Ulasan Film „The Disguiser“ dan Sejarah Tiongkok

Film sepanjang 41 episode yg sebagian besar dibintangi oleh pemeran film „Nirvana in Fire“, antara lain Hu Ge , Jin Dong , Liu Mintao dan Wang Kai ini adalah sebuah drama televisi perang mata-mata Tiongkok berdasarkan novel Zhang Yong, berjudul „Spy War on Shanghai Bund“.

Serial ini menceritakan tentang Ming Tai, seorang tuan muda yang kaya dan naif dari keluarga Ming, yang diculik dan dilatih untuk menjadi mata-mata Kuomintang untuk melawan Wang Jingwei, kepemimpinan rezim boneka Jepang di Tiongkok.

Dalam sejarah Tiongkok Wang Jingwei adalah pemimpin sayap kiri dari faksi Kuomintang yang dinamakan Kaum Reorganisasi. Kelompok ini sering bertentangan dengan Chiang Kai-shek. Setelah jatuhnya ibu kota Nanjing ke tangan tentara Jepang, pemerintahan Nasionalis terpaksa melarikan diri ke Chongqing.

Pada tanggal 30 Maret 1940, pembelot-pembelot yang berada di bawah pengawasan tentara Jepang membentuk pemerintah kolaborator dan diklaim sebagai perwakilan yang sah dari Republik Tiongkok.

Meskipun menggunakan simbol-nama dan simbol negara yang sama dengan Pemerintahan Nasionalis di Chongqing, namun pemerintah ini hanya mendapat pengakuan internasional oleh negara pentandatangan Pakta Anti-Komintern, sedangkan Pemerintahan Nasionalis terus diakui oleh seluruh dunia sebagai satu-satunya wakil RT yang sah.

Republik Tiongkok yang dipimpin Pemerintahan Reorganisasi Nasional secara efektif adalah salah satu dari beberapa negara boneka dibawah kendali Jepang selama Perang Tiongkok-Jepang Kedua (1937-1945), dan PRN dimaksudkan untuk menyaingi legitimasi Pemerintah Nasionalis.

Kehidupan sehari-hari sering sulit di Tiongkok yang dikuasai PRN, dan semakin sulit saat kondisi perang berbalik melawan Jepang (sek. 1943). Penduduk setempat terpaksa melakukan pasar gelap untuk mendapatkan barang-barang yang diperlukan atau untuk mempengaruhi lembaga yang berkuasa.

Kempetai dan Tokko Jepang, polisi korlaborator Tiongkok, dan warga negara Tiongkok yang bekerja di lembaga-lembaga/orang Jepang, semua bekerja untuk menyensor informasi, memantau oposisi, dan menyiksa musuh dan pembangkang. agen rahasia „dalam negeri“ Tewu, dibentuk dengan „penasihat“ tentara Jepang.

Jepang juga mendirikan pusat-pusat penahanan tawanan perang, kamp-kamp konsentrasi, dan pusat pelatihan Kamikaze

Pasukan Chiang Kai-shek menangkap sejumlah anggota militer Wang Jingwei selama pertempuran militer. Tahanan musuh dari peringkat rendah dibujuk untuk berkhianat dan berjuang bersama pasukan anti-Jepang, tapi tahanan tingkat tinggi dieksekusi.

Selama perang, Angkatan Darat Kekaisaran Jepang melakukan berbagai kekejaman di wilayah yang dikendalikan oleh Pemerintah Reorganisasi, seperti operasi „pembersihan“ untuk menakut-nakuti rakyat.

Di film ini, operasi „pembersihan“ dilakukan oleh nona Wang Manchun yang sadis, kekasih kakaknya Ming Tai dan direktur departemen intelijen Departemen 76. Dia adalah keluarga Wang, yang merupakan musuh bebuyutan keluarga Ming, meskipun dia masih sangat peduli pada Ming Lou.

Pada tanggal 9 September 1945, menyusul kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, pasukan Jepang di daerah ini menyerah kepada Jenderal Dia Yingqin dari tentara Chiang Kai-shek, Tentara Revolusioner Nasional.

Sebagian dicuplik dari Wikipedia

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s