Guo Jing dan Huang Rong, siapa yang lebih tua?

Dalam Pendekar Pemanah Rajawali, Huang Rong memanggil Guo Jing ‚Jing Gege‘, oleh karenanya dalam benak semua orang Guo Jing dianåggap lebih tua. Namun keadaan yang sebenarnya justru kebalikannya, fakta ini dapat ditemukan dari hubungan diantara adegan-adegan dalam cerita. 

Dalam bab pertama, cerita dimulai pada bulan kedelapan di Desa Niujia di dekat Linan, Guo Xiaotian dan Yang Tiexin mendengar seorang pendongeng berbicara, lalu mengundang pendongeng itu minum arak di kedai Qu San (Qu Lingfeng, murid Huang Yaoshi). Malam itu, ketika Guo dan Yang sedang berburu, mereka memergoki Qu San membunuh prajurit kekaisaran yang mengejarnya karena ia telah mencuri harta karun dari istana, ketika menyadari bahwa Qu San mempunyai ilmu silat yang tinggi, Guo dan Yang sama-sama berpikir, „Kami telah berdiam di Desa Niujia tiga tahun lamanya, tapi sama sekali tak tahu bahwa ilmu silat si lumpuh Qu San ini begitu hebat!“ Setelah itu, di bab tersebut ditulis bahwa musim dingin tiba dan suami istri Yang mengundang suami istri Guo minum arak, disebutkan bahwa „Guo Xiaotian datang dengan senang hati, tapi istrinya yang bermarga Li sudah hamil, beberapa hari belakangan ini ia merasa mual dan muntah-muntah, maka ia menolak undangan itu“. 

Di bab keempat ditulis bahwa Chen Xuanfeng dan Mei Chaofeng berhubungan gelap, kalau sampai ketahuan, tak hanya nyawa mereka saja yang melayang, tapi sebelum mati merekaakan disiksa habis-habisan, maka pada suatu malam mereka melarikan diri sampai ke Ningbo, Zhejiang. Karena merasa ilmu silatnya kurang tinggi, Chen Xuanfeng mencuri kitab Jiuyin Zhenjing milik gurunya. Huang Yaoshi murka, tapi karena ia telah bersumpah tak akan meninggalkan pulaunya sebelum pekerjaannya berhasil, ia tak dapat mengejar mereka dan melampiaskan amarahnya pada murid-muridnya yang lain dengan mematahkan kaki mereka dan mengusir mereka dari Taohua Dao. 

Di bab ketujuh belas, Zhou Botong berkata bahwa setelah Jiuyin Zhenjing dicuri oleh Chen Xuanfeng, untuk menghibur suaminya, Nyonya Huang diam-diam menuliskan kitab itu kembali berdasarkan ingatannya. Saat itu ia sudah hamil delapan bulan, dan walaupun berpikir keras siang malam, masih tak bisa menuliskannya dengan benar. Karena kelelahan ia melahirkan seorang bayi perempuan sebelum waktunya, tapi ia sendiri kehilangan nyawanya. 

Dari cuplikan-cuplikan diatas dapat diketahui bahwa Qu San mencuri harta karun pada musim gugur, dan ibu Guo Jing hamil di sekitar musim dingin tahun itu, dari kedua hal ini dapat disimpulkan bahwa Guo Jing lahir sekitar setahun setelah Qu San mencuri harta karun. Dan ketika Qu San mencuri harta karun itu, ia telah membuka kedai arak di Desa Niujia paling tidak tiga tahun lamanya, selain itu ia baru membuka kedai itu setelah dipatahkan kakinya dan diusir dari Taohua Dao. Ketika murid-murid yang lain diusir dari Taohua Dao, Huang Rong sudah lahir. Dengan demikian, ketika Qu San mencuri harta karun, Huang Rong paling tidak sudah berusia tiga tahun. Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa Huang Rong paling tidak lebih tua empat tahun dari Guo Jing, sehingga seharusnya Guo Jing memanggilnya ‚Rong Jiejie‘. 

Ini adalah sebuah kelalaian yang dibuat oleh Tuan Jin Yong, yang kabarnya telah diperbaiki di edisi revisi ketiga Pendekar Pemanah Rajawali. 

Diterjemahkan oleh: Grace Tjan dari: http://iask.sina.com.cn/b/1375112.html 

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s