini ditumpas oleh Pemerintah Qing, terjadi tekanan terhadap orang-orang Hakka. Tidak lama kemudian, terjadi lagi perang etnis yang mengakibatkan kematian berjuta orang dan paling berdarah di China. Pertentangan orang-orang Hakka dengan orang-orang di propinsi menjadikan banyak orang Hakka yang keluar dari daerah dan merantau ke seluruh dunia. Menjadikan populasi orang Hakka tersebar hampir di seluruh dunia.

Situasi dalam negeri China dengan banyaknya tekanan yang dialami orang-orang Hakka, mengakibatkan orang Hakka lebih mudah beradaptasi dengan kepahitan hidup. Mereka menjadi lebih progresif dan mempunyai pikiran yang lebih bebas, dan keinginan maju, menuntut perubahan dalam kehidupan. Pemikiran orang-orang Hakka yang tidak mempertahankan adat dan tradisi yang lama, banyak pelopor-pelopor ide baru adalah orang-orang Hakka.

Di Indonesia, komunitas orang Hakka terbesar adalah Kalimantan Barat. Mereka mendarat di Kalimantan pada abad ke 19. Orang Hakka dari Propinsi GuangZhou mendirikan Republik LanFang yang berdiri selama 107 tahun, dan mempunyai 10 presiden, hingga diambil alih oleh Belanda pada tahun 1884.

Populasi orang Hakka terbesar kedua adalah di Pulau Bangka Belitung. Mereka mendarat pertama kali pada tahun 1700 dari Propinsi GuangZhou. Orang Hakka berbaur dengan penduduk melayu setempat, ada yang bekerja di pertambangan timah, dan ada juga yang membuka toko kelontong.

Tu Lou

Di China salah satu peninggalan orang Hakka yang sampai saat ini masih ada dan menjadi salah satu warisan utama dunia UNESCO adalah rumah orang Hakka.

Tu Lou mempunyai arti rumah tanah. Dibangun sejak abad ke-12, Tu Lou terletak di bagian barat daya Propinsi Fu Jian di selatan China. Mempunyai bentuk bulat, persegi panjang atau empat segi. Hanya mempunyai satu pintu masuk dan di lantai pertama tidak terdapat jendela, untuk menghindari masuknya perampok.

Untuk melindungi diri terhadap perampok dan binatang liar, mereka mengunakan tanah liat dan kayu, membangun tempat yang tinggi, bangunan bertingkat melingkar di mana seluruh keluarga atau klan bisa hidup bersama. Inilah rumah tanah yang kita lihat sekarang ini. Bangunan ini dianggap sebagai keajaiban oleh ribuan ahli, sarjana dan pengunjung yang telah terpesona oleh keindahan bangunan ini.

Rumah tanah ini adalah benteng untuk melindungi diri orang Hakka melawan musuh. Selain lorong-lorong aneh, rumah tanah ini memiliki fungsi pencegahan kebakaran, menjaga terhadap binatang liar dan memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik, selain itu tahan terhadap gempa bumi. Tu Lou ini mempunyai keistimewaan, hangat sewaktu musim dingin, dan dingin sewaktu musim panas.

Tu Lou terdiri dari bangunan yang dikelilingi oleh lorong-lorong yang besar yang menampung ratusan kamar. Dengan semua ruang, gudang, sumur dan kamar tidur di dalam, fungsi bangunan besar seperti hampir seperti kota benteng kecil.

Ukuran bangunan ini ada yang kecil, menengah dan besar. Yang kecil dengan ketinggian tembok 1-2 m, hanya memiliki satu lorong dan diisi dengan 21-28 kamar. Ukuran menengah dengan tinggi 3-4 m dengan ruang terbuka yang besar, ada yang memiliki satu lorong atau 2 lorong, berisi 30-40 kamar. Bangunan-bangunan bulat yang lebih besar biasanya memiliki ketinggian 4-5 m yang terdiri dari sebanyak tiga putaran memiliki sekitar 42-58 kamar. Ada lagi bangunan bulat sangat kecil memiliki sekitar 12-18 kamar.

Luas Tu Lou ini sekitar 10.200 m2 dan yang terbesar mencapai 40.000 m2 dengan ketinggian 3-4 lantai dan ketebalan dinding mencapai 1,8 m, dan ditinggali sebanyak 800 orang.

Ingatkah pembaca dengan film KungFu Hustle? Tempat tinggal para penjahat menyerupai Tu Lou.

Salah satu Tu Lou yang terkenal adalah Tsap Hing, dibangun pada tahun 1419 mengunakan bambu dan tanah liat, dengan diameter 66 m, ketebalan tembok 1,6 m, terdiri dari 4 tingkat, mempunyai 247 kamar. Tsap Hing Tu Lou terletak di desa ChuXi, Yong Ding.

Tu Lou yang tertua adalah Fu Xing Lou terdapat di kota Le Hu dibangun lebih dari 1.200 tahun lalu, menjadi fosil hidup saksi karya arsitektur orang Hakka.

Tu Lou, dan pindah ke apartment modern.

Hakka Tulou terbagi menjadi:

Hongkeng Tulou Cluster dikenal sebagai Desa Budaya Yongding Hakka, terletak di kota Hukeng. Tu Lou terlengkap dan masih terawat dengan baik. Ada hampir 100 Tulou di desa ini, berdiri di sepanjang tepian sungai.

Chengqilou Tu Lou terbesar di Yongding County, dijuluki “The King Of Tulou” berumur hampir 300 tahun, mempunyai 400 kamar, dan pernah dipergunakan oleh 80 keluarga hidup bersama.

Tianluokeng Tulou Cluster, terletak di Shangban Village, Shuyang Town, mempunyai 4 Tu Lou bulat dan 1 Tu Lou tanah persegi panjang. Tu Lou ini salah satu yang terkenal, Tu Lou ini mempunyai istilah Si Cai Yi Tang, 4 sayur dan 1 sup.

Yuchang Lou, terletak di Desa Xiaban, Fuyulou dibangun pada 1308 dan merupakan salah satu Tu Lou tertua. Terkenal dengan bangunan lima pilar.

Changjiao Ancient Village, desa kuno yang indah ini diberi nama dari Jembatan Changjiao yang menghubungkan Heguilou dan Huaiyuanlou. Sepanjang tepi sungai adalah pohon beringin kuno, bangunan kuno dan petak-petak lahan pertanian. Berjalan melalui desa ini akan membawa Anda kembali ke masa silam.

Eryilou, dibangun pada tahun 1770, disebut Raja Dari 1.000 Tulou. Dengan diameter bidang 73,4 meter, rumah Eryilou terdapat 192 kamar terdiri dari 4 lantai, dan mempunyai halaman dengan luas 600 meter persegi. Eryilou ini selamat dari pengepungan musuh selama 3 bulan, mortil yang ditembakkan hanya meruntuhkan sebagian dinding luar.

Gambar ilustrasi: Liu Yifei + Cheongsam

Dari catatan Nonik Dahlia

Referensi :
http://baltyra.com/2010/06/16/duan-wu-jie-etnis-han/#ixzz20xmlU1AH
http://baltyra.com/2010/06/11/56-etnis-suku-di-china-orang-hakka/
http://www.nytimes.com/interactive/2009/07/10/world/20090711-xinjiang.html

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s