Film The Long Ballad dan Sejarah Tiongkok

Film „The Long Ballad“ 2021, yang bertemakan historical, strategi perang, dan perebutan kekuasaan ini menceritakan tentang Changge, seorang putri kerajaan di zaman Dinasti Tang (618-907), yang ingin membalas dendam atas kematian ayahnya Putra Mahkota Li Jiancheng, yang dibunuh oleh pamannya Pangeran Li Shimin.

Lalu sambil menyamar sebagai pria,  Changge mulai membangun pasukan untuk rencana pembunuhan Li Shimin. Changge ini bukan putri manja, dan selain cerdas & berakal, ia juga ahli memanah & pedang, tidak kalah dengan para pria. 

Ternyata beberapa karakter utama dari film ini tercatat dalam sejarah Tiongkok. Antara lain : Putra Mahkota Li Jiancheng (Ayah Changge yang diperankan oleh Dilraba Dilmurat). Li Shimin, paman yang mengajari Changge ilmu silat. Bahkan pangeran suku penguasa stepa, yang diperankan oleh Leo Wu, juga benar eksis.

The Long Ballad didasarkan pada komik manga Chang Ge Xing, juga dikenal sebagai Choukakou di Jepang, karya seniman Tiongkok, Xia Da, yang diterbitkan dari 2011 hingga 2016. 

Tautan sejarah Li Jiancheng dan Li Shimin : 

Pada tahun 626, Tiongkok mulai dilanda huru-hara sebagai dampak dari kegagalan perang di Korea. Kaum tani banyak yang mengangkat senjata melawan pemerintah pusat yang semakin sewenang-wenang, sementara di perbatasan utara, suku Tujue Timur (suku penguasa stepa) semakin sering melanggar perbatasan dan mengacau.  

Li Jiancheng adalah putra mahkota pertama Dinasti Tang namun tak pernah berkesempatan menduduki tahtanya. Ia adalah putra sulung dan calon penerus Li Yuan, sang pendiri Dinasti Tang. 

Walaupun telah membuktikan dirinya sebagai jenderal yang mampu di medan perang dan memberi kontribusi yang tidak sedikit bagi berdirinya Dinasti Tang, prestasi dan popularitasnya tidak mampu menyaingi adiknya sendiri, Li Shimin. 

Kedua saudara itu pun terpecah dalam faksi yang saling berlawanan, Li Jiancheng mendapat dukungan dari adiknya yang lain, Li Yuanji, Pangeran Qi. Perselisihan mereka mencapai klimaksnya pada tahun 626, ia dibunuh oleh Li Shimin dalam Kudeta di Gerbang Xuanwu, sementara Li Yuanji juga terbunuh oleh Jenderal Yuchi Jingde, salah seorang bawahan Li Shimin.

Para bawahan Li Jiancheng mendapat pengampunan, beberapa di antaranya seperti Wei Zheng dan Wang Gui bahkan kelak mendapat jabatan strategis di bawah pemerintahan baru. Li Jiancheng secara anumerta diturunkan statusnya menjadi rakyat biasa. Namun pada tahun 642, secara anumerta gelar putra mahkota Li Jiancheng dipulihkan dan dikenal sebagai Putra Mahkota Yin (secara harafiah berarti ‘putra mahkota tersembunyi’). 

Mudah-mudahan tautan sejarah ini membantu Anda untuk lebih memahami alur-cerita film kesukaan Anda. ~ aldithe

Referensi:
1) The Long Ballad: https://en.wikipedia.org/wiki/The_Long_Ballad
2) Li Jiancheng: https://en.wikipedia.org/wiki/Li_Jiancheng
3)Cháng Gē Xíng: https://chang-ge-xing.fandom.com/wiki/Chang_Ge_Xing_Wikia

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s