Ko-bong-pai (Gumupai) – Jin Yong

Ko-bong-pai (古墓派) adalah perguruan silat fiktif dalam novel wuxia Sin Tiauw Hiap Lu karya Jin Yong. Ko-bong-pai memainkan peranan penting dalam perkembangan awal tokoh-tokoh utamanya, yaitu Yo Ko dan Siauw-liong-lie.[1] Perguruan ini dinamakan sesuai dengan markasnya, Kuburan Kuno (Ko-bong) di Gunung Cong-lam-san.[1]

Sejarah

Perguruan ini didirikan oleh Lim Tiau-eng di masa Dinasti Song dan berbagi sejarah yang panjang dengan perguruan tetangganya, Coan-cin-pai, yang bermarkas di Tiong-yang-kiong (重陽宮) di Gunung Cong-lam-san.[1] Kuburan Kuno aslinya dibangun oleh pendiri Coan-cin, Ong Tiong-yang.[1] Meski dinamai kuburan, tapi tempat itu digunakan untuk menyimpan bekal dan senjata dalam persiapannya untuk berperang melawan penjajah bangsa Kim (Jurchen). Kuburan itu juga penuh dengan berbagai jebakan dan kamar-kamar tersembunyi sebagai tempat persembunyian pejuang Han dalam mempertahankan Dinasti Song.

Ong Tiong-yang mengerahkan pasukan sukarela untuk membela tanah air mereka dari penjajah Kim tapi gagal. Ia gegetun atas kegagalannya dan hidup tirakat di dalam kuburan, ia menyebut dirinya sebagai „Hoat-su-jin“ (活死人, orang mati yang masih hidup). Karenanya Kuburan Kuno juga disebut Hoat-su-jin-bong (活死人墓). Kekasih Ong, Lim Tiau-eng, menganggap bakatnya akan sia-sia bila ia terus hidup menyepi, maka ia memancingnya untuk keluar dari kuburan dan berkelana menjelajahi Kangouw bersama-sama. Namun Ong masih terus memikirkan negara dan ia berlagak bodoh dan pura-pura tidak tahu terhadap asmara yang dilontarkan Lim. Lim menyangka Ong telah pandang rendah padanya, maka ia menantang Ong untuk bertanding di atas Cong-lam-san. Lim mengalahkan Ong dengan tipu muslihat dan memenangkan Kuburan Kuno sebagai hadiahnya. Ia pindah ke dalam kuburan itu dan tak pernah keluar sejak saat itu.[1]

Lim Tiau-eng mempunyai seorang murid dan seorang dayang, Sun-popoh. Perguruan itu memakai nama tempat markasnya karena Lin tidak memberinya nama dan para pendekar dalam Kangouw menyebutnya sebagai Ko-bong-pai. Murid Lim (tidak disebutkan namanya) kemudian menerima Siauw-liong-lie dan Li Mo-chiu sebagai murid-muridnya. Li diusir dari perguruan karena menghianati gurunya dan ia selanjutnya menjelajah Kangouw sebagai pembunuh keji. Perguruan ini mulai terkenal dalam Bulim setelah Li Mo-chiu menjadi tersohor sebagai Jik-lian Siancu. Siauw-liong-lie kemudian menerima Yo Ko sebagai muridnya dan Yo menjadi murid laki-laki pertama dalam perguruan itu. Dalam Kisah Membunuh Naga (To Liong To), Yo Ko dan Siauw-liong-lie mempunyai keturunan wanita yang dikenal sebagai Gadis Baju Kuning, yang menggunakan Kiu-im-cin-keng untuk mengalahkan Ciu Cie-jiak.[2]

Jurus Dan Ilmu Silat

Thian-lo-te-bang-sik (Gaya Jaring Langit Dan Jala Bumi)

Thian-lo-te-bang-sik (天羅地網式) adalah ilmu kepandaian pengantar dari Kouw-bong-pay yang meliputi 108 jurus. Jurus ini sukar sekali melatihnya, untuk menguasainya harus juga mengerti beberapa kepandaian lain seperti cara meloncat tinggi dan melompat jauh dari ilmu entengkan tubuh dan ilmu cara menangkap dan menawan.

Ini adalah ilmu yang pertama kali dipelajari oleh Yo Ko dari Siauw-liong-lie. Saat itu Yo Ko harus menangkap 81 ekor burung gereja, dan satu pun tiada boleh yang lolos. Siauw-liong-lie pernah memeragakannya di hadapan Yo Ko. Ketika mendadak Siauw-liong-lie mengebas kantong yang berisi burung gereja, maka terbanglah ke-81 ekor burung gereja itu.

Begitu mendapat kebebasan, dengan sendirinya ke-81 ekor burung gereja itu segera ingin terbang pergi. Tetapi aneh juga, ketika Siauw-liong-lie keluarkan ciang-hoat atau ilmu pukulan tangan kosong, di sana ia menolak dan di sini mengebas, ke-81 ekor burung gereja itu ternyata terhimpit semua di depannya dalam jarak tiga kaki satu pun tak sanggup kabur.

Terlihat Siauw-liong-lie geraki kedua tangannya seakan-akan sedang menari kedua tangan seperti berubah menjadi 81 tangan saja, bagaimanapun ke-81 ekor burung gereja menubruk sana dan menerobos sini namun tetap tak mampu kabur keluar dari lingkaran kedua tangan Siauw-liong-lie.

Giok-hong-ciam (Jarum Tawon Putih)

Giok-hong-ciam adalah senjata rahasia Ko-bong-pay. Senjata rahasia ini mengandung racun tawon putih yang hanya dapat dipunahkan oleh madu tawon putih.

Giok-li-sim-keng (Ilmu Suci Si Gadis Ayu)

Giok-li-sim-keng (玉女心經) adalah lwekang khas Kouw-bong-pai. Untuk melatihnya harus dilakukan oleh dua orang secara berbareng agar dapat saling bantu-membantu dengan hawa murni badan masing-masing. Berlatih lwekang ini orang tidak boleh berpakaian. Karena waktu berlatih lwekang seluruh badan orang yang berlatih menjadi panas dan beruap, maka harus dipilih suatu tempat terbuka yang luas dan sepi tanpa orang lain, dengan begitu baru bisa berlatih dengan melepas baju supaya hawa panas badan bisa buyar keluar tanpa tertahan di dalam. Kalau tidak, tentu hawa panas itu akan tertimbun di dalam badan dan sedikitnya akan bikin orang sakit berat atau mungkin jiwanya akan melayang pula.

Giok-li-sim-keng itu seluruhnya terbagi dalam sembilan bagian. Bagian hitungan yang ganjil waktu menjalankan tenaga adalah „lm-cin“ atau perempuan yang aktif, sebaliknya bila jatuh angka genap, yang menjalankan tenaga adalah „Yang-dwe“ atau laki-laki yang pasif.

Saat melatih „Yang-dwe“ atau bagian yang pasif, sewaktu-waktu boleh berhenti latihannya, sebaliknya tidak bisa demikian saat yang dilatih adalah aktif, bila terdapat gangguan, maka akan timbul bahaya besar.

Giok-li-kiam-hoat (Ilmu Pedang Gadis Ayu)

Lim membenci Ong karena tidak menghargai cintanya padanya dan ia menciptakan dan mengembangkan jurus ilmu silat baru, Giok-li-kiam-hoat (玉女素心劍法), yang setiap gerakan dan setiap tipu pukulannya merupakan lawan dan khusus anti ilmu silat Coan-cin-pay.[1] Namun, kemudian disadari bahwa Giok-li-kiam-hoat sebenarnya adalah pelengkap Coan-cin-kiam-hoat dan menutupi kelemahan-kelemahannya.[1]

Hal ini mencerminkan perasaan asli Lim. Kala kedua jurus itu dimainkan bersama oleh sepasang kekasih yang saling cinta-mencintai, perpaduan perasaan itu menjadikan jurus itu sangat hebat. Semakin dekat kedua pasangan itu terhadap satu sama lain, semakin hebat pula jurus itu. Yo Ko dan Siauw-liong-lie pernah memainkan jurus gabungan ini beberapa kali dan mengalahkan musuh yang lebih jago, termasuk Kim-lun Hoat-ong. Namun mereka menjadi mangsa empuk bagi musuh mereka bila tidak sedang bersama-sama di mana mereka tak dapat memainkan jurus gabungan itu tanpa pasangan mereka. Namun setelah mempelajari ilmu berkelahi „Satu Orang Melakukan Dua Peranan“ (雙手互搏) dari Ciu Pek-thong, Siauw-liong-lie mampu memainkan kedua jurus gabungan itu sendirian dengan cepat, sehingga tidak membutuhkan Yo Ko lagi sebagai pasangan.

Yo Ko kemudian menuliskan Giok-li-kiam-hoat ke dalam buku dan memberikannya pada Lu Bu-siang sebagai hadiah untuk menyempurnakan ilmu silatnya.

Catatan:

[1] Cha, Louis. The Return of the Condor Heroes (神雕俠侶). Ming Pao, 1959.
[2] Cha, Louis. The Heaven Sword and Dragon Saber (倚天屠龍記). Ming Pao, 1961.

Diterjemahkan oleh: Nonik Dahlia

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Ancient_Tomb_Sect

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s