Zhou Yu dalam Sanguo Zhi

Zhou Yu terkenal sangat piawai dalam musik. Tercatat dalam buku sejarah bahwa Zhou Yu bisa mendengar kesalahan orang lain dalam memainkan musik bahkan setelah minum selama tiga putaran. Saat itu terjadi, ia akan menoleh ke orang yang memainkan musik itu. Ada ujaran pada saat itu yang menggambarkan ini: “Bila ada kesumbangan dalam nada, Zhou Yu akan menoleh.” Itu juga membuat beberapa wanita sengaja memainkan nada yang salah, untuk menarik perhatian Zhou Yu.

Zhou Yu dalam Sanguo Zhi

Zhou Yu digambarkan berperawakan tegap dan berwajah tampan. Ia bahkan mendapat julukan Mei Zhou Lang; „Si Tampan Zhou“). Ketika Zhou Yu menjadi karib dengan Sun Ce, ibu Sun Ce, Nyonya Wu, menyuruh adik Sun Ce, Sun Quan, menganggap Zhou sebagai kakak. Setelah Sun Quan menggantikan Sun Ce, bawahan-bawahannya tidak menjalankan protokol penuh bila mereka menghadap padanya. Zhou Yu adalah satu-satunya dan orang pertama yang mengikuti segala formalitas dan tatacara setiap ia menghadap Sun Quan.

Zhou Yu terkenal sebagai orang yang dermawan dan murah hati yang memenangkan hati banyak orang dengan sikap terus terangnya. Kendatipun demikian, ada satu orang yang tak dapat bergaul dengan baik dengannya — Cheng Pu. Cheng Pu jauh lebih tua daripada Zhou Yu, dan ia sering menghina dan meremehkannya, tapi Zhou membiarkannya. Cheng Pu begitu terkesan dengan Zhou Yu sehingga ia akhirnya mengubah sikapnya terhadapnya dan mulai memperlakukannya dengan lebih hormat. Ia bahkan berkata, “Berkawan dengan Zhou Yu itu seperti menikmati arak baik. Kau menjadi begitu asyik dan mabuk tanpa menyadarinya.”

Suatu saat di awal karir Zhou Yu, Cao Cao mendengar mengenai bakat Zhou dan ingin merekrutnya sebagai bawahannya, maka ia mengirim Jiang Gan untuk membujuk Zhou membelot ke sisinya. Kendatipun demikian, Zhou Yu secara tak langsung menegaskan kesetiaannya terhadap Keluarga Sun di hadapan Jiang Gan, dan mengisyaratkan pada Jiang bahwa ia tak dapat dibujuk untuk berpindah kesetiaan. Ketika Jiang Gan kemudian kembali ke Cao Cao, ia memberitahunya bahwa “Keluhuran budi Zhou Yu terlalu besar untuk digambarkan dengan kata-kata.”

Sekitar tahun 209, setelah mengunjungi Sun Quan di Jing (Zhenjiang, Jiangsu masa kini), Liu Bei sedang dalam perjalanannya kembali ke Jingzhou ketika Sun Quan, bersama Zhang Zhao, Qin Song, Lu Su, dan yang lain-lainnya, bergegas menyusul Liu Bei untuk mengantarnya. Sun Quan kemudian mengadakan perjamuan perpisahan bagi Liu Bei. Setelah perjamuan, yang lain-lainnya bubar sementara hanya Liu Bei dan Sun Quan yang tetap tinggal. Ketika mereka membicarakan Zhou Yu, Liu Bei berkata, “Bakat dan kemampuan Gongjin jauh lebih besar dari ribuan orang lainnya. Ia memiliki ambisi besar dan ia mungkin takkan sudi terus menjadi bawahan untuk waktu lama.” 

Dalam kejadian lain, setelah kekalahannya di tangan Zhou Yu dalam Pertempuran Tebing Merah, Cao Cao berkata, “Aku tak malu kalah dalam pertempuran itu.” Ia kemudian menulis kepada Sun Quan: “Pada Pertempuran Tebing Merah, orang-orangku terserang wabah penyakit, maka aku menyuruh membakar kapal-kapal perangku dan aku mundur atas kemauanku sendiri. Hal ini menyebabkan Zhou Yu menyatakan kejayaan (memenangkan pertempuran).” Kemashyuran nama Zhou Yu menimbulkan banyak kecemburuan terhadapnya, karenanya mengapa Cao Cao dan Liu Bei bermaksud memfitnahnya dan menabur perselisishan antaranya dengan Sun Quan.

Keterangan:

Sanguo Zhi adalah catatan sejarah Tiongkok yang mencakup sejarah akhir Dinasti Han Timur (± 184–220 M) dan periode Tiga Kerajaan (220–280 M). Ditulis oleh Chen Shou pada abad ketiga.

Dari catatan Nonik Dahlia

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden /  Ändern )

Google Foto

Du kommentierst mit Deinem Google-Konto. Abmelden /  Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden /  Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden /  Ändern )

Verbinde mit %s